
Lavender mengerjapkan matanya, ia menatap kesegala arah, tak ia temukan Alex di dalam tenda. Ia langsung berpakaian Dan melangkah keluar. Di luarpun ia tak bisa menemukan pria itu.
Gadis itu panik kemudian berlarian mencari Alex, namun bukan Alex yang ja temukan, melainkan arimbi. Arimbi tersenyum menatap sahabatnya itu.
"Dimana Alex, Dan mengapa kau bisa sampai di sini". Tanya lavender, nafasnya terengah Karna habis berlarian mencari pria yang ia cintai itu.
"Dengar, tadi Alex menghubungi ku agar aku membawa mu kembali ke Vila.. lavender untuk saat ini kau harus berada jauh Dari Alex". Arimbi menatap lavender , sorot matanya mengatakan bahwa arimbi tidak sedang berbohong.
"Apa maksudmu, mengapa aku harus menjauh Dari Alex". Otak lavender belum sepenuhnya bekerja, ia terlihat panik ketika mendengar ucapan arimbi.
"Alex, memilih menyelamatkan ayah Dan perusahaan nya terlebih dahulu sebelum ia kembali padamu, Dan aku harap kau bisa menerima itu lavender.. om Rafael serta keluarga Alex dalam bahaya saat ini , kau Tau apa maksudku bukan". Lavender mundur, kemudian ia terduduk di atas padang rumput itu. Ia tak percaya bahwa Alex meninggalkan nya begitu saja tanpa berkata apapun setelah Alex mnegatakan segala janjinya.
"Tidak". Ujar lavender, matanya mulai berkaca-kaca. Ia tak percaya atas apa yang telah di katakan arimbi. Ia percaya Alex sangat mencintainya, jadi pria itu tak kan mungkin bisa hidup berjauhan dengan nya. apa lagi Alex mengatakan bahwa mereka akan berjalan menuju altar hari ini.
"Tenanglah lavender , ini hanya sementara". Arimbi langsung memeluk lavender, tangis gadis itu pecah begitu saja.
"Aku tak percaya padamu arimbi, mengapa ia tak berpamitan padaku, setidaknya ia bisa mengatakan semua rencananya padaku terlebih dahulu". Tubuh lavender bergetar hebat, baru bebrapa malam mereka memghabiskan waktu bersama, mereka bahkan sudah menenggak indahnya surga Dunia berdua. namun sekarang ia harus menjauh Dari Alex untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
"Yang aku katakan benar lavender, bersabarlah.. jika kalian berjodoh kalian akan kembali bersama". Bukan kata-kata seperti itu yang lavender ingin dengar.
Mereka telah kembali ke Vila, namun kedatangan mereka di sambut oleh yoga. Lavender menatap benci pemuda itu, bahkan lavender memukul wajah yoga sekuat mungkin.
"Iblis, bintang kau yoga". Lavender mulai berteriak.
__ADS_1
"Terserah apa katamu lavender, namun apa yang telah Alex lakukan adalah jalan terbaik baginya, ia telah menyalamatkan keluarga nya Dari ayah ku, aku juga akan melakukan Hal yang sama jika aku berada diposisinya". Dengan tenang yoga mengatakan semua itu, berharap lavender mengerti.
"Ini semua Karna mu Dan juga ayah mu, apa salahku pada kalian hah!.. kalian mempermainkan hidup ku sekarang, apa kau puas". Gadis itu mendorong tubuh yoga. Melihat keadaan yang mulai tak terkendali arimbi langsung menarik lavender ke sisinya.
"Lebih baik kau pergi dulu , aku akan mencoba menenangkan lavender". Arimbi mencoba mengusir yoga , ia sedang memikirkan bagaimana cara nya membawa gadis cantik itu pergi Dari kota itu secepatnya.
Arimbi tak terima jika levender masuk ke kehidupan ayah Dan anak yang tak punya hati itu, cukup Valentin lah yang menjadi korban , tapi tidak dengan lavender.
Yoga berjalan kemudian meninggalkan mereka di Sana. Lavender Masih diam, ia tak Mau mengatakan apapun.
"Kita akan pergi ke Paris lavender, aku akan menitipkan mu pada kakak ku, aku pastikan kau aman di Sana, kau jangan sampai menikah dengan pria kejam itu". Ujar arimbi.
Mendengar arimbi mengatakan Hal itu lavender langsung menoleh Dan menatapnya, sepertinya saran arimbi adalah yang terbaik untuk saat ini. Ia tak Mau terpaksa menikahi pria yang bersama yoga itu, ia merasa bahwa dirinya dalam bahaya jika ia masuk berada di kota itu.
"Malam ini,kita akan terbang menggunakan jet pribadi ayahku, tak aman jika kita bepergian menggunakan penerbangan umum, keberadaan mu akan dengan sangat mudah di lacak oleh pria itu, ini semua adalah ide Alex. ". Kata arimbi.
lavender menoleh Dan menatap arimbi.
" apa maksudmu ? ".
" aku Dan Alex telah mempersiapkan pelarian mu, Alex akan kembali menjemput mu jika ia sudah berhasil memperkuat posisinya".
"Apa saja yang harus aku persiapkan". Lavender kembali bertanya.
__ADS_1
" Kau tak perlu mempersiapkan apapun, tadi pagi sebelum ke sini aku sudah menghubungi kakek ku, ia telah menyiapkan segalanya, malam ini kita akan berangkat". Lavender tersenyum kemudian memeluk arimbi
" Apa tak masalah bagi mu Dan keluarga mu arimbi, lawan kita bukan orang sembarangan". Ujar lavender.
" Ia tak bisa menyakiti keluarga ku lavender, Selama kakek ku Masih hidup". Lavender sebenarnya bingung siapa kah arimbi, hingga Bryan tak bisa menyentuh keluarganya. Dan mungkin pertanyaan itu akan terjawab ketika mereka sampai di Paris.
Di tempat lain, Alex tengah menatap foto lavender. Ia merasa sangat bersalah pada gadis itu.
"Lupakan lah dia, kita tak bisa melawan Bryan, Dan kau sangat Tau akan Hal itu". Ujar Rafael.
"Aku tidak akan melepaskan nya begitu saja ayah , aku akan mencoba mempertahan nya". Alex Masih saja berfikir bahwa ia bisa mempertahan kan lavender, ia Masih berharap bisa menemui gadis itu, tanpa ia tak Tau bahwa lavender akan segera meninggalkan nya.
"lalu apa yang kau lakukan, keputusan mu tadi pagi telah menyelamatkan kami semua, Dan untung saja Lucas bisa menemukan mu, jika tidak kita semua akan hancur hari ini Alex , mengertilah ". Rafael sebenarnya sangat kecewa atas apa yang di lakukan Bryan kakaknya.
Bryan bahkan tak segan-segan menghancurkan adiknya sendiri jika keinginan nya di tentang. Rafael Tau, Bryan menjadi kejam padanya Karna kesalahan Alex di masa lalu. Rafael fikir kakaknya itu telah melupakan semua kesalahan yang Alex buat, ternyata Rafael Salah.
"aku telah menghancurkan perasaan wanita yang aku cintai ayah, Dan sepertinya ayah Tau bahwa lavender adalah gadis pertama yang aku cintai, aku tak pernah merasakan perasaan ini seumur hidup ku ayah". Alexander mulai merasa frustasi.
"aku Tau Alex, namun sepertinya ini balasan yang setimpal atas apa yang pernah kau lakukan dulu pada yoga, aku tau kau belum lupa kejadian beberapa tahun yang lalu". Alex menyadari Hal itu sejak awal namun ia sama sekali tak berfikir bahwa Bryan Dan yoga sampai melakukan Hal sejauh ini
" aku melakukan ini untuk mu ayah, untuk mu Dan semua orang yang bekerja untuk kita, namun di samping itu aku akan memperkuat posisimu ayah, aku akan kembali pada lavender Dan mengalihkan Bryan". ujar Alex, ia berdiri Dan meninggalkan Rafael.
tiba-tiba saja ponsel nya berdering
__ADS_1
"ya arimbi".