
"sebenarnya apa mau mu ?". antonio menatap bryan. pria itu kembali mendatangi antonio, ia ingin meminta uang ganti rugi. rangga merasa kehancurannya di sebabkan oleh antonio.
"berikan ku uang, kau telah membuat hidup ku hancur, karna kau lavender tidak bisa menikah dengan yoga, karna kau aku telah kehilngan uang 20 milyar dollar. itu semua di sebabkan oleh mu, apa kau tak sadar juga!". rangga memukul meja kerja antonio, ia terlihat sangat marah.
"berapa yang kau ingin kan". antonio sudah tidak ingin berurusan dengan pria seperti rangga. ingin rasanya ia memukul kepala pria itu agar rangga mengerti jika putrinya tidak bisa di perlakukan seperti itu.
"40 milyar dollar". ujar rangga enteng.
"baik, aku akan memberikan itu padamu, tapi kau harus menandatangani sesuatu". antonio memberikan sebuah map berisi berkas-berkas yang harus di baca oleh rangga. rangga mengerut kan kening nya saat membaca isi nya.
"apa-apaan ini, bagaiamana pun aku tetap ayahnya". rangga sangat marah, ketika ia membaca pasal-pasal ya g di berikan oleh antonio.
"ayah mana yang tega menjual putrinya?". antonio terkekeh sambil melemparkan sebuah pena ke arah rangga.
"tidak bisa, aku tetap ayahnya.. aku yang berhak menentukan hidupnya".kini antoniolah yang mengerutkan keningnya. pria seperti apa rangga, ia meminta uang dengan jumlah yang besar pada antonio karna antonio mengangkat lavender sebagai anaknya. namun ia masih ingin mengatur dan menentukan jalan hidup lavender.
"setelah kau meminta uang kau masih juga menentukan hidup lavender?". antonio bingung harus berkata apa lagi.
"tentu saja, uanh ini aku anggap sebagai bayaran karna aku merugi, seharusnya hidup ku sudah tenang , tapi kau malah menyembunyikan putriku di sini". ujar rangga enteng , lalu mencoret pasal yang ia rass tak cukup adil baginya. termasuk pasal di mana ia harus memutus komunikasi dengan lavender.
"rangga, apa kau tak pernah berfikir kalau kau sangat keterlaluan". antonio bertanya pada pria yang sedang duduk berhadapan dengan nya.
"tidak, aku ayah nya aku membesarkan nya tanpa seorang ibu, aku meluangkan waktu ku selama ini untuknya. aku memberinya uang, memberinya makan, memberikan segala kemudahan, menyekolahkan nya dan bebebaskan nya untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan, jadi apa salah nya jika sekarang aku menuntutnya untuk membayar segala pengorbanan ku selama ini". antonio kaget mendengar oenjelasan rangga.
"itu kewajiban mu sebagai seorang ayah, kau berkata seperti itu seakan-akan kau sedang menagih hutang pada putri mu sendiri". ujar antonio.
"memang, itu lah yang sedang aku lakukan". antinio menggelangkan kepalanya.
"kau sungguh keterlaluan".
"lagipula dari pada kau mengangkat putriku sebagai anak mu, kenapa tidak kau nikahkan saja putriku dengan putra mu". ucapan rangga yang barusan cukup menbuat antonio shock. rangga akan merelakan putrinya menikah dengan pria ber uang. siapapun itu.
__ADS_1
"tidak". ujar antonio.
"aku telah menemukan pria yang tepat untuk lavender, pria itu berumur 50 tahun dengan 3 orang anak. ia duda kaya, ia memiliki 3 perusahaan besar. untuk ku pria itu cocok dengan lavender". ujar rangga sambil terus membaca isi berkas itu. antonio sangat marah mendengar hal itu, ia langsung menarik berkas itu kemudian merobek-robek nya.
"lupakan soal 40 milyar itu, sekarang keluar kau dari ruangan ku". rangga kaget karna antonio merobek kertas itu sampai potongan terkecil.
"apa maksudmu". tanya rangga sambil berdiri.
"keluar kau dari ruangan ku, dan segera tinggalkan negara ini, atau aku akan mempersulit hidupmu di sini". antonio akhirnya mengeluarkan taringnya.
"kau mengusir ku, baik jika begitu aku akn membawa lavender serta". ujar rangga. rangga sama sekali tak tau siapa yang ia hadapi.
"tidak bisa, kau silahkan lakukan yang kau bisa untuk membawa putriku lavneder". antonio menatap rangga sambil tersenyum menyeringai.
"apa kau menantangku". ujar rangga. pintu ruangan terbuka, daniel masuk kemudian mencengkaram lengan rangga.
"jangan sampai kesabaran ku habis tuan". ujar daniel.
"pergi dari sini itu akan lebih baik bagimu". ujar belle ,ia berjalan mendekati rangga. gadis cantik itu seperti iblis saat ini. ia menatap rangga , tatapannya seperti ingin membunuh saja.
"kalau aku tak mau bagaimana". belle menyeringai kemudian menarik lengan rangga dan memelintirnya. rangga kesakitan kemudian mendorong belle.
"pergilah dari sini, jangan lagi menganggu adik ku". ujar belle, ia memanggil lavender dengan sebutan adik. kini rangga malah di kejutkan dengan kedatangan alex.
"sedang apa kau di sini". rangga menatap pemuda tampan itu.
"menikahi lavender".
di tempat lain, lavender merasa aneh. ia di minta untuk memakai gaun catik berwarana merah mudan dengan riasan wajah yang tak terlalu tebal, ia bahkan di layani dengan sangat baik.
"sebenarnya ada apa ini, apa akan ada acara makan malam ?". tanya lavender pada salah satu pelayan yang sedang membereskan kamarnya.
__ADS_1
"sepertinya begitu nona muda". ujar pelayan itu.
"oh, ok.. lalu di mana ayah dan kakak-kakak ku". lavender kembali bertanya.
"mereka sedang berada di kantor". kini arimbi yang menjawab.
lavender menganggukan kepalanya. ya ayah dan kakak-kakaknya sangat sibuk mana mungkin berada di rumah.
"apa akan ada makan malam istimewa, mengapa aku merasa semua orang terlihat sangat sibuk". lavender berdiri dari kursi tempat ia duduk kemudian ia melangkah mendekati arimbi. sahabatnya itu terlihat sangat tampan dengan stelan jas nya.
"tidak hanya makan malam biasa, hmm apa kau sudah siap". ujar arimbi.
"apa kita makan malam di luar?". arimbi terseyym kemudian meraih jemari fajrina.
"ya, kita akan makan malam di luar". mereka kemudian berjalan berdampingan. arimbi sangat bahagia, ia seperti sedang mengantar sahabatnya berjalan menuju altar.
"kau selalu terseyym, apa ada yang membuatmu bahagia?".lavender menatap arimbi yang sedang berjalan di sebelahnya.
"ya, dan ngomong-ngomong kau sangat cantik". lavender dan arimbi di antar beberapa pengawal. di sepanjang perjalan arimbi merasa sangat bahagia.
"kau tau arimbi, aku sangat bahagia memiliki sahabat sepertimu, karna dirimu aku bisa lepas dari genggaman yoga, jika tidak mungkin saat ini aku telah menikah dengan pria itu". ujar lavender
"aku bahagia, jika kau juga bahagia lavender".
"ngomong-ngomong, apa kau sudah mulai melupakan valentin?". lavender bertanya, sebenarnya ia sangat tidak enak mempertanyakan hal itu pada arimbi.
"aku sudah meluoakannya sedikit". ujar arimbi, kemudian meobil mereka berbelok dan masuk ke dalam oarkiran sebuah gereja mewah yang terletak tak jauh dari menara Eiffel.
"apakah aka ada pernikahan". lavender merasa bingung, bukan kah mereka akan makan malam. mengapa mereka malah datang ke gereja.
"iya". ujar arimbi, ketika lavender turun ia mendapati antoni sudah berdiri di ambang pintu gejera itu.
__ADS_1
antonio terseyum kemudian berjalan mendekati lavender, menarik tangan gadis itu hingga lavender mengalungkan lengan nya di lengan antonio. lavender bingung, namun ketika pintu itu di buka, senyum lavender merekah sempurna.