CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
ANTONIO DASSAULT


__ADS_3

gadis itu terpaku di depan cermin, ia mengenakan gaun selutut berwarna peach, sedangkan ia sengaja membiarkan rambut panjang bergelombang nya itu tergerai bebas. ia tak banyak menggunakan riasan di wajahnya.


"kau sangat cantik". Daniel tiba-tiba saja memasuki kamar lavender, mendapatkan pujian seperti itu membuat lavender tersenyum malu .


"terimakasih". ujar lavender.


"apa kau sudah siap, kalau sudah ayo ikut dengan ku". tanpa berkata apapun lavender mengikuti Daniel . mereka semua ternyata telah menunggu kedatangan. lavender untuk makan malam.


lavender merasa tak enak , karn membuat yang lain menunggu.


"ia sangat cantik, mengapa kau tak memacarinya saja arimbi". ujar belle saat melihat lavender mendekat.


" tidak .. dia milik orang lain, Dan hatiku pun sudah di miliki gadis lain" jawab arimbi


" tapi bukan kah gadis yang kau cintai itu simpanan Bryan , aku mendengar ayah berkata begitu.. ". belle tersenyum kepada lavender, ketika tiba-tiba gadis itu mendekatinya.


" ya, ia simpanan Bryan.. aku tak Tau soal itu, namun sepertinya kakek Tau lebih banyak di banding diriku". arimbi kemudian berdiri, ia menarik kursi untuk lavender duduk.


" kau sangat sial sekali keponakan ku yang Tampan, sepertinya kau harus memacari gadis prancis, kau tak kan kecewa, mereka cantik-cantik". ujar belle.


namun arimbi hanya tersenyum mendengar ucapan bibinya. Karna ia Tau jatuh cinta tak semudah itu.


" kau cantik sekali, Alex harus melihatmu mengenakan itu". kemudian arimbi berfoto selca dengan lavender. lalu mengirim nya ke Alex.


" wah, mati aku". arimbi bermaksud menghaous foto yang baru saja ia kirim, namun sayang Alex sudah membukanya lebih dulu.

__ADS_1


"ada apa, mengapa kau panik seperti itu?". lavender bingung melihat suka arimbi. kemudian arimbi memperlihatkan hasil foto yang tadi. memang tidak ada yang aneh, namun ternyata Daniel ikut berfoto dengan mereka, bahkan Daniel memposisikan wajah nya di samping telinga lavender.


ponsel arimbi bergetar, benar saja. pesan itu datang Dari Alexander.


"katakan pada paman mu untuk menjauhi wanitaku". arimbi lantas tertawa saat menatap pesan itu, kemudian menyerahkan ponselnya pada Daniel.


"aku akan merebutnya Dari mu jika kau terlalu lama menyelesaikan pekerjaan mu". dengan sekali klik, Daniel mengirim pesan balasan ke Alex.


"kalian suka sekali Menggoda Alex ya". ujar belle , gadis itu belle, ia terlihat sangat cantik. lavender bahkan ikut terpukau saat pertama Kali melihatnya. setelah berbasa basi akhirnya mereka menyantap makan malam itu dengan suasana yang penuh kehangatan.


"salju pertama , turun".


di tempat lain, yoga tengah mencari keberadaan lavender, ia bahkan menggunakan kekuasaan nya untuk memeriksa setiap hotel yang ada di kota itu. kemarin yoga mendatangi villa arimbi, ternyata ia tak menemukan kedua anak muda itu di Sana. Maka sudah bisa di pastikan bahwa arimbi lah yang membawa lavender.


" arimbi yang telah melakukan ini ayah". ujar yoga


" ya". ujar yoga.


" kenapa kau tak datangi saja keluarga". Bryan menatap marah putranya itu, mereka memiliki kekuasaan masa hanya untuk mendapatkan arimbi saja sampai sesulit itu.


" tidak bisa ayah, setelah aku menyeludikinya lebih dalam, nama keluarga arimbi adalah dassault ayah, aku jadi ingat tentang tuan Antonio dassault ayah, apa ayah Masih ingat dengan tuan Antonio, ia merupakan pendiri perusahaan raksasa yang menaungi beberapa prusahaan besar di berbagai negata ayah, bahkan dia penyuntik Dana terbesar pada Salah satu perusahaan yang di pimpin oleh elang"


" jadi dia ya". Bryan dengan cepat meraih ponselnya Dan menghubungi Antonio. tak membutuhkan waktu lama, Antonio mengangkat sambungan telepon itu.


" ada apa Bryan? ". ujar Antonio, Antonio beserta anak Dan cucu nya sedang menikmati salju pertama yang turun di kota Paris malam itu. lavender adalah orang pertama yang menoleh ke arah Antonio, ketika orang tua itu mendengar Antonio menyebut nama Bryan.

__ADS_1


" apa lavender ada bersama dengan mu, tuan Antonio? ". Antonio tersenyum sambil mencari tempat untuk ia duduk, tubuh tuanya sudah tak bisa di ajak berlama-lama berdiri di tengah cuaca yang dingin.


"ya, gadis itu sedang bersama ku sekarang.. apa ada masalah Bryan ". dengan tenang Antonio menjawab pertanyaan Bryan , bahkan ia tersenyum Dan melambai ke arah lavender.


" dia tunangan putraku, Maka tolong kembalikan dia". ujar Bryan hati-hati .


"ah benarkah, aku tak Tau jika dia tunangan putra mu, yang aku Tau gadis itu tunangan Alexander, aku Masih ingat dengan jelas Karna aku menghadiri pesta pertunangan mereka". Antonio tersenyum ketika mengatakan itu.


" tidak, pertunangan mereka telah batal, sekarang gadis itu milik putraku, Dan aku harao anda tak mempersulitnya tuan". Bryan berusaha sekuat mungkin menahan emosinya.


" benarkah? aku tidak Tau jika pertungan itu di batal kan, mereka membatalkan atau kau yang memaksa mereka melakukan itu Bryan ".


Bryan terpaku mendengar ucapan Antonio, ia tak bisa berkata apa-apa. di banding antonio , bryan bukanlah siapa-siapa.


"kami telah melakukan kesepakatan". ujar Bryan tanpa malu.


"kau pria tua yang sangat licik Bryan, kau bahkan tega menghancurkan kehidupan gadis lain hanya untuk membalas dendam anak mu Bryan, pria macam apa kau? ". Antonio tertawa setelah mengatakan Hal itu.


"aku tidak mengerti apa yang anda katakan tuan". Bryan mengepalkan tangan nya, Dan Antonio Tau bahwa Bryan sedang marah saat ini.


"aku Tau Alexander pernah menghancurkan pertunangan yoga, tapi apa pantas kau membalasnya, apa yang Alex lakukan memang bukan Hal baik, tapi apa yang telah kau lakukan adalah Hal yang benar?.. biarkan yoga yang membalas perbuatan Alex, kau sebagai orang tua tak perlu ikut campur, bahkan kau sampai ingin mengambil alih perusahaan adik Dan keponakan mu, hanya Karna balas dendam? pria macam apa kau Bryan?". melihat raut wajah sang kakek mulai berubah arimbi berjalan ke arah nya, namun dengan cepat Antonio mengangkat tangan nya memberikan isyarat bahwa saat ini ia sedang tak ingin di ganggu.


"sepertinya anda sudah sangat melewati batas tuan Antonio, apa yang kulakukan tak ada urusannya dengan anda".hanya itu yang bisa Bryan katakan saat itu, namun Antonio malah tertawa kembali.


"kenapa? apa aku Salah.. mungkin jika arimbi bukan cucu ku, kalian sudah menghancurkan rumah anak Dan menyentuh ku di Sana, bukan begitu Bryan " rupanya ayah arimbi telah menghubungi nya, Dan mengadukan kepada Antonio apa yang telah mereka lakukan

__ADS_1


"aku tak berani tuan".


"namun, anak mu telah membuka secara paksa kediaman anak Dan menantu Bryan, tadinya aku hanya ingin melindungi lavender.. namun setelah aku mendengar kabar itu Dari putraku Maka aku memutuskan untuk menabuh gendang peperangan dengan mu Bryan ".


__ADS_2