
Brian pun pasrah dan keluar, Brian masih menatap tajam ke arah ayah Bulan. 'Awas lo anj*ng...' Gumam kesal Brian. Brian pun pulang.
...••••selamat membaca••••...
...🍁🍁🍁...
...*...
...*...
...*...
Brian tidak tahu lagi harus bagaimana. Dia harus menghadap 2 wanita. Siapa lagi kalau bukan Bulan dan Bintang. Satu ayahnya merestui, satunya lagi ayahnya tidak merestui.
Sedangkan Brian sudah menjadi kekasih Bulan. Baru beberapa jam mereka menjalin hubungan.
Tapi karena semua ini menjadi berantakan. Baru juga beberapa jam, apalagi selanjutnya pasti banyak rintangan yang menimpa mereka.
'Aku salah... Ini semua salahku! aturannya aku tidak melindungi Bintang. Tapi aku malah melindungi dia sampai kamu tersakitin. Maafin aku... Ini semua salahku.' Gumam Brian.
...***...
Pagi hari...
...DI RUMAH DOKTER HENDRY...
Keluarga baru sedang menikmati makanan yang mereka. Situasi disana terdengar hening. Hanya saja terdengar bunyi hentakan piring.
Mereka ada yang kurang, dokter Hendry pun menghentikan makannya. "Itu... Teman kamu dimana? kok gak turun?" tanya Dokter Hendry.
"Hmmm dia udah pulang ke rumahnya." Jawab Brian dengan nada lemas.
"Lho kenapa?" tanya dokter Hendry.
"Brian gak tahu, pa... Hmmm Brian mau berangkat sekolah dulu." Jawab Brian mencium tangan dokter Hendry dan Dita.
"Hati-hati di jalan ya..." Ujar Dita.
"Iya"
Brian pun pergi berangkat sekolah. "Hmmm itu Brian lemes banget deh, dia ada masalah sama Bulan? kok sampai si Bulan pulang ke rumahnya." Tanya Dokter Hendry.
"Kurang tahu juga, aku mas... Tadi malam itu, Bulan pulangnya sambil nangis tadi. Nah pas Bulan sudah pulang ke rumahnya. Si Brian baru sampai, bajunya basah kuyup. Di tanyain dia nya gak mau jawab." Jawab Dita.
"Mas yakin, mereka pasti ada masalah. Hadeh... Anak muda sekarang... Ada-ada aja deh tingkahnya." Ucap dokter Hendry.
...***...
...DI SEKOLAH...
__ADS_1
Brian baru sampai di gerbang sekolah. Brian pun berlari dan menuju ke kelas Bulan. Saat Brian menoleh ke jendela kelas Bulan. Ia melihat Bulan berbicara dengan Fadli.
Brian pun mengepal tangan dan mengigit giginya saking geramnya. 'Biadab... Ada Fadli disana... Ngapain dia dekat-dekat Bulan?.' Gumam Brian.
Bintang pun menepuk pelan pundak Brian membuat Brian terkejut dan menoleh ke belakang. "Hai..." Sapa Bintang sambil senyum.
"Hmmm hai..." Jawab Brian.
"Lo ngapain? lihat Bulan sama Ka Fadli ya? mereka sosweet banget kan? sampai tertawa bareng. Uuuhhh gemes..." Ucap Bintang memanas-manasi Brian.
Brian yang tidak mudah terpengaruh dengan ucapan Bintang, Brian pun tersenyum. "Ya terus kenapa? lo liat itu semua kaya pasangan sosweet? gue sih nggak... Biasa aja tuh." Jawab Brian lalu memasuki kelas Bulan.
Bintang pun ikut masuk kelas Bulan. "Hai..." Sapa Bintang.
Bulan dan Fadli pun menoleh ke sumber suara. Bulan hanya menatap dingin ke arah Brian. "Bulan... Ada yang mau ku sampaikan." Ucap Brian sambil senyum tipis.
"Mau ngomong apa?" tanya Bulan dengan nada dingin.
"Ikut aku dulu yuk." Ajak Brian.
"Disini aja kan bisa kenapa harus jauh-jauh?" Tanya dingin Bulan.
"Aaahh ini kan cuma urusan kita doang... Jadi yang tahu ya kita-kita aja." Jawab Brian.
"Oh"
Bulan pun berdiri dan mengikuti jalan Brian. Sedangkan Fadli dan Bintang memberi kode dengan cara mengedip mata.
"Bulan... Aku mau sampaikan sesuatu sama kamu. Aku mohon... Jangan marah sama aku dengan yang tadi malam. Aku cuma panik doang, jadi refleks lakuin itu semua. Kita jaga perasaan aja deh." Ucap Brian dengan nada memelas.
"Gimana aku mau jaga perasaan kalau kamunya udah ngancurin perasaan aku." Jawab Bulan membuang muka.
"Kok kamu gitu? kan udah aku kasih tahu waktu itu. Ayah Bintang kasih amanat ke aku. Niatnya aku mau ajak kamu berteman sama Bintang. Tapi kaliannya gak akrap." Ucap Brian untuk meyakinkan Bulan.
"Hmmm..." Dehem Bulan dengan wajah yang memelas.
"Maafin aku ya, kamu bisakan jangan dekat-dekat sama Fadli." Ucap Brian menyengir.
"Lho kenapa?" tanya dingin Bulan.
"Karena aku cemburu..." Jawab spontan Brian.
Bulan pun terdiam dengan ucapan Brian. Brian pun pergi sambil tersenyum. Terlihat jelas di wajah Bulan, dengan pipi yang memerah merona.
Fadli pun menghampiri Bulan. "Aaahh Brian, barusan ngomong apa ke kamu?" tanya Fadli.
"Ehh... Gak ada kok ka... Hehehe!" jawab Bulan tersenyum.
"Hmmm gitu ya... Nanti pas istirahat kita ke kantinnya barengan ya? dah kakak mau ke kelas dulu. Takut nanti guru masuk ke kelas kakak." Ucap Fadli lalu pergi menuju ke kelasnya.
__ADS_1
Bintang pun datang di situasi seperti ini. "Cieee... Ada yang lagi pacaran nie, tapi bukan ama Brian... Sama Fadli." Bisik Bintang sambil senyum licik.
"Kamu kenapa hah? aku gak pernah sama sekali ganggu kamu. Tapi kamu ganggu aku terus. Mau kamu itu apa?" tanya Bulan yang emosi.
"Gue mau nya lo serahkan Brian ke gue... Itu yang gue mau." Jawab dingin Bintang.
"Maaf... Gak semudah itu aku serahkan Brian kepada kamu. Kalau kamunya anak gak benar..." Ujar Bulan lalu masuk ke dalam kelasnya.
"Dasar brengsek lo..." Jerit kesal Bintang.
...***...
Pov Bulan...
Ini baru pertama kalinya aku pacaran. Ternyata pacaran itu sulit ya. Sulit karena banyak yang suka sama pasangan kita. Waktu itu... Aku benar-benar tidak sangka. Jika Brian mengajakku menjalin hubungan.
Tapi juga tidak ku sangka, banyak yang menyukainya. Di saat kakak kelasku mendekatiku. Dia tidak segan mengatakan kalau dia cemburu.
Dia cemburu membuatku baperan. Aku menelan salivaku saat dia mengaku sedang cemburu. Tapi aku kesal padanya, tadi malam itu sungguh membuatku sakit hati.
Aku belum pernah mencicip bibirnya. Tapi dia malah memberinya kepada Bintang. Siapa coba yang tidak sakit hati saat melihat kekasihnya memberi nafas buatan kepada cewek lain? pasti sakit kan? walaupun itu hanya refleks tetap saja kok sakit di hati.
Huufff.... Tadi malam juga, aku tidak mengira jika ayahku begitu marah padaku. Sampai-sampai dia memukulku dan mengurungku.
Tuhan... Kapan aku bebas dengan penderitaan ini? aku yakin, Tuhan pasti mendengar semua ini dan mengabulkan doa ku.
...***...
Jam istirahat...
Teng... Teng... Teng..
Lonceng bel berbunyi.
Fadli sudah berada di depan pintu kelas Bulan. Dari kejauhan, Brian pun langsung menghampiri Fadli yang sedang menunggu Bulan.
"Ngapain lo ke kelas Bulan?" tanya Brian sambil memasuki tangannya ke saku celananya.
"Ck... Suka-suka gue dong. Dia kan pacar gue..." Jawab Fadli sambil senyum licik.
Brian yang emosi langsung meremas kerah baju Fadli. "Lo jangan macam-macam ya sama gue. Gue pacarnya Bulan bukan lo..." Ujar Brian yang emosi.
"Ck... Lihat aja, Bulan bakalan jadi pacar gue. Mungkin sampai di pelukan gue." Jawab Fadli sambil senyum licik.
Dug...
Brian memukul pipi Fadli. Guru yang mengajar di kelas pun langsung keluar. "Heh... Heh... Ada apa ini?"
...*~*~*...
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!