
"aku sudah melakukan yang terbaik sayang, kau bisa lihat itu". valentin beringsut kemudian memeluk kaki Bryan . ia merasa takut.
"hmm". Bryan tak bergeming, ia terus saja membelai kepala Valentin , kemudian menjambak rambut gadis itu kemudian melempar Valentin ke kaki ranjang. Valentin memegang punggung nya , ia merasa sangat sakit.
"tak berguna".Bryan kemudian berjalan meninggalkan Valentin di kamar itu, ia kemudian menghubungi yoga. namun yoga tak menjawab telepon nya.
di tempat lain, Alexander tengah berhadapan dengan rangga. sebenarnya Alex sudah tak mau berurusan dengan laki-laki itu, ia merasa bahwa bertemu dengan nya adalah Hal yang sangat percuma.
"terimakasih Karna kau sudah Mau menemuiku Alex". rangga tersenyum, ia sangat tidak Tau malu . Alex menatap rangga dengan sangat tajam.
"langsung saja ke intinya, apa yang ingin kau bicarakan dengan ku rangga". sudah tak ada lagi rasa hormat Dari Alex untuk rangga, ia sangat membenci pria itu.
"aku ingin minta maaf padamu Alex, aku telah membuat kesalahan besar, Dan Kali ini aku ingin memperbaikinya, Maka aku tolong, berikan aku kesempatan ". rangga langsung ke intinya sesuai keinginan Alex. pemuda itu tersenyum menatap tak percaya pria tua itu, Alex bahkan sampai melipat tangan nya di depan dada kemudian Ia tertawa.
"Gampang sekali kau mengatakan itu padaku, setelah apa yang telah kau lakukan pada putri mu, kau menjual nya pada paman ku". Alex menyenderkan tubuhnya kemudian mulai mengetuk meja itu. Jemarinya sangat lihai ketika ia mulai membuat irama lagi saat ia mengetuk meja itu.
Rangga mulai gugup, tatapan mata Alex sangat menyeramkan.
"Ya, aku Tau aku bersalah.. namun aku baru saja menyadari kesalahan ku pada kau juga putriku, Maka Dari itu aku ingin memperbaikinya Alex". Alex kembali menertawakan rangga.
"Bagaiamana cara mu memperbaikinya ?". Alex menghentikan jemarinya kemudian ia mencondongkan tubuhnya hingga ia bisa dengan jelas menatap wajah pria tua yang tak Tau malu itu.
"Kau boleh menikahi lavender, tapi sesuai perjanjian awal.. kau harus memberiku uang agar aku bisa menyelamatkan perusahaan ku, aku hancur Alex.. hanya kau Dan ayah mu yang bisa membantuku". Alexander tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya kembali
"Jadi begitu, berapa banyak yang kau butuhkan?". Alex megambil cek kemudian meletak kan nya di atas meja. Melihat cek seharga 20 milyar dollar itu membuat mata rangga berbinar.
__ADS_1
"40 milyar dollar". Rangga menaik kan harga jual putrinya. Ia memanfaatkan keadaan, ia Tau bahwa Alexander begitu mencintai putrinya, jika ia menginginkan lavender Maka ia harus memberikan dirinya uang sebanyak 40 milyar dollar.
"Apakah harga lavender naik sekarang?." Alex menandatangani Dua kembar cek. Rangga tersenyum sangat lebar., Tak sia-sia rangga membenarkan lavender , karn pada akhirnya ia bisa mejual gadis itu dengan harga yang tinggi .
"Harga lavender akan terus naik Alex, kau Tau banyak sekali pria yang menginginkan pĂștriku ". Rangga kemudian mengambil cek yang di berikan Alex itu.
"Jika ada yang sanggup membelai lavender lebih Dari 40 milyar apa kau akan menjual nya kembali?". Alex menatap tak percaya pria tua bangka di depannya itu.
"Selama kalian belum menikah, siapapun dengan uang yang lebih besar bisa memiliki lavender". Alex terpaku, tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Kau benar-benar pembisnis handal, kau bahkan memasukan nama putrimu dalam jadwal bisnismu untuk mendapatkan uang , bukan begitu Bryan ?".
"Tentu saja, kalian harus Tau apa saja yang telah aku keluarkan demi membenarkan nya, aku membenarkan lavender sejak ia bayi ,aku memberikan pakaian Dan makanan terbaik sampai dengan pendidikan semua tak main-main, jadi jika ingin menikahi putriku, mereka harus mampu membayar kembali apa yang telah aku berikan untuk lavender, worth it?".
Setelah mendengar jawaban rangga Alex meraih kembali cek yang ia letak kan di atas meja sebelum rangga mengambilnya.
"Lavender sudah bukan putrimu lagi rangga, aku hampir saja lupa". Alex langsung meraih ponselnya kemudian mengirimkan sebuah video pada rangga.
Matanya terbelalak , ia manatap layar ponsel Alexander.
"Apa-apaan ini". Rangga memukul. Meja kemudian menatap Alex
"Permainan apa lagi yang kau peran kan Alex". Rangga berjalan ke arah Alex kemudian mencengkram kemeja pemuda itu.
Alex tersenyum, ia bahkan tak bergerak. Ia menatap pria tua itu kemudian tertawa.
__ADS_1
"Lavender resmi menjadi putri Antonio dassault hari ini, jadi jangan kan dirimu.. bahkan paman Bryan saja tak bisa melakukan apa-apa soal lavender, jadi aku tak lagi membutuhkan izinmu untuk menikahi lavender". Alex melepaskan kerah bajunya Dari cengkraman Tanga rangga kemudian menghempaskan nya begitu saja.
" Itu tidak mungkin". Rangga menatap Alex tak terima.
" Terima saja kenyataan itu rangga, Dan tenang saja.. aku akan mengundang mu nanti.. aku Dan lavender akan melangsungkan pernikahan kami di Paris, semoga kau bisa datang". Alexander melangkah dengan gagah meninggalkan rangga.
rangga langsung berusaha menghubungi Rafael, Kali ini ia harus bisa membuat pria itu meyakin kan putranya agar Mau kembali membantu dirinya . rangga tipe orang yang sangat tidak Tau malu, bahkan setelah apa yang ia lakukan ia Masih juga berusaha mendapatkan uang Dari ayah Dan anak itu.
"aku sudah tak butuh izin Dari mu untuk menikah kan putra ku dengan lavender, kau bukan lagi ayah nya rangga, jadi menjauhlah dari lavender, lawan mu bukan orang - orang seperti ku". mendengar ucapa Rafael malah semakin membuat Rangga naik pitam.
"tak usah menggurui aku, urusan lavender akan ku urus nanti, saat ini kirimi saja uang untuk ku, aku akan mengurangi jumlah nya, berikan saja padaku 10 milyar dolar". Rangga sudah tak sabar, Karna ini hari terakhirnya untuk membayar segala hutang yang ia pinjam.
"maaf aku tak bisa ". Rafael langsung memutuskan sambungan telepon nya. Rangga meminta salah satu kawan lamanya mencari kontak Antonio dassault,ia ingin menghubungi pria itu. ia harus membayar Rafael karna dengan sangat berani mengadopsi lavendeer tanpa izin nya terlebih dahulu.
nada dering dari ponsel Antonio membuat pria itu bangun dari tidur nya, perlahan Antonio melihat layar ponselnya, ia tau nomer yang menghubunginya berasal dari Indonesia, maka ia dengan cepat mengangkatnya
"Antonio dassault, benar". ujar Rangga.
"ya, siapa ini..". tanya Antonio sambil kembali menutup matanya.
"aku Rangga, aku ayah kandung lavender". mendengar hal itu Antonio langsung membuka matanya.
"oh, Rangga..ada apa? apa ada yang bisa ku bantu". Antonio terdengar sangat tenang.
"kembalikan putri ku sekarang juga". Antonio tersenyum .
__ADS_1
"siapa putrimu?"..