
Bab 21
Gemericik air sudah terdengar oleh semua siswa-siswi Swener, mereka terburu-buru menuju air terjun untuk melihat bagaimana pemandangan di sekitarnya.
Bukkk
Dibarisan belakang beberapa siswa-siswi menoleh kearah seseorang yang sedang terduduk dijalan sambil meringis kecil.
"Astaga, kau jatuh Yo?" celetuk Via yang kebetulan ada di sampingnya Rio.
"Bukan, aku sedang menyinden." Jawab Rio sinis.
"Aku mengira kau sedang terbang Yo." Ucap Via sambil ketawa, Rio bangun dari duduknya dan kembali berjalan menyusul yang lainnya.
"Kau bicaranya suka benar ya." Rio menyipitkan matanya kearah Via.
"Oh iya dong. siapa dulu, Via." Ucap Via bangga sambil menepuk-nepuk bahu kirinya.
"Benar bohongnya." Rio berjalan lebih cepat meninggalkan Via di belakang.
"Rio sibodoh!! Tunggu aku, hitam!!" Ucap Via lalu menyusul Rio yang telah jauh darinya.
"RIO AKU MENDOAKANMU TIDAK NAIK KELAS!! WOYY!!" Via berlari kecil untuk menyusul Rio.
"Begitu saja sudah marah? Kau seperti seorang gadis." Ucap Via setelah ia menyamakan langkahnya dengan Rio. Sedangkan Rio tidak menggubris ucapan Via yang ada di sampingnya itu, percuma ngeladenin Via nggak ada ujungnya.
Via membulatkan matanya memandang air terjun yang sangat indah menurutnya. Air yang bening turun dari pegunungan itu mempercantik segalanya, kiri kanan terdapat pepohonan rindang seperti hutan dan bebatuan yang banyak.
"Yakk!! Malah melamun, kerasukan baru tahu loh." Ucap Rio sambil melirik Via lalu pergi menuju teman-temannya yang ada di tepi air terjun.
***
Shilla dan Agni menghampiri Ify yang sedang duduk di bebatuan yang besar, ia memandang lurus ke arah air terjun itu dengan mata berbinar.
'Apakah ini yang di namakan air terjun?'
Ify tidak menyadari kehadiran Shilla dan Agni yang berada di kanan kiri nya Ify. Agni niatnya untuk mengagetkan Ify tapi ia urungkan karena ia tahu, Ify sedang merekam pemandangan yang sangat indah ini untuk di ingat di pikirannya.
"Aku ingin bebas seperti ini." Ucap Ify membuat Agni dan Shilla menyerit heran. Shilla menatap Agni yang seolah bertanya ada apa, Agni hanya mengangkat bahunya acuh.
"Apakah aku bisa seperti ini lagi?"
"Fy, sutt..!! Disini ada Shilla sama Agni." Ucap Rara yang berada di samping Ify, ia menatap Shilla dan Agni dengan meringis.
"Sadar Fy, kau di sini bukan hanya denganku tapi sama mereka." Rara mengetok kening Ify dan itu sukses membuat Ify sadar.
"Sakit Ra." Ringis Ify sambil mengusap keningnya dan ia belum menyadari ada Shilla dan Agni. Mereka berdua melongo yang secara tiba-tiba Ify berbicara begitu.
"Fy, kau kenapa? Bukannya dari tadi kau itu hanya berdiam saja, kenapa tiba-tiba kau merasa kesakitan begitu?" Tanya Agni dengan bernada rendah. Ify tergelonjak kaget dan ia langsung menatap Shilla dan Agni.
"Lu--lupain." Ucap Ify tergagap.
"ARRGGGHHH...!!!!"
Semua siswa-siswi menatap ke arah asal teriakan itu, dan mereka melihat Via yang tengah menjambak-jambakkan rambutnya sambil berteriak.
__ADS_1
"VIAA!!!"
Semua siswa-siswi menerubungi Via, Veni menerobos dan menghentikan aksi Via.
"Vi-- kau kenapa? Sadar Vi." Veni menarik kedua tangan Via dari rambutnya.
"Siapa kau?! Pergi!! Pergi!!" Racau Via sambil mendorong-dorong tubuh Veni. Ify, Shilla dan Agni menerobos kedepan dan itu membuat Via menatap tajam ke arah Ify. Via menghampiri Ify dan mencekiknya.
"Via!! Hentikan." Sekarang bukan cuma Veni tapi siswa-siswi mulai membantu menyadarkan Via.
"Lepas." Ify menarik tangan Via dari lehernya tapi tangan itu sangat kuat.
"Kau--" Via terus saja mencekik Ify dan sekarang wajah Ify sudah pucat pasi.
"Kau, balaskan dendamku!!" Ucap Via dengan marah, semuanya tercengang mendengar perkataan Via.
"Ka--kau sia--pa?"
"BALASKAN DENDAMKU!! ARRGGGHHH!!" Via pingsan dan cekikkan itu terlepas membuat Ify bernafas lega. Para siswa membopong Via dan pergi ke bus. Ify menatap Via yang tengah di bopong dengan tatapan bingung.
"Ra, Via kerasukan sama sosok siapa?" Tanya Ify tanpa menoleh kearah Rara.
"Entahlah Fy, sosok itu sangat pintar menyembunyikannya." Jawab Rara. Dari kejauhan Rara melihat sosok Rain yang berada di atas bus 1 dengan tatapan tajam, mata Rain tiba-tiba menghitam semua membuat Rara kaget.
"Sepengetahuanku hantu tidak akan seperti itu juga deh." Ucap Rara sambil bergidik ngeri.
Perjalanan selanjutnya mereka pergi ke tempat untuk berkemah. Perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu jauh dari tempat Kebun Raya Cibodas.
Suasana di bus 1 sangat sepi mereka sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang mendengarkan musik, baca novel, main handphone, berselfi ria, ada yang makan, dan ada juga yang tidur.
***
Ia menyusuri bukit itu dengan terpana, kupu-kupu berterbangan di sekitarnya.
"Tempat apa ini? Indah sekali." Ucap Ify sambil berdecak kagum.
"Ify--!!" Ify menengok ke asal suara yang meneriaki namanya. Ia menyerit heran melihat seorang gadis cantik dengan senyum bahagianya.
Gadis itu memeluk Ify dan menangis, tangan Ify perlahan membalas pelukan gadis itu.
"Kakak merindukanmu Fy." Ucapnya sambil menangis, Ify hanya diam saja pasalnya ia tidak kenal dengan gadis itu, dan kenapa dia mengenal dirinya?
"Kakak juga merindukan Naya."
"Kau siapa?" Tanya Ify dan pelukan itu di lepaskannya.
"Aku kak Intan Fy, maafkan kakak yang tidak bisa tepati janji kakak untuk menjaga kalian berdua." Ucapnya sambil menatap kedua mata Ify.
"Kak Intan? Naya? Kalian siapa? Aku tidak kenal kalian."
"Aku kakak yang bertugas untuk menjaga kalian, dan Naya dia adalah sahabatmu satu-satunya. Kakak sudah menganggap kalian berdua adik kandung kakak."
"Sahabatku cuma Rara, aku tidak kenal sama kalian." Ify mundur satu langkah.
"Fy--" Lirihnya dan tatapannya menjadi sendu.
__ADS_1
"Kalian siapa? Kenapa aku tidak mengingat sama sekali tentang kalian. Kau mungkin salah orang." Racau Ify dan mundur satu langkah lagi, gadis itu maju selangkah dan menggeleng pelan.
"Dengerin kakak Fy." Ucapnya dengan lembut dan melangkah maju untuk mendekat ke arah Ify.
"Walaupun kakak jauh dari kalian, kakak akan selalu ada disisi kalian tepatnya di hati kalian dan kakak akan selalu menjaga kalian." Ify meneteskan air matanya mendengar kata-kata yang gadis itu lontarkan. Dia menghapus air mata Ify dengan jarinya yang lembut membuat Ify terisak.
"Kakak tidak akan tenang meninggalkan kalian selagi belum ada orang yang akan menggantikan kakak untuk menjaga kalian."
"Kakak akan selalu memantau kalian dari jauh. Kakak lakukan itu karena kakak sayang kalian, sayangnya melebihi diri kakak sendiri." Ify memeluk gadis itu dengan erat dan tangisnya pecah. Kenapa ia tidak mengingat tentang masa lalunya? Kenapa ia seperti ini.
"Sudah jangan menangis lagi, nanti kecantikmu hilang. Dan Rio akan menjauh darimu kalau kau jelek." Ejek gadis itu membuat Ify melepaskan pelukannya dan memukul tangan gadis itu.
"Kenapa Rio di sangkut pautkan? Aku tidak menyukainya." Ucap Ify sambil memanyunkan bibirnya isakkannya masih ada, gadis itu tersenyum lembut dan mengacak pucuk kepalanya Ify.
"Kakak tidak ingin melihatmu dan Naya menangis, kakak tidak tega lihatnya. Kakak tidak bisa hibur kalian lagi disaat kalian sedih dan menangis."
"Aku sama sekali tidak mengingat siapa kalian dan masalaluku." Lirih Ify sambil menatap gadis itu dengan tatapan terluka.
"Nanti kau juga akan tahu semuanya. Kakak pergi dulu ya, jaga diri kalian baik-baik. Kakak akan selalu ada di hati kalian." Sekali lagi Ify memeluk gadis itu, hatinya sangat berat akan kepergian kak Intan seolah-olah ia tidak rela.
Perlahan gadis itu menghilang di pelukan Ify. Ia menatap bayangan kak Intan yang mulai menghilang itu dan bayangan itu hilang sempurna.
"KAK INTAN, MAAFKAN AKU YANG TIDAK BISA MENGINGAT APA-APA."
***
Ify membukakan matanya dan menatap ke segala arah. Ify melihat sosok Rain di samping supir yang sedang menatapnya dengan sendu. Bibir yang terkatup perlahan menimbulkan gerakan seolah-olah ia sedang berbicara.
Ify berkeringat dingin saat melihat sosok Rain yang tengah menatapnya, tumben sekali ia seperti itu melihat sosok yang ada di depannya. Ia teringat akan seseorang yang ada di mimpinya, sekilas wajah Rain dan seseorang yang ada di mimpinya mirip.
'Apa jangan-jangan itu adalah satu orang yang sama?'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Buku Harian ❄
Sosok seperti apa lagi yang merasuki Via? Aku capek harus berurusan dengan hal-hal mistis. Aku ingin hidup normal seperti orang-orang di luaran sana, aku iri sama mereka.
__ADS_1
Aku ingin hidup normal.
Rarify Anifhumari^~^