CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
LAVENDER AURORA DASSAULT


__ADS_3

arimbi menepuk pundak lavender, ia melihat betapa paniknya gadis itu. lavender takut belle Dan Daniel terluka.


"tenanglah". ujar arimbi


"bagaimana jika Daniel Dan belle terluka". lavender mengatakan Hal itu sambil terus mengguncang tubuh arimbi.


"tidak akan". arimbi terus menatap paman Dan bibinya yang seuasia dengan nya itu. arimbi Tau kedua orang itu sangat sulit di kalahkan.


namun setelah itu tubuh lavender menjadi kakau ketika ia melihat Bryan turun Dari mobil van dengan seorang gadis muda, Dan itu Valentin. Bryan rupanya sengaja, ia ingin membalas perbuatan arimbi.


lavender langsung menatap ke arah arimbi, kini wajah arimbi yang terlihat tegang.


"tuan muda dassault , apa kabar". Bryan mengapa Daniel.


"J'espère que vous pouvez toujours penser sainement, mais apparemment non, vous êtes très courageux" . belle mulai mengeluarkan kata-kata mutiara untuk bryan.


" Je suis venu juste chercher ma future belle-fille mademoiselle" . Bryan tersenyum, Daniel Dan belle sama sekali tak terkejut mendapati pria itu Masih bisa berbahasa prancis.


"siapa yang kau maksud?". Daniel berjalan mendekati Bryan.


"aku datang untuk menjemput gadis itu". ujar Bryan


lavender yang Masih berada di dalam mobil bersama dengan arimbi merasa gusar, ia menatap semua pria yang berdiri berhadapan dengan Daniel.


"apa yang harus kita lakukan arimbi". lavender merasa sangat panik, ia memegang lengan arimbi. namun aneh nya arimbi malah tersenyum menyeringai.


"kau tenang saja lavender, apa yang kau khawatirkan ..".arimbi malah bersandar, ia terlihat tak khawatir sama sekali.


"mengapa kau begitu tenang, jika terjadi sesuatu pda mereka berdua bagaimana?".


"tidak akan terjadi apapun pada mereka berdua lavender, kau terlalu khawatir ". arimbi kembali tersenyum.


"jika aku tak membiarkan kau membawanya lantas apa yang akan kau lakukan Bryan ". daniel tak terlihat takut sedikit pun, bahkan Daniel terlihat sangat tenang.

__ADS_1


"aku tak kan melakukan apapun, aku hanya menginginkan gadis itu". bryan kemudian berjalan melewati Daniel, namun dengan sangat elegan belle menghalangi langkah pria tua itu.


"jangan bersikap tidak sopan Bryan". belle tersenyum mengerikan, ia lebih terlihat sangat menakutkan.


"aku tak berani melakukan Hal itu Nona belle".


"kalau begitu mundur". belle mendekatkan tubuhnya pada Bryan.


" aku harap anda Mau menyingkir Nona belle". kemudian Bryan memberikan kode pada Salah satu anak buahnya. melihat pria tinggi besar itu mendekatinya belle malah tertawa.


" kau pikir aku takut pada pria itu Bryan". setelah mengatakan Hal itu belle bergerak dengan cepat, ia melayangkan tinju nya ke arah rahang pria tinggi itu, tak menunggu terlalu lama pria itu tergeletak di atas tanah. melihat Salah satu teman nya ambruk, kini pria berkulit hitam yang berdiri di samping Daniel berlari ke arah belle sambil mengayunkan pukulan nya.


belle tersenyum kemudian dengan mudah nya menghundari pukulan pria itu, ia kemudian memukul ulu hati pria itu. pukulan yang terlihat biasa saja namun ternyata pukulan itu sangat mematikan. hanya Karna belle 2 orang pria ambruk.


" apa ada yang lain, pengawalmu sangat lemah". Daniel berdesis sambil meludah.


" tidak memerlukan kekerasan Daniel, aku jadi merasa tak enak jika begini". Daniel berbalik Dan melangkah , kemudian ia berdiri di samping belle.


"kau yang memulai Bryan, ".


melihat itu lavender menjadi panik, ia membuka pintu mobil tapi dengan cepat arimbi menahan nya.


"diam si sini, jangan keluar apapun yang terjadi". arimbi melangkah keluar kemudian menutup pintu mobil itu dengan kencang.


"ah, arimbi.. apa kabar nak". Bryan tersenyum melihat arimbi berjalan mendekatinya.


"aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu tuan Bryan". ujar arimbi.


"aku akan baik jika kau tak membawa kabur calon istri yoga". mendengar ucapan Bryan, arimbi langsung tertawa kemudian menepuk pundak pria tua itu.


"sejak kapan sahabatku menjadi tunangan putra mu, lavender itu calon istri Alexander, apa kau sudah lupa".


"aku tak Mau terlalu banyak berbicara arimbi, aku akan membawa lavender sekarang". namun ketika beberapa pria berjalan mendekati mobil yang di tumpangi lavender, Dari kejauhan terdengar bunyi klakson mobil. tak lama kemudian beberapa mobil berhenti di dekat mereka, lebih Dari 30 orang pria berjas hitam Dan berkulit putih turun Dari mobil.

__ADS_1


Bryan mundur setelah mendapati dirinya terjebak dalam bahaya. dengan cepat ia berjalan ke arah mobilnya , namun sebelum sempat naik, ia mendengar suara Antonio memanggilnya


"Bryan , kau Mau kemana". Antonio berjalan mendekati Bryan.


"ah, tuan Antonio senang bertemu dengan mu ". Bryan menoleh kemudian tersenyum


"seperti Tau kau lihat aku sangat sehat, namun Karna ulah mu aku merasa sangat sakit". Antonio tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Bryan .


"jika Karna ulah ku kau menjadi sakit, Maka maafkan aku tuan Antonio". Bryan merasa ia dalam bahaya saat itu, ia harus segera pergi sebelum Hal yang lebih buruk terjadi.


"ngomong-ngomong Bryan, apa yang kau lakukan tadi, kau sangat berani menodongkan senjata ke arah kedua anak kembar ku".


"anak-anak mu mempersulit diriku, aku hanya ingin menjemput lavender". Bryan mencoba membuat pria tua yang dulu adalah bosanya itu lebih tenang


"siapa maksdumu Bryan? apakah yoga sudah bertunangan". Antonio berjalan meninggalakan bryan kemudian berjalan ke arah mobil Dan meminta lavender segera turun Dari Sana.


Antonio menggenggam jemari lavender. jujur saja, lavender sangat takut jika Antonio akan menyerahkan dirinya pada tua bangka itu. melihat Antonio membawa lavender Dan berjalan menujunya membuat hati Bryan tenang.


" apakah gadis ini calon istri yoga?". Antonio merangkul bahu lavender.


"iya, dia calon istri putraku ". Bryan tersenyum sangat ramah


"bukan kah gadis ini calon istri alex, sejak kapan ia berpindah tangan?". ujar Antonio.


"aku telah membuat kesepatakan oleh rangga, ayah gadis itu.. rangga memberikan lavender pada putraku Karna kami telah memberikan Dana besar untuk rangga, Karna kami perusahaan nya kembali berjalan dengan baik". Bryan terlihat sangat bangga Karna telah mengetakan Hal itu.


"mengapa kau sangat bangga sekali Bryan , kau baru saja mengatakan bahwa kau telah membelai gadis ini". Antonio tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya.


"tak masalah buat ku tuan Antonio, yang pasti aku sangat menyukai gadis ini, aku sangat menginginkan nya sebagai menantuku".


"baiklah ". Antonio menarik rangkulan nya Dari bahu lavender.


"terimakasih tuan Antonio". namun ketika Bryan. menarik lengan lavender Antonio langsung menghentikan nya.

__ADS_1


"aku tidak bilang kau boleh membawanya , kau hanya berurusan dengan rangga, ia adalah ayah Dari seorang gadis yang bernama lavender aurora agusta, namun nama gadis yang sekarang berdiri di depan mu adalah lavender aurora dassault , gadis ini adalah putri ku".


"


__ADS_2