
alex terlihat tampan, ia berdiri di sana menunggu lavender. para tamu undangan telah hadir . lavender merasa malu karna ia hanya berdandan seadanya.
"ayah, apa aku terlihat sangat sederhana?". ujar lavender.
"kau sangat cantik meskipun tanpa riasan wajah sayang, mengapa kau sangat tidak percaya diri". antonio tersenyum sambil menepuk punggung telapak tangan lavender. ia tau lavender sangat gugup, bahkan ia tau jika tubuh lavender bergetar saat ini.
"kau lihat ayah, alexander sangat tampan.. aku hanya seperti ini".
"tak usah di pikirkan". lagu pengiring pengantin telah di mainkan ketika lavender dan antonio melangkah memasuki gereja menuju altar di mana alexander dan seorang pendeta tengah menanti mereka. semua tamu undangan berdiri dan menatap takjub gadis yang baru beberapa hari menjadi putri angkat antonio.
sedangkan di atas, rangga duduk terikat. ia di paksa menyaksikan pernikahan putri nya. ia sangat murka, sebisa mungkin mencoba membuka ikatan tangan , kaki dan juga mulutnya. daniel dan belle yang berdiri di sebelah rangga hanya bisa menahan tawa.
"lihat itu, adik ku sangat bahagia, akhirnya dia bisa menikah dengan pria yang ia cintai.. manis nya". ujar belle sambil sedikit bertepuk tangan.
"sudah belle jangan lakukan itu, aku takut dia akan tambah marah dan merobohkan tempat ini". daniel menambah kekesalan rangga. rangga terus bergerak hingga kursi yang ia duduki roboh.
lavender langsung menatap ke arah suara itu, pun semua tamu undangan. namun dari semua tamu undangan tak ada yag terkejut melihat rangga tengah duduk di lantai dengan keadaan terikat. mereka langsung mengalihkan pandangan kembali ke lavender.
rangga berusaha meminta tolong pada lavender, namun gadis itu sudah terlanjur kecewa . bukan nya menolong lavender malah kembali mengalihkan pandangan nya ke arah alex. alex tersenyum sangat manis, ia gagah dan mempesona sekali.
lavender sungguh tak menyangka, pria yang sangat ia benci itu akhirnya menjadi suaminya. sedangkan pria yang ia cintai malah menjadi musuh besarnya. takdir memang sangat tidak bisa di tebak, begitulah yang lavender fikirkan.
mereka berdua sampai di depan altar, antonio menyerahkan jemari lavender ke alex. alex terlihat bahagia karna akhirnya bisa menikahi lavender , satu-satunya gadis yang bisa membuat dia jatuh cinta. gadis yang bisa membuatnya rindu setengah mati itu sekarang sedang berdiri di hadapannya.
alexander menggenggam jemari lavender sangat erat, ia tak ingin kehilangan gadis itu lagi. kemudian pemberkatan pernikahan pun di mulai, janji sucipun telah terucap. akhirnya mereka berciuman dengan sangat mesra di hadapan semua orang.
"terimakasih". ujar alex, setelah ia melepaskan ciuman nya.
__ADS_1
"iya". jawab lavender kemudian mereka berpelukan kan. lavender menatap rangga yang tepat berada di atas nya. rangga terlihat sangat marah, pernikahan telah selesai di laksanakan belle langsung membuka ikatan rangga. pria itu langsung bangun kemudian dengan cepat melempar kursi kayu yang tadi ia duduki kebawah, bermaksud untuk menyakiti lavender. namun alex menghalangi kursi itu dengan lengan nya. lavender memeluk tubuh alex, terlihat jelas sekali jika lavender sangat ketakutan.
"apa yang kau lakukan". daniel mencengkram leher rangga, namun rangga malah tertawa.
"harusnya kubunuh saja dia saat dia lahir, anak tak berguna". rangga berteriak, sehingga membuat para tamu undangan menatap nya dengan heran.
"kau gila". daniel menarik rangga, lavender menangis setelah mendengar ayah nya berkata seperti itu.
"kau terlalu cengeng, bisa kah kau lebih berani menghadapi orang lain". alex berkata dengan sangat lantang, lavender terpaku di buatnya. yang alex katakan sangat benar, lavender tak boleb cengeng ataupun takut saat menghadapi orang lain. ada alex dan juga keluarga dassault di belakang nya. lalu apa lagi yang harus ia lakukan.
lavender tersenyum , kemudian berdiri dengan tegak, ia terseyum kemudian berjalan bersama alex . lavender bersiap untuk acara pesta pernikahan nya.
"kau sangat cantik". ujar alex sambil memeluk pengantin nya dari belakang.
"kau juga sangat tampan". lavender berbalik kemudian memluk alex. ia sangat merindukan pria itu
"ya kau benar". lavender benar-benar bertekad bahwa kali ini tak ada yang boleh menyepelekan nya.
"jangan terlalu lelah malam ini, kau ingat". alex terseyum kemudian mencium lavender, ciuman biasa namun mampu membuat lavender terlena.
"bisakah kalian menyimpan itu untuk nanti". belle menatap kedua orang yang baru resmi menikah itu.
"kau salah waktu belle". ujar alex
"kalian yang salah tempat, ayo para tamu sudah menunggu". belle menarik lengan lavender.
"apa aku terlihat cantik belle". lavender bertanya, bukan nya menjawab belle malah memeluk lavender.
__ADS_1
baru saja belle mempunyai adik perempuan yang cantik, sekaranh ia harus merelakan kembali adik cantiknya di miliki orang lain. lavender merasa bahagia mendapatkan keluarga baru yang sangat menyayanginya.
"lihat, kau sangat cantik". daniel memeluk lavender kemudian mencium pipi gadis itu.
"terimakasih". ujar lavender, namun alex terlihat tidak suka ada pria lain yang mencium pipi istrinya. daniel merasa ada tatapan membunuh di belakangnya, ia langsung menoleh dan mengerutkan keningnya
"apa?". ujar daniel.
"jangan cium istriku". alex sangat jujur, daniel melengos kemudian kembali mencium pipi lavender yang satunya. kemudian ia kembali memeluk lavender.
"bahagia terus adik ku, jika pria menyebalkan itu menyakitimu, maka kembali lah ke pada kakakmu itu, dan jika kau berkenan kita bisa menikah". daniel menaik turun kan alisnya, mendengar daniel berbicara seperti itu membuat alex tambah cemburu saja. sedangkan lavender hanya tertawa saja melihay kelakuan daniel.
"menjauh dr istriku". alex mendorong daniel kemudian menarik lavender ke sisinya, alex mengambil sapu tangan dari sakunya kemudian membasuh pipi lavender.
"berlebihan". ujar daniel.
"aku tak mau istriku terkontamisani oleh mu". kemudian alex langsung merangkul pundak lavender.
pesta malam itu sangat meriah, lavender sangat bahagia, meskipun ia hanya anak angkat namun antonio mempersiapkan pesta untuk nya dengan sangat mewah. lavender dan alex berkeliling menyapa para itu. antinio sengaja meminta alex berkeliling, karna itu bisa memperluas zona bergaul nya .
"apa kau lelah". ujar alex ketika melihat lavender mengurut sendiri kakinya.
"tidak, namun tumit sepatu terlalu tinggi". lavender menarik gaunnya guna memperlihatkan tumit sepatunya yang terlalu tinggi. namun bukan itu yang menjadi perhatian alex, namun gaun lavender yang di angkat itu sukses memperlihatkan kaki mulus nya. mata alex melotot kemudian menarik kembali gaun itu.
"apa yang kau lakukan". alex menatap marah ke arah lavender.
"aku, memang apa yang aku lakukan". lavender bingung mengapa alex terlihat begitu marah.
__ADS_1
"kau harus mendapat hukuman".