Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku

Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku
CHAPTER 17


__ADS_3

'Bintang... Bintang... Coba deh kalau kamu gak cari masalah duluan, mungkin gak gini ceritanya.' Gumam Bulan.


...••••selamat membaca••••...


...🍁🍁🍁...


...*...


...*...


...*...


Mereka pun mulai melakukan hukuman yang di perintahkan oleh guru BK.


Di posisi Bintang...


"Iuuwww... Jijik... Ihhhh papih... Hiks... Hiks..." Rengek Bintang sembari menghentak-hentak sepatunya di lantai WC.


Bintang pun menutup hidungnya sembari menbersihkan toilet. "Hueekk.... Iiihhh bau..."


Di posisi Bulan...


Bulan membersihkan mula dari ruang BK sampai di kelas paling ujung. Bulan melakukan dengan lihai, karena sudah terbiasa melakukan itu di rumah.


...***...


...DI KELAS BRIAN...


Brian terlihat sangat sibuk memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan. Mendengar teman-temannya menyebut nama Bulan membuat matanya menoleh ke arah luar.


Melihat di luar ada Bulan yang menyapu lantai depan kelas Brian. 'Eh... Itu Bulan ngapain nyapu disana?' gumam Brian.


"Nah... Anak-anak ada yang tahu? yang tahu tunjuk tangan dong, jawabnya di papan tulis." Ucap ibu guru itu sembari tersenyum.


"Aaah buk..." Jawab Brian sambil menunjuk tangan.


"Nah... Ini dia anak ibuk yang paling pintar, ayo nak maju." Ujar ibu guru.


"Eh... Gak buk, saya mau permisi keluar buk, mau ke toilet." Jawab Brian sembari menunduk hormat.


"Kirain mau maju, yasudah... Pergi sana. Cepat ya jangan lama-lama." Ujar ibu guru.


"Hehehe maaf buk, permisi dulu buk..." Jawab Brian lalu pergi keluar.


Sampai di luar, Brian menarik tangan Bulan. "Ehhh... Lo ngapain nyapu disini? lo tadi ada masalah apa sama Bintang sampai masuk BK?" tanya Brian dengan raut wajah yang sedikit cemas.


"Aku bakalan kasih tahu nya nanti... Sekarang aku mau selesain hukumanku dulu." Jawab Bulan yang ikut cemas takut ketahuan guru BK tadi.


"Hmmm yaa... Buruan selesain itu hukuman lo, nanti lo ketinggalan materi..." Ujar Brian.


"Iya..." Jawab Bulan sambil mengangguk senyum.


Brian pun meninggali Bulan, Brian pergi ke WC. Sampai di WC, betapa terkejutnya dia melihat Bintang di dalam WC khusus untuk pria.

__ADS_1


"Iiihhh ngapain lo di sini? jangan bilang lo mau ngintip cowok pipis ya? hayo lo ngaku..." Ucap Brian dengan tatapan jijik.


"Bri-Brian... Ngg-nggak kok, gu-gue cuma ikuti hukuman dari guru BK doang kok." Jawab Bintang dengan berbata-bata.


"Kenapa sampai disini?" tanya Brian menaiki satu alis matanya.


"Ya kata guru BK, gue bersihkan semua toilet." Jawab Bintang.


"Kenapa sampai kaya gini?" tanya Brian.


"Bulan tuh yang salah..." Jawab Bintang yang menyalahkan Bulan.


"Gak usah nyalahin dia, pasti lo kan yang cari masalah?" tanya Brian yang membentak Bintang sambil berjalan maju membuat Bintang jalan mundur.


"Ngg-ngga kok, lho kok lo nyalahin gue? lo suka kan sama Bulan makanya lo belain dia?" tanya Bintang sembari memberi tatapan menantang.


"Iya... Gue suka sama dia... Apa lo? mau nantangin gue?" Tanya balik Brian sambil senyum licik.


Deg...


Bintang pun terdiam, raut wajahya pun berubah menjadi kecewa. Air matanya tiba-tiba saja keluar dengan sendirinya.


Bintang pun menelan salivanya mendengar hal itu dari mulut Brian sendiri. "Puas lo? bisakan jangan ganggu dia?" tanya Brian yang menahan emosi.


Bintang pun tertunduk lalu kembali menatap wajah Brian. "Gak... Gue belum puas, gue bakalan ganggu dia terus dan ganggu hubungan kalian." Jawab Bintang sambil senyum licik.


Entah kenapa tangan Brian tidak tahan lagi. Brian rasa ingin menatap wajah Bintang. Tapi dia tahankan niatnya, dan masih sadar jika di depannya adalah wanita.


"Hahaha... Gue tunggu balasan dari lo...!" Ujar Brian lalu pergi dari WC.


"Aaarrggghhh...." Pekik Bintang sembari menutup telinganya.


Siswa yang ingin masuk dalam WC pun mendengar suara jeritan Bintang. Sontak saja siswa itu langsung masuk dalam WC itu.


"Eeehh... Kenapa nih? kenapa duduk di situ? ayo berdiri!" ucap siswa itu yang sedikit ketakutan, dan mengira jika Bintang sedang kerasukan.


"Hiks... Hiks... Arrghhh..." Pekik Bintang sambil menangis.


Siswa itu pun membantu Bintang bangkit, saat mau berdiri. Bintang malah pingsan dan membuat siswa itu makin panik.


"Aduh... Gimana nih?" tanya dirinya yang kebingungan.


Siswa itu pun mengangkat badan Bintang dan membawanya keluar. Saat keluar, mereka malah dapat fitnah.


...***...


...DI KELAS BRIAN...


Brian duduk di kursi sembari mengetuk-ngetuk meja. Brian menahan amarah dengan cara seperti itu.


Wajah yang memerah terlihat jelas jika ia sedang marah. Jhordan yang menyadari itu pun bertanya.


"Brian... Lo kenapa? lo habis marahkah?" tanya Jhordan sambil menatap wajah Brian.

__ADS_1


Brian pun menoleh ke arah Jhordan. "Nggak" jawab singkat Brian.


"Wajah lo merah banget tahu gak sih, kaya hulk merah..." Ujarnya sembari cengengesan.


"Hmmm..." Dehem Brian.


"Kalau lo ada masalah bilang dong..." Ucap Jhordan.


"Gue gak punya masalah." Jawab Brian meraih pulpenya untuk ia mainkan.


"Itu wajah lo merah banget tahu gak sih, coba deh lo ngaca. Kebetulan gue bawa kacanya emak gue pas dia pergi ke arisan nih." Ujar Jhordan sembari menyodorkan cermin kecil.


Ibunya Jhordan be like:


["Aduh... Di mana ya cerminku?" tanya sendiri ibu Jhordan sembari mengusai-ngusai tas nya.]


"Untuk apaan bawa kaca?" tanya Brian yang kebingungan.


"Ya biar gue bisa nge-cek kan gue cakep apa gak..." Jawab santay Jhordan.


"Cermin lo gue sita..." Ujar Brian mengambil cermin dari tangan Jhordan.


"Ehhh... Lo ya... Jangan di ambil itu punya emak gue." jawab Jhordan sambil merebut cermin ibunya dari tangan Brian.


"Lo tahu kan, kalau di sekolah kita tidak di bolehkan bawa barang-barang yang bukan untuk belajar. Nah... Gue yang ketua osis harus sita cermin lo." Ujar Brian lalu memasuki cermin milik ibu Jhordan dalam tas nya.


"Iiihhh lo mah... Ntar gue kena marah, gimana?" tanya Jhordan memelas.


"Bodo amat, itu mah DL..." Jawab Brian lalu melihat ke arah ke depan.


"Awas lo ya..." Ancam Jhordan dengan ketus.


...***...


Lonceng pun berbunyi semua siswa dan siswi keluar dari kelasnya untuk pulang. Brian dan Bulan sudah berada di parkiran sekolah.


"Nih pakai helm nya..." Ucap Brian memberi helm ke arah Bulan.


"Oh iya..." Jawab Bulan mengambil helm dari tangan Brian.


"Hmmm Brian... Bintang tadi kenapa bisa pingsan ya? jangan-jangan dia kecapekan?" tanya Bulan.


Brian yang mau menaiki motor pun kembali menuruni kakinya. Dan menoleh ke arah Bulan dengan tatapan terkejut.


"Hah? apa?" tanya Brian yang terkejut


"Kamu gak tahu ya?" tanya balik Bulan.


"Di-di mana dia sekarang?" tanya Brian yang panik.


"Dia masih di UKS, belum sadar. Tadi udah ngehubungi ayahnya tapi ayah nya di angkat telponnya." Jawab Bulan.


Brian pun langsung berlari menuju UKS.

__ADS_1


...*~*~*...


Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!


__ADS_2