Buku Harian

Buku Harian
[12] Rify Umari


__ADS_3

Bab 12


Rio membaringkan Ify di kasur kesehatan, lalu ia mencari kayu putih di kotak P3K.


Braakk


"Astaga!! Kalian bisa tidak jangan terlalu bar-bar?" Gertak Rio sebab pintu ruang kesehatan di dobrak oleh Cakka.


"Pis Yo, hehe."


"Kenapa sama dia Yo?" Tanya Alvin.


"Pingsan." Jawab Rio singkat, setelah mendapatkan apa yang Rio butuhkan, ia mendekat ke arah Ify dan mengoleskan sedikit kayu putih di depan hidung.


"Jangan tinggalkan aku." Ify mengigo membuat semuanya menoleh ke arah Ify.


"Jangan tinggalkan aku."


"Iya aku ada disini." Jawab Rio.


"Rify tidak bisa sendirian." Semuanya menyerit heran, 'Rify' siapa dia?


"Jangan benciku, kumohon."


"Siapa Rify?" Tanya Shilla, semuanya hanya menggelengkan kepalanya.


"Ify benar-benar misterius. Iya gadis misterius." Ucap Agni yang kini duduk disamping Ify. 


"Kita harus bagaimana?" Tanya Iel yang dari tadi diam.


***


Vano kini berdiam diri di kamarnya, menatap langit sore yang agak begitu cerah walaupun ada beberapa awan hitam disana.


Sampai kapan ia harus begini, ia merindukan seseorang yang saat ini ada disekitarnya tanpa ia sadari.


Flashback On


  


"Tolong cari tahu gadis ini." Ucap Vano sambil menyerahkan sebuah photo ke orang suruhannya.


"Baik tuan, akan saya lakukan secepatnya."


"Baiklah, kalian boleh pergi." Orang suruhan itu pergi, dan kini hanya Vano di cafe sambil menunggu Veni. 

__ADS_1


***


Tok-Tok-Tok!!


Orang suruhan itu datang ke kamar Vano dan mengetuk pintu setelah mendengar kata masuk, orang itu masuk sambil membawa map yang berisikan data penting menurutnya.


"Ini tuan data yang anda inginkan." Ucap orang itu dan memberikan map ke Vano. Vano tersenyum sambil menerimanya.


"Baiklah saya permisi dulu." Vano hanya menganggukan kepalanya saja, setelah pintu ditutup Vano membuka map dan mulai membacanya.


"Rify Umari, pindahan dari Belanda bersekolah di Swenerry High School."


"Rify--"


"Apa mungkin itu dirimu?"


"Itupun kalau iya, kenapa kau menghindar saat kita bertemu tanpa sengaja."


"Kita sangat merindukanmu." 


Flashback Off 


***


"IFFYYY!!! JANGAN KABUR KAU!!!" Ify terus saja berlari menghindar dari seseorang.


"Tangkap!! Kau tidak akan bisa lagi pergi dariku." Ucap orang itu ketika ia berhasil menangkap Ify lalu mereka berputar-putar di pinggir pantai.


Yaps, mereka sedang bermain di pantai entah sejak kapan mereka dekat satu sama lain, Mereka bener-bener tidak menyangka akan kedekatan mereka.


Memang tuhan membuat skenario yang semua pemerannya tak terduga, kejutan-kejutan didalamnya membuat semua terperangah. Siapa yang tahu akan terjadi satu detik kemudian? Hanya tuhan yang tahu, kita semua hanya menjadi pemeran yang akan memerankan peran yang sudah tertulis di kertas putih polos.


"Rio, stop berhenti aku pusing." Ucap Ify dan orang itu adalah Rio si biang onar di sekolah menghentikan aksinya dan membuat Ify menyenderkan kepalanya di lekukan leher Rio.


"Suruh siapa kau usil begini, Hmm?" Tanya Rio lalu melangkah ke pinggir pantai dan mendudukan dirinya juga Ify.


"Masih pusing?" Tanya Rio lembut.


"Hmm." Ify menyenderkan kepalanya di bahu Rio dan melihat sunset yang sangat indah.


Blurrr 


***


"RIOO BANGUN UDAH SIANG!!" Rio yang tertidur sambil senyum-senyum tak menghiraukan perkataan mamanya, mamanya geram lalu melangkah ke kamar mandi mengambil segayung air. Melihat Rio yang masih tertidur mama menyepretkan air yang ada di gayung.

__ADS_1


"Rio bangun, nanti kau telat!!"


"Huaaa, Ify ayo pergi ada tsunami." Ucap Rio terbangun dan langsung duduk.


"Ify--Ify ayo cepet sekolah."


"Hah? Mimpi?" Gumam Rio yang telah sadar. 


***


"Ciee yang habis mi--"


"Diam!!" Ucapan Rara terhenti saat terdengar gertakan Ify barusan.


"Itu pipinya kok merah sih." Goda Rara membuat pipi Ify makin merah yang tersinar dari cahaya fajar.


"Diam! Kalau kau tidak mau diam, lihat saja aku tidak mau lagi berteman denganmu!" Ancam Ify langsung melangkah ke kamar mandi. Rara tidak terganggu dengan ancaman Ify, malah ia cekikikan melihat tingkah laku Ify. 


***


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian ❄


Hidup mempunyai teka-teki yang sangat sulit di pecahkan, bahkan ada sebagian yang mudah dipecahkan.


Hidupku mempunyai teka-teki yang sangat rumit, dimulai kedatangan Rara lalu tak ada yang menganggap diriku ada, kelebihanku yang datang entah dari kapan, sosok-sosok yang slalu menghantuiku setiap harinya berbeda-beda, sampai kenapa aku tidak mempunyai teman.

__ADS_1


Rarify Anifhumari^~^


__ADS_2