
"aku tak mau ayah, aku tak mau menikahi wanita itu". Yoga menolak permintaan ayah nya.
"Kau telah merenggut keperawanan lavender yoga, kau harus mempertanggung jawabkan hal itu". Bryan berkata dengan sangat tenang, ia mencoba menyadarkan putranya jika ala yang ia lakukan itu salah.
"Aku tak ingin menikahinya ayah, lagipula ia dengan suka rela memberikan tubuhnya padaku". Yoga membela dirinya, ia meyakinkan sang ayah bahwa lavender Tak sebaik yang ayah nya kita.
"Yoga, aku tau apa yang kau lakukan pada lavender malam itu, kau memperkosanya, Linda telah melaporkan semuanya padaku, hingga malam pertemuan keluarga besar di rumah Rafael, kau kembali memberikan kekerasan seksual pada lavender di rumah mereka". Bryan mulai kehilagan kesabaran nya. Putranya berubah, ia tak selembut dulu. Entah mengapa dampak yang di sebab kan oleh Luna menghancurkan sisi baik yang yoga miliki selama ini.
"Mengapa kau menjadi monster yang begitu mengerikan yoga, ada apa dengan mu?".. Tambah Bryan.
"Tapi dia juga menghabiskan waktunya bersama dengan Alex ayah, ayah harus mengerti ia dan wanita lain itu sama saja". Yoga mulai frustasi, ia sangat marah ketika sang ayah menyebut nama gadis itu
"Ini yang kau maksud“. Bryan melemparkan foto lavender dengan Alex.
"Mereka bahkan tak saling menggoda di atas tempat tidur". Ujar Bryan.
"Ini hanya foto ayah". Yoga merobek foto itu.
"Apa kau mau videonya, Alex bahkan sudah tau kau memperkosa lavender, dan Alex masih mau menikahi gadis itu.. jika kau tak menerima tawaran ayah, kau akan kalah telak yoga". Bryan berdiri kemudian membenarkan posisi kemejanya.
Yoga masih tak bergeming, ia terus saja berdiam diri. Ia tak mau menjawab ayahnya , ia masih sangat marah pada lavender .
"Jika kau tak mau, maka kau harus menerima lavender menjadi ibu tirimu". Lanjut Bryan, Bryan pria berumur 55 tahun itu masih terlihat sangat gagah dan menawan. Rambut putih yang menghiasi kepalanya menambah ketampanan nya. Ia masih terlihat sangat awet muda. Banyak gadis belia yang mencari-cari kesempatan untuk menjadikan Bryan kekasihnya, bahkan sebenarnya Bryan memiliki kekasih seusia lavender dan ia dengan sengaja menutupi hal itu dari yoga.
"Apa ayah sudah gila, ayah mau menikahi lavender". Yoga meneriaki ayahnya
"Kenapa tidak, aku telah memberikan uang senilai 20 milyar dolar pada Rangga, ia rela melepaskan anak nya pada mu, dari pada uang ku menjadi sia-sia , maka ada baiknya aku yang menikahi gadis itu". Bryan terseyum, ia menunggu reaksi yoga. Anaknya itu harus di ancam terlebih dahulu agar mau menuruti kemauan Bryan.
"Baiklah". Ujar yoga mantap. Bryan tersenyum kemudian menepuk pundak yoga.
"Aku akan menikahi kalian secepatnya, tanpa pesta , Karna aku tak mau ada masalah dengan Rafael".
__ADS_1
Sedangkan di kediaman Rafael, Alexander menatap nanar pada kertas tanda pengembalian dana yang di lakukan Rangga. Alex sangat marah, rupanya Rangga sangat materialistis
"Lalu apa maunya ayah?". Alex mengepalkan tangannya , ia tak percaya jika Rangga juga memutuskan pertunangan antara darinya dan lavender.
Lavender serasa hilang ditelan bumi, tak ada kabar sama sekali dari gadis itu, hingga Alex memutuskan untuk mencari Arimbi dan valentin.
"Kami bahkan telah mencoba mendatangi rumah nya, namun para penjaga bilang lavender melarikan diri Karna ia tak mau menikah dengan mu". Valentin menceritakan apa yang ia alami kemarin. Bahkan salah satu pengawal rumah rangga mendorong Valentin.
"Bagaimana mungkin lavende melarikan diri, gadis itu bahkan sangat bahagia ketika menghabiskan malam deng ku" . Ujar Alex.
"Apa kau menghabis kan malam bersama sahabat ku" mata Valentin melotot, ia langsung menarik kemaja Alex
"Baraninya kau".
Melihat Valentin yang sudah begitu emosi membuat Arimbi tertawa. Valentin yang tadinya ingin memberikan Alex pelajaran malah mengalihkan pandangan nya pada Arimbi.
"Kenapa kau tertawa".
Alex tersenyum melihat keberanian gadis itu, namun sepertinya gadis itu tak asing untuk Alex. Alex pernah melihat nya beberapa kali, bukan di dekat lavender namun di beberapa tempat lain nya.
"Jika lavender melarikan diri, mengapa mobil lavender masih terparkir di rumah itu". Lanjut Arimbi
"Kau benar, tak mungkin lavender melarikan diri tanpa mobil nya".
"Aku akan mencari tau nya sendiri, terimakasih atas informasinya ". Alex berdiri dan langsung meninggalkan Arimbi serta Valentin.
Pertanyaan demi pertanyaan berterbangan di fikiran Alex, lavender begitu bahagia saat bersama nya jadi sangat tidak masuk akal jika sekarang lavender malah menolak pernikahan mereka dan melarikan diri.
Alex megedarai mobilnya menuju kantor yoga. Ia memasuki kantor itu, karyawan yang mengenali Alex tak bisa melarang dia memasuki ruangan yoga.
"Kembalikan lavender padaku ". Alex menatap yoga, kakak sepupunya sama sekali tak bergeming.
__ADS_1
"Dimana lavender sekarang". Alex mulai meninggikan suaranya.
"Mengapa kau mencari dia di sini, dia calon istrimu bukan". Yoga tersenyum tanpa menatap Alex
"Apa yang telah kau lakukan yoga, kau bahkan telah memberikan uang agar Rangga melunasi pinjaman nya pada ayahku". Alex rupanya sudah tau apa yang di lakukan yoga dan ayahnya.
Yoga tertawa kemudian mengalihkan tatapan matanya ke Alex.
"Bagus jika kau sudah tau, kau lebih baik mundur Alex.. calon istrimu, milik ku". Makin lama tawa Alex semakin kencang dan semakin menggema di ruangan itu.
"Bajingan kau yoga". Alex memukul yoga, hingga pria itu hamor saja terjatuh.
"Jika aku bajingan , lalu kau apa? .. terimalah karma mu Alex". Yoga menyeringai. Alex mundur perlahan. Ternyata ketakutan nya terbukti kini, ia akan kehilangan lavender.
"Aku tak kan kehilangan dia, dan kau tak kan pernah memilikinya, lavender gadis ku, dia milik ku". Alex merasa lebih tenang saat ini.
"Benarkah?.. baik jika begitu, aku akan mempersilahkan mu menghadiri acara pernikahan kami, kau akan melihat lavender berjalan ke arah altar nanti". Yoga kembali tertawa.
"Tidak, ia tak kan melakukan itu". Alex meneriaki yoga
"Ya, demi ayahnya dia akan melakukan itu". Yoga tersenyum penuh kemenangan.
Akhirnya Alex merasakan apa yang yoga rasakan beberapa tahun lalu, melihat calon istrinya tidur dengan pria lain membuat yoga menaruh dendam yang begitu dalam, hingga akhirnya ia menemukan celah untuk membalaskan dendam nya pada Alex.
Yoga tau, Alex sangat susah untuk jatuh cinta maka dari itu yoga tak berkeinginan mendekati salah satu kekasih Alex, namun ketika tau Alex akan menikah maka yoga menargetkan lavender untuk pusat sasaran balas dendam nya.
"Bagaimana rasanya Alex?".
"Apa maksudmu?". Alex menatap kakak sepupunya yang lebih tua 3 tahun darinya itu.
"Bagaimana rasanya jika orang yang kau cintai di rebut oleh orang lain menjelang hari pernikahan mu?".
__ADS_1