Buku Harian

Buku Harian
[3] Rio sibiang onar


__ADS_3

Part 3


Seorang laki-laki menatap gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat, dia mengeluarkan senyum jahilnya dan berjalan menuju belakang sekolah. Sesampainya di sana ada sebuah tembok yang agak lebih tinggi.


"Gergio inilah saatnya!!" Gumamnya.


Gergio Rizanes Haling panggil dia Rio, ia sekolah di Swenerry High School, Rio ini biang onar yang gak pernah insyaf, tapi kenapa banyak sekali yang mengidolakannya? Mereka bilang Rio itu cool, mempunyai wajah yang lebih kata ganteng. Bahkan Arjuna tokoh pewayangan yang ganteng pun kalah oleh Rio.


Kenapa Rio nggak di keluarkan? Rio itu pembuat onar, yang suka adu jotos. Suka bolos pelajaran dan yang selalu terlambat datang ke sekolah.


Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah karena Rio itu cerdas. Walaupun suka bolos tapi saat ujian sekolah dia selalu mendapat peringkat pertama yang mempunyai nilai tertinggi.


Sudahlah jangan membicarakan dia nanti kupingnya panas sampai merah, haha.


Hap.!! Rio lolos melewati tembok itu dan mengendap-endap melihat situasi di koridor, bukannya Rio takut dapat hukuman dari guru BK tapi dia sedang malas.


Sekiranya aman Rio langsung berlari menuju kelasnya yang berada di lantai dua berarti harus menaiki tangga dua kali. Rio terus berlari, disebrang koridor Rio melihat guru BK yang sedang bertugas, dengan terburu-buru Rio bersembunyi dibalik pondasi yang ada di dekatnya.


***


BRAKK!!


"Maaf Bu saya terlambat."


"Astaga! Gergio.!!!" Pelaku pengebrakan pintu kelas hanya tersenyum tanpa dosa. Siapa lagi kalau bukan Rio.


"Kau terlambat 20 menit dan kau keluar!!" Ucap Bu Lina guru mata pelajaran Bahasa. Suaranya menggelegar di sudut ruangan, semua murid di kelas ini menutup telinganya masing-masing, kecuali satu orang yang santai-santai aja.


"Yaampun Bu, saya sudah mengalami kecelakaan. Lihat Bu sikut saya berdarah." Ucap Rio sambil menunjukan sikut kirinya yang berdarah. Bu Lina membulatkan matanya kaget dengan darah yang ada di sikutnya Rio.


Dalam hati Rio bersorak gembira melihat reaksi guru killer ini. Berhasil guysss!!


"Baiklah kau boleh masuk." Rio melangkah ke arah mejanya yang terletak di belakang.


Saat Rio melewati meja Ify, ia menatap Ify tanpa kedip, yang di lihatnya pun cuek bebek memperhatikan kedepan, seolah-olah Ify tidak tahu kalau Rio memperhatikannya sedari tadi.

__ADS_1


Rio yang tidak fokus berjalan, tiba-tiba di samping meja muncul kaki dari seseorang yang di sengajakan untuk mengusili Rio.


BRUKK..


Rio terjatuh dengan gaya yang tidak elit banget, jatuh tengkurap. Semua menertawakannya.


"Apakah kau ada pentas drama?"


"Au. Itu sangat memalukan."


"Kalau aku menjadi dirimu, lebih baik aku pindah sekolah. Uh! Memalukan."


Rio tersadar dan langsung berdiri menatap teman sebangkunya dengan tatapan tajam, yang ditatap malah ketawa kencang tidak merasa takut.


"YAK.!! DASAR BODOH!!" Teriak Rio, membuat semuanya menambah tertawa mendengar teriakan Rio.


Rara yang disamping Ify tertawa seraya memukul meja.


"Demi tuhan, itu sangat lucu ahahaha."


"Yak. Kenapa kau tidak tertawa?"


"Sayangnya aku lupa untuk tertawa." Ify masih memandang kosong kedepan mengabaikan kekacauan kelas.


"Gampang, kau hanya menguburkan tubuhmu dalam pasir pantai." Ucap Rara sambil memajukan bibirnya.


"Terimakasih. Aku tidak tertarik." Balas Ify dengan sinis.


"Terserah apa katamu NONA."


"Itu lebih baik." Ify terkekeh sendiri membuat murid yang berada dikelas menatapnya penuh ejek.


"Lihat orang gila itu."


"Apa kau merasakan sesuatu."

__ADS_1


"Tentu, kelas mendadak menyeramkan."


Ify yang mendengar ejekan mereka hanya memasang wajah datarnya. Rara yang tidak tahan, tiba-tiba matanya berubah menjadi merah. Ify yang merasakan sesuatu di tubuhnya tiba-tiba ia berteriak kencang.


"JANGAN KAU KENDALIKAN TUBUHKU, RA!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian ❄


Rio? Hmm.. Si pembuat onar di Swener. Aku tahu dia.


Awalnya aku ingin tertawa lihatnya jatuh tapi aku tahan. Dan aku tahu dia mentapku. Sebenarnya aku paling tidak suka di tatap seperti itu.


Terlihat dia ingin menjebakku, tapi aku tidak mudah terjebak olehnya.


Rarify Anifhumari^~^

__ADS_1


__ADS_2