CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
KEPUTUSAN SULIT


__ADS_3

Valentin mengetuk pintu rumah Arimbi setengah jam lamanya, namun tak ada yang membukakan pintu untuknya. Valentin bertanya-tanya kemana perginya seluruh penghuni rumah, sampai pelayan pun tak ada yang membukakan nya pintu.


Arimbi menatap Valentin dari dalam, rupanya Arimbi sengaja melakukan hal itu, ia memerintahkan ke seluruh penghuni rumah agar tak membukakan pintu untuk Valentin. Apapun alasan nya.


Arimbi berbalik dan berjalan menaiki tangga dan memasuki kamarnya. Ia bertekad untuk melupakan Valentin.


"Berani sekali ia mendatangi ku setelah ia bercinta dengan pria lain, aku akan membalas semua yang telah kau lakukan pada ku Valentin, ku pastikan kau akan menyesali hal itu". Arimbi mengepalkan tangan nya.


Valentin akhirnya menyerah, ia kemudian kembali ke mobilnya dan langsung meninggalkan rumah Arimbi. Ia meratapi kebodohan nya, mengapa ia tak meletak kan ponselnya di tas saja waktu itu. Karna kecerobohan nya Arimbi jadi mengetahui apa yang telah ia lakukan dengan Bryan.


Ponsel Valentin berdering, nama Bryan tertera di sana. Valentin merasa kecewa dengan Bryan kini, ia tak berselera untuk mengangkat panggilan itu.


Di vila, lavender sudah berpakaian setelah acara mandi nya dengan Alex, sedangka Alex Masih membasuh tubuh nya. Lavender mengenakan kemeja yang di padukan dengan celana hotpants biru Dongker, dan itu sukses membuat kaki indah nya terlihat semakin mempesona. Kemudian ia mengenakan sepatu boots nya, siang ini dia dan Alex sepakat untuk mendaki gunung yang letak nya tak jauh dari villa tempat mereka menginap.


Alex menatap gadis nya, ia mendekati lavender.


"Kau mau mendaki atau mau menggodaku, jika kau mau menggodaku ada baiknya kita di sini saja". Ujar Alex sambil mengunci tubuh lavender di tembok.


"Aku tidak sedang menggodamu tuan muda Alex, tapi jika kau merasa seperti itu, maka kau boleh melanjutkan aktifitas seperti yang kau lakukan di kamar mandi tadi". Lavender tertawa setelah mengatakan hal itu.


"Hem, begitu ya". Alex langsung membungkam tawa lavender dengan ciuman.


"Ganti celana mu, atau aku yang akan menggantikan nya". Mendegar perintah itu membuat lavender berlari mencari celana yang lebih panjang.


Alex membawa perlengkapan mendaki mereka, ia bahkan tak melepaskan jemari lavender. Alex terlihat sangat bersemangat. Bukan Karna acara mendakinya, namun Karna Alex telah merasakan nikmatnya bercinta dengan lavender, hingga ia rasanya tak ingin melepaskan jemari gadis itu meskipun hanya sebentar.


Mereka akhrinya sudah sampai di Padang rumput yang sangat luas itu setelah perjalanan selama 2 jam.

__ADS_1


"Indahkan". Ujar levender.


"Kau lebih indah". Alex meletak kan tak ranselnya kemudian meraih tengkuk lavender dan mencium nya. Matahari yang terbenam itu menjadi saksi betapa indahnya cinta mereka berdua.


Tenda telah di buat, api unggun juga sudah menyala, Alex tengah memasak sedangkàn Lavender tengah menghintung jumlah bintang di langit, Mereka terlihat sangat bahagia.


"Ayo makan, kau harus mengisi perutmu sayang". Alex meletak kan makanan di hadapa lavender


"Terimakasih". Ujar lavender


"Semoga kau suka". Alex terseyum. Makanan yanb di buat Alex sangat enak, ia bahkan menghabiskan bagian nya.


"Ini enak". Kata lavender. Hari sudah semakin larut, kedua orang itu masih setia menatap langit sambil sesekali berciuman, bahkan Angin dingin yang berhembus tak menyurutkan gairah muda mereka.


"Mari menikah". Ujar Alex .


"Kapan?". Lavender terseyum melihat keseriusan Alex.


"Baiklah". Setelah mengatakan itu mereka kembali berciuman.


Alex menghubungi sekertaris nya kemudian meminta nya melakukan semua yang di perlukan. Setelah pembicaraan yang panjang itu Alex menutup sambungan telepon itu.


Lavender sudah tertidur di dalam tenda, wajah nya sangat cantik. Alex menaik kan selimut nya agar menutupi tubuh lavender yang polos tanpa pakaian itu. Lalu Alex merebahkan dirinya sambil memeluk lavender, ia merasa sangat bahagia Karna besok ia akan secara resmi menikahi gadis itu.


Alex membuka matanya ketika ia merasa ada pergerakan di luar, kemudian dengan perlahan ia membuka pintu tendanya sambil mengamati situasi di sana.


Alex meraih senjata yang selalu dia bawa kemudian beranjak keluar dan menodongkan senjata itu pada sosok pria yang berdiri membelakanginya.

__ADS_1


Pria itu berbalik dan langsung terseyum pada Alex. Alex menurunkan senjatanya kemudian berlari memeluk pria itu.


"ayahmu dalam masalah Alex". mendengar kabar itu membuat Alex merasa sangat bersalah, ia menundukan pandangan nya.


"apa yang terjadi?". ujar Alex


"Bryan mengambil alih kepemimpinan seluruh perusahaan yang kalian miliki, ia mencoba membukam seluruh dewan direksi dengan kekuasaannya Dan kau pasti Tau, mereka tak kan berani Bryan". Alex tertunduk lesu. ia Tau apa yang Bryan ingin kan.


" lalu, apa yang kau inginkan Dari ku sekarang? ".


" kembali lah Alex, tinggal kan gadis itu, dia biang permasalahan kalian, jangan korban kan segala yang telah kau bangun Dan telah kau cita-citakan Selama ini dengan susah payah ". ujar pria itu sambil menepuk pundak Alex.


" aku rela kehilangan segala nya demi gadis itu , bahkan aku rela jatuh miskin demi bersama dengan dirinya". ujar Alex, ia sungguh tak perduli, ia sangat mencintai lavender jadi ia tak rela jika yoga berhasil merebut lavender Dari dirinya.


" ini bukan hanya tentang dirimu, tapi ini tentang ayah mu, para karyawan yang bekerja dengan mu, Bryan akan mengganti semua para pekerja, lalu kemana mereka akan pergi Alex".


" apakah mencintai seséorang itu sebuah dosa Lucas? ". Alex menatap sahabat dekat sekaligus orang kepercayaan sang ayah.


" kau tak Salah, namun kau mencintai gadis yang Salah".


" tapi sejak awal lavender memang di jodoh kan dengan ku Lucas, apakah aku tak terlalu kejam jika harus meninggalkan gadis itu hanya demi menyelamatkan hidup orang lain ? ". Alex menghembuskan nafasnya , ia bingung harus melakukan apa.


" yang akan terkenal dampaknya bukan hanya satu atau 2 orang saja Alex, namun ada ratusan orang, mereka semua bekerja untuk mu, para karyawan yang setia padamu. ingat Alex, mereka nenggantungkan hidup nya pada dirimu". lucas kembali menepuk pundak Alex.


pemuda yang tengah merasakan Manis nya cinta harus terpaksa memilih antara gadis yang bersama lavender atau para karyawan yang telah dengan setia Dan bersama membangun perusahaan itu hingga perusahaan yang tadinya kecil berubah menjadi perusahaan yang besar Dan sukses dalam segala bidang.


akhirnya ia berhasil mengambil keputusan yang berat, sepeniggal Lucas, alex kembali masuk ke dalam tenda. ia menetap wajah cantik lavender, kemudian memeluk gadis itu Dan beberapa Kali mencium nya. kemudian ia kembali melangkahkan kakinya keluar . ia menatap ke arah langit, matahari telah terbit.

__ADS_1


Alex merogoh ponselnya Dari saku.


"arimbi.. ini aku Alex".


__ADS_2