Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku

Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku
CHAPTER 05


__ADS_3

Di sebrang sana, Ibu Brian terdiam dan tidak mengerti apa yang di katakan oleh ayah Brian. Yang ada di benak ibu Brian saat ini adalah "Brian sudah tidak ada di tangan ayah Brian" yang ibu Brian mengira jika Brian menghilang.


...••••selamat membaca••••...


...🍁🍁🍁...


...*...


...*...


...*...


"Astaga... Gak mungkin!" ucapnya sambil menutup mulut.


"Brian hilang... Aaahh ini gak mungkin terjadi! Brian...." Lanjutnya lalu mengeluarkan air matanya.


Dari belakang, suami ibu kandung Brian mendengar suara isakan ibu Brian. Ia pun mendekati sang istri yang sedang menangis.


"Hmmm sayang... Kamu kenapa?" tanya ayah tiri Brian sambil megang pundak ibu Brian.


"Aaahhh ternyata kamu... Aku tidak apa-apa!" jawab ibu Brian lalu mengapus air matanya.


"Kamu nangis... Coba ceritakan semua itu sama aku! kamu kenapa?" tanya ayah tiri Brian lalu mengajak ibu Brian duduk di sofa.


"Aku benar-benar tidak apa-apa, kamu baru pulang ya?" tanya balik ibu Brian.


"Tidak usah mengalih pembicaraan, kamu kenapa? kenapa kamu menangis?" tanya ayah tiri Brian dengan tatapan yang serius.


"Anakku..." Jawab ibu Brian yang terpotong.


"Tidak usah mikirin dia! aku juga sudah bilang sama kamu. Kamu pikir saja anak kita, anak kita saja belum benar kamu urus. Kamu malah mikirin anak kamu yang sudah lama emang tidak pernah diurus. Bagiku dia sangat tidak penting! tidak usah mikirkan dia lagi, itu juga kamu lagi hamil!" ujar ayah tiri Brian yang memotong pembicaraan ibu Brian.


"Dia juga anak aku, anak kandungku!" jawab ibu Brian kembali mengeluarkan air matanya.


"Sudahku bilang... Tidak usah bahas dia di depan aku" ucap Ayah tiri Brian dengan raut wajah yang tidak suka.


"Yasudah, tapi sekali ini biarkan dia tinggal di rumah kita ya. Sekali ini saja, aku sudah lama tidak bertemu dengan dia!" jawab ibu Brian dengan raut wajah yang memohon.


"Tidak!" jawab singkat ayah tiri Brian, lalu pergi menuju ke kamar.


Ibu Brian hanya bisa menangis, ya sudah terbiasa dengan sikap dingin sang suami. Sifat suaminya sangat egois, yang suka marah-marah. Masalah pasti selalu di bawa emosi dan memain fisik.


'Kapan aku bisa liat wajah Brian?' gumam ibu Brian.


...***...


Malam hari...


Di malam hari, semua anak muda. Yang single maupun yang sudah memiliki pasangan. Semuanya pergi untuk menghiburi diri mereka masing-masing.


Ada yang pergi ke kafe, club, taman, dan sebagainya. Bulan yang hanya bisa duduk meringkuk di atas ranjangnya sambil mendengar lagu favoritnya.


Itulah yang sering di lakukannya, mendengar lagu dan membaca buku ilmu maupun novel. Sudah menjadi hobby nya sehari-hari.


Hal yang tidak pernah di duga oleh Bulan. Brian tiba-tiba memberi pesan WhatsApp kepada dirinya, membuat Bulan sedikit senang dan bingung.


...[Isi Chat WhatsApp]...


Brian: "P"


Bulan: "Iya"


Brian: "...."


Bulan: "Hmmm Brian, tumbenan banget ngechat sama Bulan?"


Brian: "Gak boleh?"


Bulan: "Boleh banget malahan, Bulan seneng banget dapat temen chat. Jadi bisa nemenim malam Bulan lewat Chat."


Brian: "Oh... Gue gak nanya lo senang atau nanyain siapa yang nemenin lo sekarang!"


Bulan: "Hehehe maaf😅..."


Brian: "???"


Bulan: "???"


Brian: "Lo ngapain ngikuti gue 🙄 ?"


Bulan: "Hehehe maaf, soalnya bingung mau bales apa😅"


Brian: "Yaelah, gue kayak gitu tandanya kode. Aturannya lo ngerti apa maksud gue_-"


Bulan: "Memangnya, maksud kamu apa?"


Brian: "You stupid!!!! ya cari topik lain lah, aaah ni anak lama-lama naik juga nih tensi gue"


Bulan: "Hehehe maaf😅"


Brian: "Dari tadi deh, lo jawabnya hehehe maaf. Gak ada kata-kata yang lain apa selain itu?"


Bulan: "Ada kok"


Brian: "Apa tuh?"


Bulan: "I Love You😘"


Bulan: [Terakhir dilihat hari ini pukul XX.XX]


Brian: [Hanya membaca pesan]


...[Chatan terakhir mereka]...


Bulan pun menutup wajahnya dengan menggunakan bantal saking malunya dengan tinggkahnya. "Aaarrggghhh apa yang barusanku bilang ke dia?" jerit Bulan kesenangan.


...***...


...DI KAMAR KOS BRIAN...


Di dalam, Brian hanya senyum sendiri membaca Chat Bulan. "Aaahhh gila emang nih orang! please deh Brian... Jangan baperan napa?" tanyanya kepada dirinya sendiri sambil senyum.


Membaca pesan dari Bulan, membuat Brian menjadi senyum-senyum sendiri. Walaupun dia berusaha untuk tidak tersenyum. Jika ia kembali membayangkan isi chat itu. Mungkin saja dia kembali tersenyum sendiri.


"Jangan baperan deh Brian.... Please lah.... Lo baperan banget jadi cowok! jadi cowok itu yang cool dong." Ucapnya sambil senyum sendiri.


Brian pun membalas pesan WhatsApp Bulan yang hanya terbaca saja.


...[Kembali Chatan]...


Brian: [Membalas pesan (sedang mengetik)]


Brian: "Sayangnya gue gak cinta sama lo😌"


Bulan: [Onlie]


Bulan: "Hahaha iya sudah tau kok, kamu memang gak cinta sama aku😅 mana ada orang mau pacaran sama aku, jangan pacaran. Suka saja mungkin gak ada😄"


Brian: "Yakin lo, gak ada yang suka sama lo?"

__ADS_1


Bulan: "Memangnya siapa ya? aku gak tau tuh"


Brian: "Ya lo cari tau aja sendiri😆😝"


Bulan: "Hmmm kira-kira siapa ya? jangan-jangan...."


Brian: "Jangan-jangan siapa?"


Bulan: "Hehehe ada deh😝...."


Brian: " 🙄 Hmmm"


Bulan: "Kamu kenapa?"


Brian: "Nggak"


Brian: [Terakhir dilihat hari ini pukul XX.XX]


...[Terakhir Chatan mereka]...


Brian pun terdiam dan mematikan ponselnya. "Kira-kira tu anak, siapa yang suka sama dia ya? apa dia tau siapa yang suka sama dia?" tanya sendiri Brian yang berbicara sendiri.


Brian pun jadi penasaran siapa yang menyukai Bulan saat ini sampai dia mengetahui siapa yang menyukai dirinya.


Entah kenapa saat ini perasaan Brian jadi aneh. Sedikit menjanggal di dalam pikirannya.


"Ada apa dengan perasaan gue?" tanya dirinya sendiri sambil mengerutkan dahinya.


Yang ada di benak Brian saat ini adalah, Brian menyukai Bulan. "Aaarrggghhh gue benci dengan pikiran gue!" ucapnya sambil mengacak rambutnya.


"Ya tuhan... Jangan sampai!" lanjutnya sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.


"Huuufff please tetap cool!" ucapnya dengan percaya diri.


...***...


...DI KAMAR BULAN...


"Hmmm dia kenapa ya?" tanya sendiri, Bulan.


Bulan pun tersenyum lalu kembali menutup mata dengan bantal. "Jangan bilang dia cemburu..." Lanjutnya dengan percaya diri.


...***...


...DI KAMAR BINTANG...


Sekarang ini Bintang memegang ponselnya. "Kira-Kira, Brian lagi ngapain ya?" ucapnya sendiri.


"Telpon Brian aahh..." lanjutnya lalu menghubungi Brian.


...[Dalam telpon]...


"Hallo Brian... Kamu lagi apa? sibuk gak?" ~Bintang.


"Nggak nih, kenapa emang?" ~Brian.


"Jalan malam yuk, di rumah sepi banget... Ya jadi pengen keluar aja gitu untuk ngilangi bosan!" ~Bintang.


"Hmmm yaudah... Gue ganti baju dulu, lo siap-siap aja dulu. Nanti gue jemput lo di rumah..." ~Brian.


"Oke gue siap-siap ya! dah sampai jumpa" ~Bintang.


...[Telponan berakhir]...


Bintang pun meloncat senang lalu ia membuka lemari dan mencari baju yang ingin ia pakai untuk berjalan-jalan bersama Brian.


Bintang pun mengambil baju be-rok pendeknya. "Hmmm kayaknya cocok deh!" ucapnya sendiri lalu menukar baju.


...***...


...DI KAMAR KOS BRIAN...


Seperti itu juga dengan Brian yang sibuk mau memakai pakaian apa untuk berjalan-jalan bersama Bintang.


"Baju apa ya... Yang cocok?" Tanya Brian sendiri.


Brian pun menemukan pakaian yang cocok dengannya. Brian pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Sesudah itu ia pun keluar dari kamar kos. Saat ia keluar, rombongan laki-laki yang ribut dengan Brian pun ada di depan pintu kaman kos Brian.


GLEK


Brian pun terpana melihat ke rombongan mereka. Brian pun menelan salivanya. 'Ada apa lagi nih?' gumam Brian dalam hati.


Brian pun berusah tetap tegar dan biasa saja. Brian pun berjalan di depan mereka dengan santay tanpa sedikit pun melihat ke arah mereka.


"Woi bocah... Sini lo!" panggil pria yang tadi ribut sama Brian.


Jalan Brian pun terhentikan, lalu menoleh kearah mereka. "Panggil aku?" tanya Brian sedikit deg-degan.


"Ya iyalah... Siapa lagi kalau bukan lo..." Jawab pria itu lalu mendekati Brian.


'Hadeh... Please deh, jangan mencari masalah lagi. Gue udah diem ini mah, masih juga belum bosannya gangguin gue!' gumam Brian lalu ikut berjalan ke arah pria itu seolah-olah menantang.


"Ck... Kalau jadi bocah jangan sok keras... Udah bocah sok tegas pula lagi!" ucap pria itu sambil senyum licik.


"Hmmm sok tegas? bagiku biasa aja tuh, gak ada tegas-tegasnya!" jawab Brian sambil tersenyum.


"Entah kenapa gue jadi muak liat wajah lo..." Ujar pria itu sambil mendorong kepala Brian dengan menggunankan satu jari.


"Kalau muak jangan di liat boss!" jawab Brian sambil meninju pelas dada pria itu.


"Lama-lama gue bunuh juga lo ya!" ucap pria itu yang emosi.


Brian yang malas meladani pria itu pun langsung pergi meninggalkan pria itu tanpa menjawab ucapannya.


Brian turun dari lantai kos dengan lewat melalui anak tangga.


Sampai di bawah, Brian pun pergi mengambil motornya. Dan pergi untuk menjemput Bintang.


...***...


...DI RUMAH BINTANG...


"Iihhh Brian mana sih? kok belum datang juga sih? aaahh dia lemot banget!" ucap kesal Bintang sambil menghentakkan kakinya di atas tanah.


Bintang dari tadi menghubungi Brian tapi Brian tidak mengangkan telfonnya. "Iiihhh Brian kebiasaan banget, kalau mau ngapa-ngapain pasti lama! jadi kesal deh sama dia." Lanjutnya yang sudah kesal.


Beberapa menit kemudian, Brian pun datang. "Iiihhh lo dari mana aja sih hah? kok lama banget?" tanya ketus Bintang sambil melipat tangannya di dada.


"Ya maaf" jawab Brian sambil senyum, saat Brian menoleh kearah Bintang.


Brian pun terpana melihat penampilan Bintang yang saat ini sangat terlihat sangat sexy padahal umurnya belum cukup untuk memakai pakaian seperti itu.


"Eeeehh... Gila emang pakaian lo, sexy bener!" ucap Brian sambil menatap Bintang dari bawah sampai atas.


"Kenapa lo suka sama penampilan gue?" tanya Bintang yang senang sambil nyengir gigi.


"Hmmm lo mau godain gue? mentang-mentang ini malam ya, jadi lo malah seenakan begini!" jawab Brian sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Aaahhh ya maap... Terlalu sexy ya?" tanya Bintang dengan nada menggoda.


"Ya biasa aja sih... Cuma gak cocok aja ama usia lo, kek tante-tante tau gak sih..." Jawab spontan Brian sambil senyum nakal.


"Iiihhh lo ya... Au ah gak jadi jalan-jalannya! gue mau masuk dulu, bye..." ujar ketus Bintang yang merajuk sambil menghentak kakinya di tanah.


Brian hanya tertawa, bukannya menarik tangan Bintang dan membujuknya. Bintang pun menghentikan jalannya dan menoleh ke belakang.


"Lo gak niat bujuk gue?" tanya Bintang yang kesal.


"Ya kalau lo nya ngambekan ya gue langsung pulang..." Jawab sepele Brian sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


Bintang pun kembali di posisi Brian. Lalu menaiki motor Brian. "Ayo kita berangkat!" ajak Bintang yang masih kesal.


"Lah... Kata gak jadi!" jawab Brian sambil terkekeh geli.


"Ya... Gue mau cari udara segar di luar. Gue lagi panas mau cari angin malam!" ujar kesal Bintang.


"Hahaha... Ini pakai helm, nanti ketangkap polisi..." Jawab Brian sambil memberi helm.


"Hmmm..." Dehem Bintang sambil memberi tatapan kesal.


Bintang pun memakai helm yang di berikan oleh Brian. Saat Bintang sudah selesai memakai helm. Bintang hanya duduk di paling ujung dan tidak mau memegang pinggang Brian.


"Sudah belum? kita langsung berangkat nih!" ucap Brian memberi aba-aba.


"Yaa..." Jawab singkat Bintang.


Saat Brian mengegas motornya, Bintang hampir kejungkit dengan refleks. Bintang memeluk Brian, Brian yang risih pun menepis tangan Bintang.


"Iiihhh lo ya... Lepasin tangan lo dari badan gue, gak usah cari kesepatan lo ya..." Ucap kesal Brian menepis tangan Bintang.


"Iiihh... Lo yang cari kesepatan, lo sengajakan ngegas biar gue ketunggit..." Jawab Bintang tidak kalah besarnya suaranya dengan suara Brian.


"Wah... Wah... Wah... Cari masalah ni orang ya..." Ujar Brian sambil membalik badan ke arah Bintang.


"Lah lo duluan yang cari masalah..." Jawab kesal Bintang lalu turun.


"Dah lah... Gue gak jadi jalan-jalan... Kesal banget gue sama lo!" ujar kesal Bintang lalu pergi masuk ke dalam rumahnya.


"Yaudah... Gue mah ya bodo amat!" jawab Brian lalu pergi.


Mereka yang kesal seperti pacaran yang saling marah. Saat di tengah jalan, Brian mengingat Bulan. Merasa bosan berada di kos saja. Brian pun pergi ke rumah Bulan untuk mengajak jalan-jalan.


'Apa gue ajak aja si culun bisu itu? hmmm kira-kira bapaknya boleh gak ya?' gumam Brian.


Brian pun bergegas ke rumah bulan. Sampai di sana, Brian pun mengetuk pintu rumah Bulan. "Bulan... Bulan... Bulan... Keluar yuk!" ajak Brian sambil berteriak dari lewat pagar.


Ayah Bulan pun keluar sambil memberi tatapan tajam. "Mau cari siapa?" tanya ayah Bulan dengan nada dingin.


"Saya cari Bulan om..." Jawab Brian sedikit menunduk.


"Oh... Bulan gak boleh keluar malam-malam! dia banyak pekerjaan yang harus di kerjakan..." Ujar ayah Bulan lalu menutup pagar rumahnya.


Brian pun hanya terdiam membatu. Ia pun mengepal kesal tangannnya. 'Masih untung lo bapaknya Bulan... Kalau bukan sudah habis gue skak lo!' gumam kesal Brian.


Brian pun langsung pulang dengan keadaan yang kesal. 'Hari ini kesal banget gue...' Gumam Brian.


Sampai di kosan, Brian langsung menaiki anak tangga. Dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Huwaaa... Kesal banget gue!" jeritnya sambil menendang barang di depannya.


Brian pun langsung ke ranjangnya dan merebahkan badannya diatas ranjang.


...***...


Pagi hari....


...DI RUMAH BESAR BRIAN...


Saat ini ayah kandung dan ibu tirinya Brian sedang menyantap sarapa pagi mereka. Terdengar sangat hening di meja makan.


Ayah Brian sedang memikirkan kondisi Brian saat ini. Bagaimana pun dia, dia adalah ayah kandung Brian.


Pasti dia akan khawatir dengan kondisi Brian yang memiliki penyakit dalam yang mematikan.


'Hmmm ini waktunya dia periksa dirinya ke rumah sakit. Kira-kira dia sudah berada di rumah sakit gak ya?' gumam ayah Brian.


Ibu tiri Brian yang menyadari suaminya sedang melamun, langsung membuyarkan lamunan suaminya.


"Mas... Kamu mikirin apa? kok melamun?" tanya ibu tiri Brian menghentikan makannya.


"Hmmm nggak... Mas gak mikirin apa-apa kok!" jawab ayah Brian yang lamunannya terbuyar.


"Kayak nya ada yang kamu pikirkan deh! kamu mikirin apa?" tanya ibu tiri Brian sambil mengelus tangan ayah Brian.


"Aku gak mikirin siapa-siapa kok... Sudahlah, makan aja gak usah nanya..." Jawab ayah Brian melanjutkan makannya.


'Mas... Aku yakin, pasti ada yang kamu pikirkan! jujur aja sih mas...' Gumam ibu tiri Brian sambil menatap lekat wajah sang suami.


...***...


...DI KAMAR KOS BRIAN...


Saat ini Brian baru bangun tidur, ia pun menoleh ke gorden yang tertiup angin. Brian melihat ke arah jam dindingnya yang sudah memasuki pukul jam 8 pagi.


Brian pun merenggangkan badannya. Brian pun bangkit dari tidurnya lalu duduk dan melamun ke arah depan. Itu sudah biasa di lakukan semua orang. Belum mengumpulkan jiwanya pasti akan melamun setelah bangun tidur.


Dengan rambut yang sedikit acak-acakan. Mata yang terlihat sembab karena baru bangun tidur membuat matanya makin sipit.


"Huwaaa..." Brian yang menguap sekaligus merenggangkan badannya.


Brian langsung berdiri dan membuka gorden. Matahari pagi pun masuk menyinari kamarnya lewat sela-sela jendela.


Tidak lupa Brian membersihkan tempat tidurnya. Dan setelah itu Brian membersihkan badannya.


Beberapa menit kemudian...


Brian pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah bersih. Sesudah ia memakai pakaiannya, Brian mengambil sisa obatnya dan pergi ke rumah sakit untuk meriksa kondisi badannya.


"Huuufff... Semoga aja kondisi badan gue mulai membaik!" ucapnya sendiri sambil mempenjam mata sekaligus berdo'a.


Brian langsung pergi ke rumah sakit, saat ia keluar. Di luar terlihat sangat sepi. "Sepi banget... Pasti pada masih tidur!" ucapnya lalu berjalan ke bawah melewati anak tangga.


Sampai di bawah, beberapa anak kos sedang berolah raga di depan rumah kos. "Pagi kak..." Sapa Brian sambil tersenyum.


"Oh... Hay pagi juga... Anak muda mau kemana nih?" tanya salah satu dari mereka.


"Mau ke rumah sakit kak, sekalian mau cari sarapan!" jawab Brian sambil senyum.


"Lho kamu sakit?" tanya kompak mereka.


"Hahaha nggak kok, cuma mau periksa aja. Siapa tau punya pernyata ye kan..." Jawab Brian sambil terkekeh kecil.


"Ooo kirain kamu sakit, oke semangat!"


...*~*~*...


Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!

__ADS_1


__ADS_2