
Pagi hari...
Hari ini, hari siswa dan siswi mulai masuk sekolah. Brian pergi bersama Bulan berangkat sekolah.
...••••selamat membaca••••...
...🍁🍁🍁...
...*...
...*...
...*...
Sesampai mereka di sekolah, Bintang menatap tajam ke arah Bulan. Bulan yang bingung hanya bisa tersenyum.
'Bintang kenapa ya? kok natapnya sangar banget.' Gumam Bulan sambil jalan menunduk.
"Oi... Gue langsung ke kelas ya. Bye..." Ucap Brian lalu pergi menuju ke kelasnya bersama teman kelasnya.
Bintang pun mendekati Bulan yang berjalan nunduk. "Sini lo culu..." Panggil Bintang sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
Bulan pun berjalan ke arah Bintang. 'Tetap santay, Bulan... Tetap santay... Ingat apa kata Brian tadi malam. Huuffff...' Gumam Bulan.
"Ada apa, Bin?" tanya Bulan menaiki satu alis matanya.
"Udah ubah penampilan ni yahh, pasti karena Brian kan? biar Brian suka sama lo?" tanya Bintang sambil smirk.
"Ngg-nggak kok... Kamu kenapa tiba-tiba ngomongnya gitu. Ya suka-suka aku dong mau ubah penampilan apa nggak. Itu bukan urusan kamu, gak ada sangkutannya sama Brian." Jawab Bulan dengan raut wajah kesal dengan nada yang santay.
"Eeehh lo ya, berani lo ama gue? dasar biadab lo jal*ng." Ujar kesal Bintang sembari menarik rambut Bulan.
"Aaarrgghh sakit... Lepasin..." Pekik Bulan kesakitan sambil menyakar tangan Bintang.
Perkelahian itu pun mengundang banyak orang yang nonton. Ada yang mendukung Bulan ada juga yang mendukung Bintang.
Dan pada akhirnya guru BK pun datang menghampiri keramaian itu. "Heh... Heh... Ada apa ini? kenapa berantem?" tanya guru BK sambil memisahkan Bintang dan Bulan.
"Dia yang duluan pak yang cari masalah..." Jawab Bintang menahan emosi.
"Gak usah membalikkan fakta kamu ya, kamu yang duluan ngejambak rambut aku. Malah aku pula yang kamu tuduh." Potong Bulan yang tidak mau di salahkan.
"Udah-udah... Kalian berdua ikut bapak ke Ruang BK." Ujar guru BK.
"Baik pak..." Jawab kompak Bulan dan Bintang.
"Hahaha masuk BK, rasain lo pada..." ~Siswa dan Siswi.
"Hati-hati nanti masuk buku hitam nanti lho..." ~Siswa dan Siswi.
Bulan dan Bintang hanya tertunduk dan mengikuti jalan guru BK.
Di kelas Brian...
"Gel... Nanti lo ke rumah gue ya, gue mau ngerayain ulang tahun gue." Ucap teman sekelas Brian yang melainkan sepupu Bintang.
"Cieee... Ada yang mau ulang tahun nie..." Jawab Brian sambil nyagilin temannya itu.
__ADS_1
"Iya nih, makin tua aja gue. Hahahaha..." Ujar teman Brian.
"Jam berapa nanti rayainnya?" tanya Brian sambil menyender di dinding.
"Nanti malam jam XX.XX, datang nanti ya. Ajak yang lain juga, biar ramai rumah gue. Makin ramaikan makin banyak hadiah gue." Jawab teman sembari menyengir.
"Kira-kira makan pembuka sama makan penutupnya apa?" tanya Brian sambil senyum.
"Kalau pembukaan minum anggur merah, tapi gak ada kadar alkohol." Jawab temannya.
"Hmmm kalau anggur merahnya ada kandung alkohol. Gue gak bakal minum tu minuman." Ujar Brian.
"Lah kenapa? biasanya juga lo minum wine." Jawab temannya.
"Gue udah tobat... Mau fokus ama agama gue." Ujar Brian sembari menyatukan kedua telapak tangannya.
"Dih... Ntar juga di ulangin..." Jawab temannya.
Di saat mereka sibuk mengobrol, keramaian pun lewat di depan kelas mereka membuat mata mereka beralih ke ramaian itu.
"Ada apaan tu?" tanya Brian yang sontak langsung berdiri.
"Nggak tahu, lihat yuk. Jadi kepo gue..." Jawab temannya yang ikut berdiri.
"Ooohh yaudah ayo..." Ajak Brian.
Saat mereka mendekati, ternyata itu adalah Bulan dan Bintang yang di bawa ke ruang BK. 'Ada masalah apa lagi nih? pasti Bintang yang cari masalah...' Gumam Brian.
"Ehhh... Itu si Bintang kenapa lagi?" tanya teman Brian.
"Gue nggak tahu..." Jawab Brian dengan wajah terlihat dingin.
"Oh oke"
Brian dan temannya itu pun kembali ke kelas. Brian berjalan dengan keadaan yang sangat geram.
Nama teman Brian adalah Jhordan. Teman sekelas Brian, yang sangat akrap dengan Brian. Sifat yang juga nakal seperti Brian tapi tidak terlalu menyukai wanita melainkan lebih menyukai sesama jenisnya.
Pov Brian...
Aku belum memperkenalkan temanku kepada kalian. Perkenalkan dia Jhordan, teman sekelasku.
Dia nakal, nakalnya sama seperti aku. Dia seorang pria biseksual, yang menyukai lawan jenisnya dan sesama jenis. Aku pernah di tembak dia, aku yang mendengarnya pun sangat kaget.
Aku masih normal dan aku langsung menolaknya. Aku menganggapnya sebagai teman saja.
Flashback on.
"Lo mau gak jadi pacar gue?" tanyanya sembari memberi satu tusuk cilok.
Aku yang mendengarnya langsung kesedak cilok. "Uhuk... Uhuk... Gila lo ya, lo kira gue gay?" tanyaku yang kaget sembari menghindar darinya.
"Yaelah... Sekali-sekali gak apa lah jadi gay, entar juga terbiasa." Jawabnya sambil memutar lidi cilok tadi.
"Idih... Sampai akhirat juga gue gak bakal jadi gay." Ujar jijikku.
"Please deh... Sekali ini aja, entar juga ketagihan." Mohonnya sambil memelas kasihan.
__ADS_1
"Nggak" jawab singkatku lalu pergi darinya.
Flashback off.
Ya semenjak kejadian itu, kami sekarang hanya jadi teman. Walaupun aku memberi jarak darinya.
Dia sedikit mesum, hanya mesumnya saja membuatku risih.
Flashback on.
Aku yang sedang mandi tiba-tiba dia menyelonong masuk dalam kamar mandi membuatku jerit.
"Aaarrgghhh keluar lo bangs*t..." Jeritku sembari melempar sower ke wajahnya.
"Cuma lihat doang kok gak gue perkosa juga." Jawabnya yang mencoba mendekatiku.
"Brengsek... keluar gak lo. KELUAR.... Arrgghhh"
Flashback off.
Sungguh memon yang sangat memalukan. Kenapa aku punya teman seperti dia ya? hmmm tapi tidak apa yang penting punya teman.
...***...
...DI RUANG BK...
"Kenapa kalian bikin keributan? kalian sadar kalau kalian itu perempuan? apa kalian gak malu di lihat sama teman-teman kalian?" tanya guru BK.
Bulan dan Bintang pun mengangguk tunduk. "Kamu Bintang... Kamu itu anggota osis, bukan gini caranya kalau jadi anggota osis. Kamu juga Bulan... Saya sudah menilai kamu itu siswi yang baik lho. Ternyata.... Seperti ini sifat kamu di luar?" tanya guru BK sambil geleng-geleng kepala lihat perilaku Bulan dan Bintang.
"Dia duluan pak yang cari masalah..." Jawab Bulan dengan nada memelas.
"Gak ada bantahan, Bulan... Saya sudah tahu sifat asli kalian. Gak berbobot sekali... Bikin malu SMA XXXX." Ujar guru BK.
"Maaf pak..." Jawab kompak Bulan dan Bintang.
"Kalian berdua saya beri hukuman, Bintang membersihkan semua toilet. Kalau Bul...." Ucapan guru itu yang terpotong oleh ucapan Bintang.
"Lho pak, masa saya bersihin toilet? gak mau ah pak, toilet kan kotor." Potong Bintang dengan nada jijik.
"Atau kamu di keluarkan dari SMA ini? ayo pilih yang mana?" tanya guru BK itu.
Bulan yang mendengar itu pun menahan tawa. Sedangkan Bintang jantungan mendengar ancaman dari guru BK.
"Ya-yaudah pak, saya bersihin toilet aja." Jawab Bintang dengan nada takut.
"Yasudah, pergi sana. Kalau kamu Bulan. Bersihkan semua kelas mulai dari sini sampai di kelas ujung sana. Cepat laksanakan..." Perintah guru BK.
"Siap pak..." Jawab kompak Bintang dan Bulan.
Bintang pun menatap ke arah Bulan dengan tatapan tajam. Sedangkan Bulan hanya balas senyum licik.
'Awas lo ya... Dasar culun, habis lo gue buat...' Gumam Bintang sambil mengigit giginya.
'Bintang... Bintang... Coba deh kalau kamu gak cari masalah duluan, mungkin gak gini ceritanya.'
...*~*~*...
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!