
Alex memeluk tubuh lavender, ia sangat merindukan gadis itu. lavender pun merasakan hal yang sama.
"apa kau mengikuti Arimbi, hingga kau bisa sampai ke tempat ini". lavender bertanya sambil mempererat pelukan nya. lavender tau villa ini milik Arimbi, arimbi membeli nya secara pribadi. villa itu terletak di tempat yang sangat sukar di jangkau. maka tak mungkin Alex dengan mudah nya menemukan tempat persembunyian lavender.
"ya, Arimbi bahkan tak menyadari jika aku duduk di belakangnya". Alex tertawa. ia bahkan dengan jelas mendengar Arimbi mengumpat Valentin.
"benarkah, ah Arimbi.. ia sedang banyak pikiran". lavender menghela nafasnya.
"ya, kau dan Valentin adalah pusat kecemasan pemuda itu". Alex kembali tertawa, Karna selain mengumpat Valentin, Arimbi juga mengakui rasa cintanya pada gadis itu.
pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara itu menggunakan selimut yang sama untuk menghindari udara yang semakin malam semakin terasa dingin.
"itulah guna nya teman". kini lavender yang tertawa. kemudian gadis itu menatap Alex. lavender berfikir apakah Alex tau hubungan antara Valentin dan Bryan. merasa di tatap begitu Alex langsung menundukan kepalanya hingga pandangan mereka bertemu. Alex kemudian mencium mesra lavender, lavender yang sejak tadi berada di pangkuan Alex semakin leluasa menggerakkan tubuh nya.
"jangan memulai sayang". Alex mendesah ketika tanpa sengaja lavender membangunkan hasrat Alex yang telah susah payah ia jaga selama ini.
"aku tidak sengaja sayang". lavender berhenti sejanak ketika Alex tiba-tiba memeluk pinggang nya agar lavender tidak melakukan pergerakan lagi.
"diam". ******* alex terdengar sangat sexy apalagi ekspresi wajahnya. lavender masih terpaku, ia tak berani bergerak, semakin lama pelukan Alex di pinggang lavender semakin erat. Alex yang sejak tadi menganggkat kepalanya hingga menghadap langit tiba-tiba menurunkan kepalanya dan menatap lavender.
tatapan mata pria itu sangat tajam, Alex menyeringai.
"lain kali, aku tak kan melepaskan mu". lavender terseyum.
"jadi, kapan kita menikah". lavender mempertanyakan hal yang sangat mustahil bagi Alex. bukan Karna ia tak bisa menikahi lavender namun, ia masih memikirkan keadaan ayah nya. bryan tak kan segan-segan menghancurkan Rafael jika Alex nekat menikahi lavender.
"beri aku waktu sayang, aku pasti akan menikahimu, tapi tidak sekarang.. saat ini aku tengah memikirkan bagaiamana caranya agar om Bryan tak bisa menyentuh perusahaan dan juga ayah ku". Alex mencoba memberi pengertian pada gadis yang sangat ia cintai itu.
__ADS_1
"baiklah, kalau begitu.. tinggal lah di sini bersama ku". lavender terseyum nakal, ia tak tau bahwa ia bisa membangunkan harimau lapar yang bernama Alex itu kapan pun ia mau.
"apa kau tengah menggodaku?" dengan sekali gerakan, lavender sudah berada di bawah Alex sekarang.
"tidak, aku tidak menggoda mu, namun jika kau merasa demikian maka dengan senang hati aku mengakuinya". lavender langsung tertawa, namun tawanya langsung di bungkam oleh Alex dengan ciuman.
"aku tak ingin merusak tubuh mu sayang". ujar Alex sambil terus membelai pipi lavender.
"tapi tubuhku sudah rusak ".
"aku tau, tapi aku tak mau menambahkan kerusakan lagi pada mu, aku akan menahan nya sampai kita resmi menjadi suami istri". Alex mengatakan hal itu, namun nyatanya pemuda ia tengah menyusuri tubuh lavender dengan bibirnya. ia mencium setiap jengkal tubuh calon istrinya itu.
lavender menatap langit indah malam itu ketika Alex membenamkan wajahnya di leher lavenser.
"malam ini sangat indah". ujar lavender.
"dirimu lebih indah". Alex mengepalkan tangan nya, ia berusaha untuk tak kehilangan akal sehatnya. baju lavender sudah ter angkat sampai ke atas dada.
"bukan kah hubungan kita jauh lebih indah". lavender mengangkat tangan nya kemudian meraih jemari Alex Dan menggenggam nya. wajah Alex Masih berada di leher lavender.
"kau benar, hubungan kita sangat indah.. ". Alex mengangkat kepalan nya Dan langsung mencium lavender. malam itu mereka habis kan dengan ciuman Dan pelukan saja. tak ada lagi kata, -kata yang keluar Dari mulut mereka berdua. nafas mereka semakin lama semakin memburu, namun Alex Masih bisa menahan segala hasrat nya pada lavender.
keesokan harinya , arimbi menatap bibir lavender yang sedikit bengkak serta bekas kiss marks yang memenuhi leher gadis itu.
"apa kau berubah menjadi vampire Alex?". arimbi memelototi pria TAMPAN itu
"itu, aku sepertinya kebablasan". Alex tertawa.
__ADS_1
"kau tak Tau diri, itu bukan kebablasan, tapi kau memang niat sekali melakukan itu.. apa kalain semalam.. bercinta?". arimbi bertanya dengan sangat hati-hati.
"kami? tentu tidak.. aku Dan lavender tak kan melakukan Hal itu ". Alex langsung merangkul tubuh lavender.
"ah, kau pikir aku akan percaya begitu saja, kau lihat bibir lavender, serta lehernya.. aku tak percaya kalain tidak bercinta semalam". lavender meraih sandwich yang tadi pagi ia buat kemudian memasukkan nya ke dalam mulut arimbi.
"banyak bicara, jika Alex bilang tidak berarti tidak". lavender melipat tangan nya di dada, Alex tertawa melihat expressi arimbi.
"jadi setelah ini, apa yang akan kalain lakukan". mereka bertiga kini duduk santai di tengah padang rumput yang sangat indah yang letak nya tak jauh Dari villa arimbi.
"aku sedang mencari cara agar Bryan tak bisa menyentuh perusahaan milik aku Dan ayah ku, aku sedang meminta pengacaraku untuk melakukan yang terbaik, aku tak takut jika harus berurusan dengan yoga tapi tidak dengan om bryan". Alex menghela nafasnya, situasinya semakin lama semakin rumit saja.
" apa ini semua Karna diriku". lavender menatap Alex.
" tidak, semua ini berawal Dari diriku, seandainya dulu aku tak main-main dengan Luna, maka hari ini kita pasti sudah menikahi". ujae Alex sambil memainkan jemari indah lavender kemudian. menciuma nya, apa yang di lakukan Alex sukses membuat arimbi iri.
"ah kalain sangat Manis sekali, ngomong-ngomong apa kalain lupa pada ku hah". arimbi berdecak kesal melihat kemersaan mereka berdua
" aku lupa". lavender menertawai ekspresi arimbi. pemuda itu sangat menggemaskan ketika sedang marah
" carilah kekasih , jangan berharap pada orang yang sama sekali tak menganggap keberadaan mu sebagai seorang pria". Alex angkat bicara, arimbi menatap Alex bingung
" apa kau Tau? " arimbi langsung berdiri sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah pria itu.
"tentu saja, semalam kau bahkan mengakuinya secara terang-terangan". arimbi langsung berjakan cepat menuju Alex Dan membungkam mulut pria itu dengan telapak tangan nya.
"jangan di teruskan, oh ya tuhan.. ini sangat memalu kan". arimbi melepaskan Alex kemudian berjalan mondar-madir menahan malu.
__ADS_1
"apa, apa yang memalu kan?". lavender menarik lengan Alex.
"arimbi dia...."