CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
LE BOURGET AIRPORT


__ADS_3

lavender dan Arimbi menginjak kan kaki mereka untuk pertama kalinya di le bourget airport Paris. bandara le bourget terlatak di pinggiran kota Paris, bahkan lavender Dan arimbi hanya perlu menempuh perjalanan sejauh 7 mil untuk mendatangi Salah satu mode terkenal di Dunia itu.


"16 jam yang melelah kan". ujar arimbi sambil menggandeng jemari fajrina.


"kau benar , itu sangat melelahkan..". lavender mengikuti langkah kaki sahabatnya itu.


"setelah ini kita akan menuju kota Bordeaux , kakek ku tinggal di kota itu". arimbi tersenyum kemudian ia berjalan menuju seorang gadis cantik yang ternyata tengah menunggu mereka.


"bonjour, je suis alice". ujar gadis itu sambil menjabat tangan arimbi.


"merci d'être venu me chercher alice, présenter c'est mon amie lavander". lavender tak mengerti apa yang di katakan arimbi , ia hanya bisa tersenyum Dan menjabat tangan gadis yang bersama Alice itu.


"D'accord, allez, je vais vous emmener rencontrer M. Antonio". setelah mengatakan Hal itu, Alice berjalan Dan arimbi mengikutinya. namun tidak dengan lavender, ia Masih bingung dengan bahasa yang di gunakan arimbi Dan gadis itu.


"hei, apa yang kau lakukan.. ayo". arimbi memanggil lavender, lalu menarik lengan sahabatnya itu.


"apa yang kalian bicarakan tadi?". lavender dengan lugunya bertanya pada arimbi mengenai pembicaraan mereka tadi.


"kau tek perlu Tau". ujar arimbi sambil tertawa terbahak.


"mengapa kau tertawa".


"aku bisa memaki mu dengan bahasa prancis rupanya , ah aku bahagia". lavender menepuk pundak arimbi.


"awas saja kau". arimbi duduk di samping lavender, lavender takjub dengan mobil yang di gunakan untuk menjemput mereka. mobil Limousin itu sangat indah Dan megah.


"kau tak bisa diam ya?". ujar arimbi, ia menarik lengan lavender yang sejak tadi berteriak kagum melihat indahnya kota itu.


"kau lihat arimbi, kota ini sangat indah". kata lavender , ia sangat antusias sekali.


"ya aku Tau, aku sering kesini , kau tak Tau saja". arimbi tersenyum meremehkan gadis itu.


"aku tak Tau, kau kan tak pernah memberitahu aku". lavender mencibir kelakuan pemuda itu. namun kita lavender berfikir, siapa kah kakek lavender sebenarnya . apa ia sangat kaya raya, ia memiliki jet pribadi bahkan menggunakan Limousin hanya untuk menjemput kedatangan mereka berdua.


Dari kejauhan lavender dapat melihat betapa gagah Dan indah nya menatap Paris, mata lavender berbinar takjub.

__ADS_1


"besok kita kesana ya". arimbi membelai kepala sahabatnya itu.


"janji ya". gadis itu bersorak senang.


"Nous sommes arrivés monsieur, s'il vous plaît descendez". ujar Alice ketika mobil mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah yang lebih mirip dengan istana itu.


"Merci, Alice" arimbi turun Dari mobil kemudian di susul lavender.


"ah aku bisa frustasi jika kalian terus berbicara dengan bahasa prancis, apa kalian tak bisa berbicara dengan bahasa inggris saja". lavender merasa pusing sendiri, namun pusing nya bertambah ketika ia berdering tepat di pitu masuk rumah itu.


"ayo masuk". ujar arimbi.


"ini mimpi, ini pasti mimpi kan ya kan". lavender benar-benar seperti berada di alam mimpi, apalagi setelah ia melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut.


"kau norak sekali". arimbi memarahi lavender, ia bahkan menarik lengan sahabatnya itu Karna Dari tadi lavender terus saja memutar tubuhnya Dan melihat ke segala arah.


"arimbi, comment vas-tu mon cher". tiba-tiba saja seorang gadis yang sesusia mereka berlari ke arah arimbi Dan langsung memeluk pemuda Tampan itu.


"Tante Bella, comment vas-tu ?". ujar arimbi kemudian melepaskan pelukan itu


"non, c'est mon ami". arimbi kemudian tertawa, ia tak mungkin bersama dengan gadis itu.


"kenapa kau tertawa, apa gadis itu tengah mengejek ku". lavender cemberut.


"dia itu tante ku, ia anak kakek ku dengan istri barunya, jadi meskipun aku Dan dia seumuran, ia tetap tante ku.. tadi ia bertanya apa kau pacarku".


"apa kalian tidak menggunakan bahasa inggris saja, aku jadi terlihat bodoh di antara kalian".


"hah, sepertinya akan sangat bahagia melihat mahasiswi dengan iq tertinggi di kampus menjadi sangat tak beguna di sini". arimbi kembali tertawa.


"hentikan arimbi, kau jangan lagi mengolok-olok nya". suara berat juga berwibawa terdengar, lavender langsung mengalihkan pandangan nya ke tempat asal suara itu berada. lavender langsung menutupi mulut nya dengan tangan. ia langsung teringat pria tua berkarisma itu , pria itu datang ke acara pertunangannya dengan Alex.


"tuan, Antonio". lavender langsung berjalan mendekati pria itu


"apa kabar lavender, lama tak bertemu ". lavender menjabat tangan Antonio kemudian langsung memeluk pria tua itu.

__ADS_1


"aku baik, ah maksudku sedang tidak baik". namun lavender langsung mengalihkan pandangan nya Dari Antonio ke arah arimbi.


"mengapa kau tak bilang jika tuan Antonio adalah kakek mu arimbi".


"ah itu tak penting". ujar arimbi enteng, namun tiba-tiba pemuda Tampan berjalan Dari arah belakang arimbi Dan memukul kepala pemuda itu.


"jaga bicara mu". lavender akhirnya tenang, ternyata Masih banyak yang menggunakan bahasa Indonesia di situ.


"ah, kau rupanya". arimbi memeluk pemuda itu. namun pemuda itu langsung melepaskan pelukan arimbi Dan berjalan ke arah lavender.


"salut lavande, je m'appelle daniel, ravi de vous rencontrer mademoiselle" ujar pria itu kemudian mencium jemari lavender.


arimbi tertawa melihat lavender yang kebingungan itu.


"namanya Daniel , ia paman ku". lavender bisa gila, ia merasa bingung , pria semuda itu sudah menjadi seorang paman, sedangkan usia Daniel Dan arimbi tak terpaut jauh.


"ah, hai Daniel". ujar lavender sambil tersenyum semanis Dan seindah mungkin.


"sudahlah, ayo lavender , aku akan mengantarkan mu ke kamar". kini lavender mengalihkan tatapan nya ke belle. ia tak percaya, ternyata belle juga bisa bahasa Indonesia.


"kau bisa menggunakan bahasa Indonesia?".


"tentu saja , aku hanya lupa untuk menggunakan nya". arimbi kembali tertawa, pun dengan Daniel.


"ah, aku merasa tenang sekarang". ujar lavender , kemudian ia mengikuti langkah kaki belle.


"disini sedang musim dingin, lebih baik kau menggunakan pakaian yang lebih tebal ". ujar belle.


"hem, tapi aku tak membawa apapun". lavender menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"aku Tau, makanya aku telah mempersiapkan semuanya untukmu". lavender terpaku, ia bahkan tak bisa berkata-kata ketika belle membuka pintu kamar itu.


kamar itu sangat indah, mirip kamar-kamar putri raja eropa di beberapa Abad silam, belum lagi semua pakaian yang tegangung di sis kamar.


"itu semua, untuk ku".

__ADS_1


__ADS_2