
Bab 14
"Gergio!!! Jangan lari kau!!!" Gertak guru BK sambil berlari mengejar Rio dan membuat mereka kejar-kejaran.
"Aduh Ibu, buat apa Ibu kejar saya? Ibu kan sudah mempunyai suami dan anak, masa masih mengejar saya. Saya masih suka yang muda-muda Bu." Ucap Rio sambil berlari.
"Secara tidak langsung kau ngatainku tua, Hah?"
"Bukan saya loh Bu yang bilang."
"Kurang ajar sekali kau!!"
"Itu Ibu tahu, saya kurang ajar dalam artian tidak bisa memahami isi hati orang yang saya sayang dan cintai Bu. Coba deh kalau tahu kan enak Bu, tahu hatinya juga suka ya tinggal di pertahankan dan di perjuangkan, kalau isi hatinya berbanding ya tinggal beri dia kasih sayang nah kalau sudah luluh baru di tinggalkan. Itu yang di maksud balas dendam tak main fisik melainkan balas dendam main batin." Cerocosan Rio membuat guru BK menahan tawanya, dan mereka masih dalam kejar-kejaran.
"Gergio kau saya hukum!!"
"Ibu tahu aja deh kalau saya belum sarapan." Rio menoleh kearah depan dan disana ada Ify yang sedang berjalan sendirian. Bukannya masuk kelas malah keluyuran? Ingin menjadi bad girl begitu seperti Rio? Eh, Rio itu bad boy, ah tapi sama aja.
Rio makin kencang larinya lalu bersembunyi dibelakang tubuh mungil Ify dan itu membuat Ify tergelonjak kaget.
"Fy-- Fy, tolong bantu aku si ganteng nomor satu setelah Arjuna." Ify tersenyum tipis mendengar kenarsisan si biang onar Rio.
"Hmm." Ify hanya mendehem aja. Guru BK itu berhenti di hadapan Ify, nafasnya tersengal-sengal seraya membungkukkan badannya.
Guru itu menatap Ify dan dibalas dengan kedipan sebelah matanya dan guru itu mengerti akan kode yang di beri Ify.
"Fy. Bisa kau berikan Rio kepadaku?" Tanya guru itu dan aksinya dimulai.
"Tidak bisa Bu, kasihan Rio." Jawab Ify lembut. Rio yang dengar suara lain Ify langsung terpaku jantungnya berdetak cepat seakan ingin copot dari tempatnya.
"Aku tidak salah dengarkan? Suara lembut bidadari? Aku tidak sedang bermimpikan?" Gumam Rio, ia tak sadar kini Ify sudah menyamping dan guru BK itu melangkah tak bersuara kearah Rio.
"Sudahlah, ayo Rio kita ke kelas." Ucap Ify membuat Rio mengangguk tak sadar, sedetik kemudian ia tersadar karena ada yang menarik telinganya.
__ADS_1
"Aduh!! Ibu, ini sangat sakit!!" Rio mengaduh sambil memegang tangan guru itu yang ada di kuping kanannya.
"RIO AYO IKUT SAYA, KAU DIHUKUM!!" Teriak guru itu didepan kuping Rio.
"Ibu kalau saja kuping saya budek bagaimana?"
"Gampang tinggal ganti kuping gajah saja dan itu sangat langka." Celetuknya sambil menyeret Rio.
"IFY!! KAU TEGA SEKALI TERHADAPKU, CALON MASA DEPANMU. CALON AYAH DARI ANAK-ANAK KITA KELAK. TAPI AKU MASIH TETAP SAYANG DAN MENCINTAIMU, BIDADARIKU." Teriak alay Rio yang sudah terjauh.
"Diam kau Rio!! Kau itu masih kecil, sudah berfikiran calon ayah sama calon anak segala. Sekolah dulu yang bener lalu kerja terus nikah." Nasehat guru BK.
"Mimpi." Gumam Ify dan berlalu.
***
"Selamat siang semuanya, maaf waktu mengajar ibu/bapak terganggu. Saya selaku ketua osis ingin menyampaikan bahwa minggu depan kita mengadakan tour ke daerah Cibodas yang terletak di Cipanas. Ini tour semua wajib ikut. Kita juga disana akan membangun tenda untuk menginap. Info lebih lanjut silahkan kalian baca brosur yang sudah tertempel di mading, sekian dari saya terima kasih." Ucap ketua OSIS melalui radio sekolah.
"Aseekk!! Liburan. Ini pasti seru."
"Iya mending sekarang kita pergi ke mading."
"Yuk."
Sebagian siswa-siswi pergi ke mading untuk mengetahui info liburan mereka. Ify hanya diam di bangkunya sambil membaca novel.
"Fy, akhirnya kita liburan juga." Ucap Rara senang dan itu membuat Ify tak merespon ucapan Rara.
"Kacang sekilo berapa sih? Emang lagi murah ya? Sampai aku di kacangin." Gerutu Rara dan pergi keluar kelas, Ify hanya menghela nafas dan menutup novelnya lalu menyusul Rara.
Ify menyusuri koridor yang agak lumayan ramai, saat di tikungan Rio mencegat Ify sambil ngos-ngosan.
"Etss. Kau mau kemana?" Tanya Rio, Ify hanya diam dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Eh malah diam, di jawab kek Fy."
"Bodo amat." Jawab Ify cuek dan pergi dari sana.
"Yah!! Cueknya keluar lagi, tadi aja lembut selembut kain sutra." Ejeknya.
"Ify-- Ify, untung cantik. Aku menyukaimu eh lebih tepatnya cinta, kalau tidak udah aku jadiin umpan buat piranha." Rio melangkah ke kelasnya untuk tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Buku Harian ❄
Rio lucu ya ternyata, tingkat Narsisnya melebihi rajanya, dia badung yang berkelas, dalam artian ia badung dengan hal positif, ia tidak terjerumus hal-hal yang negatif.
Kenapa aku tahu itu karena dia berbeda, dia badung hanya untuk menghibur dirinya, dengan kenarsisannya, keterlambatannya, bolosnya.
__ADS_1
Rarify Anifhumari^~^