
"aku menawarkan jumlah uang yang tak sedikit Rangga, aku akan memberikan lebih banyak dari yang Rafael berikan, namun kau harus menuruti permintaan ku". Bryan menatap mata Rangga, di atas meja terdapat cek bernilai 20 milyar dolar. Rangga menatap cek yang diberikan oleh Bryan.
"Apa yang kau inginkan Bryan".
"Berikan putrimu untuk ku, aku ingin menikahi putra ku dengan putrimu". Rangga terpaku, itu sangat tidak mungkin. Lavender telah bertunangan dengan Alex, bahkan sebulan lagi mereka akan menikah. Ia tak mungkin membatalkan pertunangan putrinya dengan Alex.
"Tidak bisa Bryan, Rafael akan murka jika aku membatalkan pertunangan putranya dengan putriku". Rangga mengambil cek itu kemudian memberikan nya kepada Bryan.
"Aku tidak meminta itu sekarang, kau bisa mempertimbangkan nya kembali, putra ku lebih baik dari Alex ,kau tau itu kan.. apa kau rela lavender menikahi pria bajingan seperti Alex". Bryan terus saja memprovokasi Rangga. Yang Bryan katakan sangat benar, lavender sangat baik, ia sangat penurut , ia juga pintar dan cerdas. Rangga jadi tak tega putrinya menghabiskan hidupnya dengan pria seperti Alex.
"Kau benar Bryan, Alex tak pantas mendapatkan putriku". Rangga meraih cek itu kemudian mengantonginya, bryan terseyum penuh kemenangan.
"Aku akan terus menunggu kabar baik darimu Rangga". Kemudian mereka berdua berjabat tangan.
Siang itu lavender tengah menemani Alex , Alex ada meeting di salah satu restoran mewah di kota itu. Lavender terus saja memainkan ujung jas Alex, ia seperti gadis kecil yang tengah asik bermain. Alex menatap lavender gemas, Alex bahkan sesekali mencubit pipi atau dagu lavender.
Para karyawan dan rekan bisnis yang menyaksikan hal itu hanya bisa tertawa saja,Alex yang terkenal playboy itu bisa di taklukkan oleh wanita kekanak kan seperti lavender
"Sayang, apa kau mau ice cream, jika mau kau bisa memesannya". Alex membelai lembut punggung Fajrina.
Gadis itu tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya,Ia terlihat sangat menggemaskan.
"Aku ingin wafel juga, apakah ada?". Lavender berbisik , ia sangat lapar. Entah mengapa setiap Alex mengajak nya bertemu lavender merasa sangat bersemangat, ia bahkan lupa untuk sekedar sarapan di rumah.
Kini lavender sudah sepenuhnya meyerahkan hatinya pada Alex, ia berharap banyak pada pria itu, Alex pasti mampu melindungi nya.
"Apa kau sudah kenyang". Alex menatap piring kosong di depan lavender, meeting telah selesai, kini mereka tengah menghabiskan waktu berdua.
__ADS_1
"Aku mau lagi ice cream nya". Gadis itu merengek, Alex tertawa kemudian memesan kembali ice cream yang di inginkan Fajrina.
"Besok kita kembali, malam ini malam terakhir kita di sini". Pemuda itu membersihkan mulut lavender dengan jarinya. Ia tak tahan melihat bibir indah yang di penuhi oleh serpihan wafel juga ice cream itu.
Ingin rasanya Alex mencium lavender, namun ia tak mau menjadi pusat perhatian, sehingga ia menahan nya.
"Ah, aku sangat nyaman berada di tempat ini". Lavender menyandarkan tubuhnya
"Setelah menikah kita akan ke sini lagi". Alex membelai rambut lavender. Mereka kemudian tertawa bersama, namun tawa lavender menghilang setelah ia melihat yoga berjalan ke arah nya.
"Kalian disini". Yoga terseyum sinis pada Alex , namun Alex tak menanggapi nya.
"Ya kami sudah 2 hari di sini". Alex merangkul lavender, kemudian meremas bahu lavender. Alex tengah menegaskan pas yoga bahwa wanita itu miliknya, maka jangan coba-coba untuk merebutnya.
"Oh, aku juga sudah 2 hari berada di sini". Yoga duduk di depan mereka berdua. Yoga terseyum menatap lavender, lavender sama dengan Alex ia mencoba mengabaikan yoga.
Sebenarnya Alex tau bahwa kemarin yoga memasuki kamarnya dengan lavender. Ia bahkan melihat ketika lavender meneriaki yoga, awalnya yoga berfikir bahwa lavender juga menyukai yoga, namun ketika ia melihat lavender memaki sepupunya membuat alex semakin yakin bahwa lavender lebih memilih dia di bandingkan yoga.
Alex yakin , yoga tengah menjalan kan rencana untuk membalas Alex. Namun Alex ternyata lebih beruntung, lavender malah menolak yoga alih-alih menerimanya seperti yang Luna lakukan pada Alex.
"Sepertinya kami harus pergi, calon istriku sudah terlihat lelah". Alex langsung berdiri dan meraih jemari lavender.
Yoga menatap kepergian lavender juga Alex. Ia merasa telah dipermainkan oleh gadis itu, apalagi setelah ia melihat lavender berbalik kemudian menatap matanya dengan tatapan penuh ejek kan.
Kamar terlihat sedikit lenggang, Karna oerkerjaan yang telah usai, Maka malam itu alaex dan lavender hanya berbincang-bicang saja. Lavender menyandarkan kepalanya di dada bidang Alex, Sangkan Alex merangkul lavender.
Seperti janji nya , Alex sama sekali melakukan hal yang lebih dari itu. Mereka memang tidur bersama namun tidak lebih dari itu.
__ADS_1
"Mengapa yoga terlihat sangat tidak menyukai mu".
"Ada suatu hal yang terjadi antara aku dan Alex beberapa tahun lalu, namun semua adalah kesalahan dari ku". Alex kemudian menatap lavender.
"Ada kesalah pahaman apa antara kau dengan yoga". Gadis itu bangun lalu duduk bersila kemudian menatap Alex.
"Bukan kesalah pahaman sayang, tapi ini memang kesalahan". Alex ikut bangun, ia memegang jemari lavender dan menghembuskan nafasnya berat.
"Apa itu?". Lavender mendekati Alex, dan menatap netra sang calon suami.
"Aku, merebut calon istri yoga beberapa tahun yang lalu".lavender langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"benarkah?". lavender maju kemudian menarik lengan Alex.
"ya, makanya aku sangat takut sekarang pada yoga, aku takut ia akan melakukan yang sama pada mu". Alex menatap wajah cantik calon istrinya itu kemudian memeluknya.
"aku tak kan meninggalkan mu Alex , percayalah padaku". sebenarnya lavender tak perlu berkata apapun, Karna malam sebelum nya Alex tanpa sengaja melihat lavender tengah mengusir dan memaki yoga.
"aku percaya padamu sayang". ujar Alex.
"jadi apa kau mau menceritakan tetang sosok Luna padaku, apa kah ia cantik, apa lebih menarik dari pada diriku, hingga kau berani merebut nya dari yoga". wajah ingin tahu lavender sangat menggemaskan. bukan nya menjawab ,Alex malah tersenyum dan mencubit pipi lavender.
"dia biasa saja, kau lebih menarik.. kau lebih cantik, dan kau lebih menggemaskan". kini lavender sudah berada di pelukan Alex
"lalu, sekarang waktunya kau menceritakan tentang asal mula permusuhan mu dengan yoga".
Alex menghela nafasnya,
__ADS_1
"baik, akan aku ceritakan, namun mungkin dampak nya tak terlalu bagus untuk mu sayang". Alex membelai rambut lavender dengan lembut.
"apa maksud mu, dampak untuk ku?".