Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku

Bulan Yang selalu Menyinari Waktuku
CHAPTER 25


__ADS_3

"Udah iiihh... Kok malah ribut, kaya gak ada yang di bahas aja deh." Ucap kesal Bintang.


...••••selamat membaca••••...


...🍁🍁🍁...


...*...


...*...


...*...


"Dia noh yang duluan..." Jawab kesal Fadli.


"Lah... Kok gue? kan gue cuma menceritakan kalau gue waktu kecil imut. Lah lo nya aja yang iri karena gue lebih ganteng." Ujar Jhordan.


"Udah-udah... Lanjutin aja deh makannya." Jawab ketus Bintang.


"Iya-iya..." Ujar Fadli.


'Kayanya ini orang udah mulai deket nih.' Gumam Jhordan sambil senyum.


...***...


Teng... Teng... Teng...


...DI KELAS BRIAN...


Brian sudah berada di kelas, ia membaca buku sambari menghafal. Jhordan yang baru datang dari kantin langsung menghampiri Brian yang sedang menghafal.


"Oi beb... Kaya nya mereka mulai deket deh." Ucap Jhordan membisik di telinga Brian.


Brian pun menghentikan kegiatannya. Lalu menoleh ke arah Jhordan. "Siapa?" tanya bisik Brian.


"Itu si Fadli sama si Bintang... Mulai deket lho." Jawab Jhordan sambil senyum nakal.


"Ya pastilah, kan mereka mau merencanakan untuk memisahin gue sama si Bulan..." Ujar Brian melanjutkan kegiatannya.


"Tapi tadi itu sosweet banget tahu gak sih..."


Flashback on.


Tadikan gue ama tu orang lagi jalan bareng. Nah si Bintang di tengah-tengah gue sama Fadli. Mereka itu akrap banget ngomong nya sampai gue jadi nyamuk. Karena gue udah gak tahan, ya gue langsung dorong Bintang dengan pinggul gue. Dia nya jatuh, si Fadli refleks banget tahu gak sih nahan badan Bintang.


Flashback off.


"Nah gitu ceritanya..." Ucap Jhordan.


"Hmmn pinter juga lo ya, kaya gitu aja terus. Sampai mereka berdua saling suka terus gak ganggu gue lagi." Jawab Brian sambil senyum nakal.


"Siap boss..."


Guru yang mengajar pun datang pada jadwalnya. Saat Jhordan melihat guru yang masuk dalam kelasnya. Ia pun baru ingat jika ada ulangan harian hari ini.


'Gile... Gue baru tahu kalau sekarang ada ulangan, mati deh gue.' Gumam Jhordan.


Jhordan pun menoleh ke arah Brian. 'Mau gak mau tu orang harus kasih tahu gue apa jawabannya.' Gumam Jhordan yang panik.


"Siap gerak.... Beri salam kepada kepada ibu guru kita...." Ucap Brian yang berdiri.


"Selamat siang bu..." ~All.

__ADS_1


"Selamat siang, kita hari ini ada ulangan kan? nah cepat simpan buku kalian..." Ucap guru itu.


Semua murid menyimpan buku mereka. Sedangkan Jhordan terburu-buru membaca buku. "Jhordan, tidak ada lagi waktu untuk membaca buku. Cepat simpan buku kamu." Tegur guru.


"Aaaahh i-iya bu.." Jawab Jhordan yang menoleh ke Brian dan memberi kode kepada Brian.


Brian pun mengangguk saat mengerti kode Jhordan.


Soal ulangan pun sudah di berikan, Brian pun menendang kertas ke arah Jhordan. Dan begitulah seterusnya.


Saat guru itu menilai kertas jawaban para murid, ia pun bingung dengan kertas jawaban Brian dan Jhordan.


"Brian... Jhordan... Kok jawaban kalian sama?" Tanya guru itu.


"Aduh bu... Kan ibu kasih soalnya sama, pastinya sama dong bu jawabannya. Iiihh ibu aneh pertanyaannya." Jawab Jhordan yang tidak mau di salahkan.


Brian hanya senyum sambil menyender di dinding. "Hmmm pinter kamu ngejawab kata ibu." Ujar ibu guru.


"Lah kan ibu bertanya, apakah saya salah bu?" tanya Brian.


Guru itu hanya ngerutu dalam hati. Sedangkan Jhordan mengedip mata ke arah Brian.


Teng... Teng... Teng...


Ini adalah waktunya semua siswa di SMA XX untuk pulang. Dan ini juga waktunya Jhordan beraksi. Sedangkan Brian dan Bulan sudah berada di parkiran.


...***...


...DI PARKIRAN...


Brian pun memakaikan helm ke Bulan. "Ayo kita pulang... Eemmm nanti kita jalan-jalan yuk, kalau gak ke cafe. Ayo dong mau..." Ajak Brian.


"Masa iya sih gak boleh, kejem banget ayah kamu. Masa iya anak sendiri gak boleh di bebasin." Ujar ketus Brian.


"Aku usahain deh minta izin ke ayah aku. Nanti aku chat kamu kalau di bolehin." Jawab Bulan sambil senyum.


"Oke..." Ujar Brian sambil mengedip mata.


Mereka pun naik motor dan pergi dari sekolah.


Di posisi Jhordan...


"Oh iya... Kalian kenapa gak jalan-jalan aja gitu berdua." Ucap Jhordan.


"Jalan-jalan kemana coba?" tanya Fadli.


"Ya a terserah kalian, masa iya lo cowok gak cool banget deh." Jawab Jhordan.


Fadli pun menoleh ke arah Bintang yang diem. "Kamu mau jalan-jalan?" tanya Fadli.


"Hmmm ya terserah, kalau di ajak sih mau aja." Jawab Bintang.


"Nah si Bintang aja mau lho, ajak dong jalan-jalan..." Ujar Jhordan berusaha mendekati mereka.


"Hmmm Bintang... Nanti kita jalan-jalan, aku bakalan jemput kamu di rumah." Jawab Fadli.


"Nah gitu dong..." Ujar Jhordan lalu pergi.


Bintang dan Fadli benar-benar lupa dengan rencana mereka. Dan semudah itu Jhordan mendekati mereka.


Apakah rencana Jhordan bakalan berhasil selanjutnya?

__ADS_1


...***...


...DI RUMAH BULAN...


Brian dan Bulan sudah sampai. "Nanti cobain tanya ya ke ayah kamu, boleh apa nggak..." Ucap Brian mengingati Bulan.


"Oke aku coba nanti..." Jawab Bulan sambil tersenyum.


"Yasudah aku pergi dulu ya... Bye..." Ucap Brian lalu pergi.


"Bye..."


Bulan pun masuk dalam rumahnya. Saat Bulan masuk, di rumah kelihatan sangat sepi. "Yang lain pada kemana ya?" tanyanya sendiri sambil berjalan menuju kamarnya.


Saat Bulan melewati kamar ayah dan ibu tiri nya. Bulan tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan ibu tirinya.


Di dalam kamar...


"Coba deh mas kamu jangan kasar sama anak gadis kamu, mantan istri kamu meninggal juga bukan karena dia." Ucap ibu tiri Bulan berusaha mencuci pikiran ayah Bulan.


"Istriku meninggal karena habis melahirkan dia. Itu semua salah dia, anak pertamaku aja gak sampai koma tu istri ku." Jawab ayah Bulan.


"Iya aku tahu... Bisa jadi ajakan mantan istri kamu meninggal gara-gara gejala lain. Bukan karena anak kamu. Mas... Kamu bakalan menyesal mas kalau berbuat seperti itu kepada anak kamu." Ujar ibu tiri Bulan.


Di luar Bulan terluluh dengan ucapan ibu tirinya. Air matanya pun keluar, ternyata ibu tiri nya baik. Tidak seperti yang dia bayangkan.


Bulan pun mengapus air matanya dan pergi menuju kamarnya. 'Ternyata ibu tiriku sangat baik... Semoga aja kebaikan dia itu tidak ada mau nya.' Gumam Bulan dan hati.


Sesampainya, Bulan di kamarnya. Bulan pun merentangkan badannya di atas ranjang. "Huuuffff... Harus siapkan mental kalau mau minta izin ke ayah." Ucapnya.


Bulan pun bangkit dan mengganti pakaiannya. Bulan pun turun dari anak tangga dan pergi menuju dapur.


Saat ini Bulan tidak melihat piring kotor. Bulan pun tersenyum, lalu mengambil makanan untuk ia makan.


Betapa senangnya Bulan tidak dapat kerjaan hari ini. Saat Bulan makan, ayahnya pun datang.


Membuat Bulan menghentikan makannya. "Kenapa berhenti makannya?" tanya ayahnya.


"Aaahh nggak..." Jawab Bulan ketakutan.


"Biasa aja gak usah canggung..." Ujar ayahnya lalu mengambil air minum.


Bulan pun mengangguk senyum. "Ayah..." Sapa Bulan memberanikan diri untuk berbicara.


"Hmmm..." Dehem ayahnya sambil minum.


"Bu-bulan... Bo-boleh pergi keluar sama teman Bulan gak?" tanya Bulan dengan raut wajah ketakutan.


"Sama siapa?" tanya balik ayahnya.


"Hmmm sama Brian..." Jawab Bulan.


"Oooo cowok yang sering ngantar kamu pulang?" tanya ayahnya dengan raut malas.


"I-iya..."


"Yaudah..."


...*~*~*...


Jangan lupa beri like, komen, dan dukungannya. Kapan perlu tekan favorit agar tidak ketinggal cerita selanjutnya!

__ADS_1


__ADS_2