CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
PRIA TAK TAU MALU.


__ADS_3

wajah lavender memerah menahan malu ketika alex mengatakan akan menghukum nya tepat di depan semua orang. tamu undangan bersorak melihat keramtisan pasangan pengantin baru itu


"apa yang kau lakukan". lavender mencubit pinggang alex.


"aku, lupa ". alex juga terlihat malu. kedua orang itu sangat manis ketika malu.


"rupanya pengantin pria sudah tidak tahan, ckckck". arimbi melangkah mendekati lavender. lavender menatap marah arimbi, karna setelah pemberkatan pernikahan nya arimbi menghilang , dan baru terlihat saat ini


"dari mana saja kau". lavender memukul kepala arimbi.


"ada urusan, selamat atas pernikahan kalian.. kalau memang sudah tak tahan, kamar pengantin kalian ada di lantai paling atas hotel ini, aku sengaja memilih kamar itu agar tak ada yang mengganggu kalian". wajah lavender kembali memerah, namun tidak dengan alex. pria itu malah tersenyum menyeringai kemudian memeluk arimbi.


"terimakasih". ujar alex.


"jangan sungkan". namun tepat sebelum alex melepaskan pelukannya dari arimbi. pintu utama gedung tempat pesta di adakan terbuka.lavender mengalihkan pandangan nya ke sana.


dengan sangat tenang, lavender menatap pria itu, pria yang pernah ia cintai. yoga berdiri di sana, ia sangat tampan. pria itu berjalan mendekati lavender dan juga alex. di belakangnya bryan mengikuti bersama valentin yang bergelayut manja di lengan bryan.


Arimbi mengumpat, ia sangat kesal melihat valentin yang berpakaian begitu menggoda.


"mengapa sekarang ia sangat tidak tahu malu". bisik arimbi.


"mungkin sifat aslinya begitu". jawab lavender. vakentin mengenakan dress berwarna merah terang yang menunjukan betapa indah dan seksi kakinya, bagian lehernya sangat rendah hingga sukses memperlihatkan belahan dadanya yang begitu menggoda. ia mengikat rambutnya setinggi mungkin dan yang paling membuat ia terlihat mencolok adalah warna gaun serta riasan wajah nya sangat serasi.


valentin terseyum melihat betapa cantik nya lavender. ia langsung berlari kemudian memeluk sahabatnya itu.


"selamat atas pernikahan mu cantik". ujar Valentin. namun lavender sama sekali tak bergeming. ia hanya menatap Valentin, gadis itu sangat berbeda. ia bukan valentin yang pernah lavender kenal. valentin ini lebih mirip wanita penggoda.


"terimakasih". lavender sedikit mundur, valentin sangat bau alkohol dan lavender tidak menyukai nya.


"mengapa kau mundur, apa kau tidak merindukan aku". setelah mengatakan itu valentin lantas tertawa. semua mata mengarah ke valentin, gadis itu seperti kehilangan kendali atas dirinya.


"valentin, jaga sikapmu.. ". arimbi mencengkr lengan gadis yang pernah sangat ia cintai itu.


"apa aku melakukan kesalahan Arimbi ?"


Valentin kemudian mendekati armbi dan hampir saja mencium bibir pemuda itu.

__ADS_1


"bawa pulang kekasih mu jika kau tak bisa mengendalikan nya!". arimbi merasa sangat marah melihat betapa santai dan tenang nya Bryan .


"ayah, ajak lah kekasihmu pergi , tolong hargai pernikahan ini". ujar yoga. ia menatap tajam pada Bryan.


"kau tenang lah". ujar Bryan ,ia langsung berjalan menghampiri Valentin dan membelai punggung terbuka gadis itu.


"ada apa Daddy?". ujar Valentin


"kau terlalu mabuk sayang, bagaimana jika kita mundur dulu ". Bryan langsung menarik Valentin , kemudian mereka meninggalkan lavender dan Alex di sana.


"selamat atas pernikahan kalian". ujar yoga sambil memeluk Alex. Alex tersenyum tapi tak mengatakan apapun.


"yoga, apa kabar". Belle maju untuk bersalaman dengan yoga. lavender langsung menatap Belle, kakak angkat nya itu.


"baik Belle.. bagaimana dengan mu?". yoga terseyum pada Belle. mereka terlihat sangat serasi, namun wajah cantik Belle berubah menjadi dingin setelah ia melepaskan genggaman tangan yoga.


"seperti yang kau lihat, aku baik". entah mengapa Belle terlihat sangat dingin dan angkuh di hadapan yoga.


"syukurlah jika keadaan mu baik". entah circel apa yang mereka miliki, namun yang pasti Belle mengenal semua pengusaha muda. apa Belle begitu terkenal.


"selamat atas pernikahan mu, lavender". ada raut kecewa di mata yoga, itu terlihat sangat jelas. yoga kemudian mengeluarkan kotak dan menyerahkan nya pada lavender.


"aku sudah lama ingin memberikan itu padamu, hanya saja aku belum sempat . terimalah". Alex terseyum menatap gadis itu.


"terimakasih". dari kejauhan lavender bisa melihat Valentin jatuh tersungkur. melihat itu lavender langsung melepaskan sepatunya dan berlari ke arah Valentin. ketika Bryan mengangkat tangan nya dan hendak memukul Valentin lagi, dengan cepat lavender menangkap lengan Bryan dan mendorong nya.


"apa yang kau lakukan".lavender meneriaki pria tua itu.


"ini bukan urusan mu, pergilah". bryan terlihat sangat mabuk, ia mendorong lavender namun Alex terlebih dahulu memagang tubuh lavender


"kau, pria yang sangat tidak tau malu". Arimbi meraih tubuh Valentin dan mengangkatnya. ia berjalan pergi meninggalkan Bryan dengan Valentin di sisinya.


"lepaskan dia". Bryan berteriak.


"mengapa kau membuat kegaduhan di pesta pernikahan putriku". suara berat Antonio terdengar menggema di ruangan itu.


"cucumu membawa pergi kekasihku Antonio". yoga yang melihat kejadian itu kemudian mendekati ayahnya.

__ADS_1


"ayah , mengapa kau sangat tidak tau malu". Alex mencengkram lengan ayah nya". Bryan melepaskan tangan yoga dengan kasar.


"jangan kurang ajar kau". Bryan meneriaki yoga.


"ayah sangat memalukan". yoga menggeleng kan kepalanya kemudian berjalan meninggalkan pria tua itu.


"bawa dia keluar dari sini". Antonio meminta beberapa pengawal untuk menyeret Bryan dari pesta itu. lavender dan Alex berjalan mengikuti Arimbi.


Valentin tertidur di atas ranjang, penampilannya sunggu mengenaskan. bibir nya berdarah dan membiru. Arimbi sangat kasihan pada gadis itu.


"bagaiamana keadaan nya?". lavender duduk di samping Valentin dan membelai wajah gadis itu.


"ia pingsan". ujar Arimbi.


"ia terlihat sangat mengenaskan, bukan kah begitu". Belle berjalan dan menghampiri lavender.


"ya, kau benar". lavender kemudian berdiri dan mendekati Arimbi.


"apa yang harus kita lakukan" Arimbi bertanya kemudian menatap lavender.


"kita selamatkan saja dia, apa kau masih mencintai Valentin?". Arimbi tertunduk kemudian menggelengkan kepalanya


"aku tidak mencintainya lagi lavender". ujar Arimbi.


"kalau begitu, uruslah dia.. jika keadaan nya mulai membaik, maka kita antar dia ke rumah keluarganya ". lavender menepuk pundak Arimbi.


lavender kemudian mendekati Alex


"aku tak mau kembali ke pesta, bisa kah kita ke kamar saja, aku sangat lelah.. Arimbi akan menjaga Valentin di sini".


"sesuai keinginan mu sayang". Alexander langsung menggenggam jemari lavender , kemudian berpamitan pada Arimbi juga Belle.


"apa kau lihat wajah Belle ketika ia berhadapan dengan yoga". ujar levender.


"ya, aku tau". Alexander melepasakn tangan lavender dan kemudian mengangkat tubuh istrinya ala bridal style.


"apa yang kau lakukan ". lavender menepuk pundak Alex.

__ADS_1


"loh apa yang salah, aku akan menggendongmu sampai kamar kita'. Alex terseyum, lavender merasa malu. ia hanya bisa menyembunyikan wajah nya di leher Alex.


"aku mencintaimu Alex".


__ADS_2