Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku

Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku
CHAPTER 15


__ADS_3

Sesudah belanja pakaian, mereka pun pergi ke salon. Bintang masih saja terus mengikuti mereka dari belakang.


...••••selamat membaca••••...


...🍁🍁🍁...


...*...


...*...


...*...


Brian dan Bulan pun pergi menuju ke tempat salon yang ada di mall. Saat mereka masuk, mereka berdua di sambut manis oleh pelayan salon.


"Selamat datang mbak... Mas... Apa yang bisa saya bantu?" tanya pelayan salon.


"Tolong mbak, bikin rambutnya seperti dalam foto ini." Jawab Brian sambil memberi lihatkan ponselnya ke pelayan salon itu.


Pelayan salon itu tampak bingung. "Aaahh ini mas, foto yang mana ya?" tanya pelayan salon itu.


Saat Brian lihat ternyata ponselnya mati. Brian pun menyengir lalu mengidupi ponselnya. "Hehehe maaf mbak, yang kayak gini lho. Bikin rambutnya permanen seperti ini ya mbak." Jawab Brian.


"Oooh siap mas... Ayo mbak kita mulai."


Brian pun keluar dari tempat salon itu. Dan melihat Bintang yang mencoba untuk mengintip lewat kaca.


"Ngapain lo disitu?" tanya Brian sambil menaiki satu alis matanya.


"Eeehh... A-ada Brian... Eh lo disini juga ya? sama siapa?" tanya balik Bintang yang pura-pura tidak tahu.


"Gue disini sama Bulan... Lo sendiri ngapain disini sampai ngintip segala. Kalau mau salon langsung masuk aja gak perlu lo nunggit-nunggit. Lihat isi dalam salon, ntar lo dikira mau maling."Jawab Brian yang mengetahui niat Bintang.


"Aaahh ya gue cuma... Hmmm cuma... Ya cuma liat-liat aja sih, hehehe. Lo ngapain nemanin Bulan ke mall?" tanya Bintang dengan raut wajah yang kesal.


"Ya suka-suka gue lah, kok lo yang sewot sih? kalau niat lo mau ngikutin kami berdua, mending gak usah deh. Nanti lo sakit hati liat kami berdua." Jawab Brian memanas-manaskan Bintang.


Sontak saja raut wajah Bintang terlihat sangat marah, wajahnya pun berubah jadi merah karena menahan marah.


"Lah ngapain ngikutin lo berdua... Gak penting tau gak sih." Ujar Bintang lalu pergi dari situ.


Brian pun smirk melihat tingkah laku Bintang. Sedangkan Bintang menahan tangis melihat semua itu. Tidak disangka jika pria selama ini yang ia incar begitu licik padanya.


'Tega lo, Brian... Apa lo lupa dengan kebaikan gue selama ini? gue yang dulu selalu nemanin lo. Tapi lo malah berpaling ke cewek jal*ng itu.' Gumam Bintang yang mengampus air matanya.


Brian pun pergi mencari makanan sambil menunggu Bulan yang selesai di salon.


Tidak lama kemudian, Brian pun selesai membeli makanan dan kembali ke tempat salon. Saat Brian masuk, Bulan sudah berada di depan pintu yang ingin membuka pintu.

__ADS_1


Deg...


Jantung Brian pun bedetak kencang. Brian pun tercengang melihat berpenampilan Bulan yang baru. 'Gile... Cakep banget dia sekarang.' Gumam Brian sambil ternganga.


"Aaahh Brian... Hmmm uang salonnya belum di bayar." Ucap lembut Bulan yang mengelus lembut di gendang telinga Brian dan membuat lamunan Brian terbuyar.


"Aaahh yayaya... Gue yang bayar, hmmm ini makanan untuk lo." Jawab Brian sambil memberikan makanan ke Bulan.


"Makasih..." Ujar Bulan mengambil makanan itu dari tangan Brian.


"Iya..."


Brian pun membayar uang salon. Lalu mengajak Bulan untuk pulang. "Yuk pulang... Bawa tas-tas belanja lo." Ajak Brian dengan nada mendadak lembut.


"Aaahh iya..."


Mereka pun pergi dari mall.


Di jalan...


"Brian... Gimana dengan penampilan aku sekarang sekarang? cantik gak?" tanya Bulan.


"Banget malahan..." Jawab Brian langsung menjawab pertanyaan Bulan.


"Kamu serius?" Tanya Bulan yang tidak percaya diri.


Mendengar itu membuat Bulan jadi percaya diri. "Makasih ya, Brian. Kamu sudah bikin aku jadi percaya diri." Ujar Bulan sambil tersenyum.


Brian pun ikut tersenyum. "Iya sama-sama, lo itu masih sahabat gue. Apa sih yang gak untuk lo!" jawab Brian sambil tersenyum.


...***...


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah. "Sepi banget, udah pada tidur ya?" tanya Brian memasuki ruang utama.


"Mungkin aja sih, sekarangkan sudah jam 10 lewat." Jawab Bulan mengikuti jalan Brian.


"Hmmm yaudah, lo langsung masuk dalam kamar." Ucap Brian lalu masuk dalam kamarnya.


"Hmmm iya..."


...***...


...DI RUMAH BINTANG...


Bintang menangis histeris, betapa kecewanya dia kepada Brian. "Jahat kamu Brian.... Kamu jahat... Kamu gak mikir perasaan aku. Kamu gak mikir sama sekali, kamu pergi dengannya. Padahak aku yang sering nemanin kamu." Jerit Bintang dengan isakan tangis begitu kencang membuat ayah Bintang menghampiri Bintang.


"Hey... Kamu kenapa hah? kenapa nangis? coba ceritakan ke papi cepat!" ucap ayah Bintang sambil memeluk sang buah hati.

__ADS_1


"Brian... Pih... Brian... Hiks... Hiks..." Jawab Bintang yang teriksak-isak.


"Dia kenapa? kenapa bisa bikin kamu nangis?" tanya ayah Bintang sambil mengapus air mata Bintang.


"Dia jahat... Dia pergi sama Bulan tadi di mall. Dia malah manas-manasin Bintang." Jawab Bintang sambil mengapus air matanya yang terus mengalir.


"Kamu kok mau aja sih di gituin, kamu terus ngejarin dia dong. Jangan mau kamu di buat kaya gitu." Ujar ayahnya yang ikut kesal.


"Iya, pih... Bintang gak bakal mau dibuat kayak gitu." Jawab Bintang sambil smirk.


"Kamu kasih pelajaran untuk Bulan, bikin dia tahu rasa." Ujar ayahnya sambil smirk.


...***...


...DI KAMAR BRIAN...


Brian pun senyum-senyum sendiri membayangkan penampilan baru Bulan. 'Aaahh Bulan... Lo bikin gue melayang-layang. Lo bikin jantung gue mau copot. Lo hari ini cantik banget... Aaahh' gumam Brian sambil memeluk bantal gulingnya.


"Bulan... Bulan... Lo cantik, sayangnya lo itu culun. Ya sekarang lo bikin jantung gue mau copot tahu gak sih. Saking berdetak kencangnya ini jantung. Mungkin lo bisa bikin gue strook. Lo itu manis banget, bisa aja lo bikin gue punya penyakit diabetes. Tiap hari lihat wajah lo." Ucapnya sambil nyengir-nyerngir sendiri.


Entah apa maunya dokter Hendry, di saat Brian lagi berbunga-bunganya. Dokter Hendry nyelonong masuk dalam kamar Brian. Pas sekali Brian sedang senyum-senyum sendiri.


"Astaga... Ternyata kamu punya penyakit kelainan jiwa." Ucap Dokter Hendry.


"Apa sih oom ihhhh bikin orang kaget aja." Jawab Brian sembari mengelus dadanya.


"Kamu kenapa ketawa? oohhh jangan-jangan karena teman kamu itu ya? cieee... Udah mulai suka sama cewek..." Ujar dokter Hendry sambil nyegilin Brian.


"Iiihh oom iihhh... Au ah nganggu orang tidur aja." Jawab ketus Brian lalu bersembunyi di balik selimut.


"Oom cuma mau pastiin aja, kamu udah pulang apa belum. Kamu tadi habis dari mana?" tanya dokter Hendry.


"Habis dari mall..." Jawab Brian.


"Ooo ngapain aja?" tanya dokter Hendry.


"Cuma temenin dia beli baju." Jawab Brian.


"Ooo yaudah, oom mau tidur dulu."


...***...


Pagi hari...


Hari ini, hari siswa dan siswi mulai masuk sekolah. Brian pergi bersama Bulan berangkat sekolah.


...*~*~*...

__ADS_1


Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!


__ADS_2