
"Jadi Karna itu yoga mendekati aku, bahkan merenggut keperawanan ku, menjadikan ku pemuas nafsunya, jadi Karna Apa yang Alex lakukan sebelumnya". Ujar lavender dalam hati. Ia kemudian menatap calon suaminya itu.
"Aku harap kau mau menerima kesalahan masa lalu ku sayang, aku sudah berusaha merubah nya untuk mu". Alex mendekati lavender dan mencium bibir gadis itu. Lavender menikmati permainan Alex hingga mereka tak sadar jika sekarang Alex sudah berada di atas tubuh lavender.
Alex langsung bangun , kemudian menatap calon istrinya itu.
"Kau kenapa sih". Lavender berdecak marah.
"Sudah lah, ayo tidur .. besok pagi kita harus kembali". Alex menarik lengan lavender dan langsung memeluk gadis itu dari belakang serta meletakkan wajah nya di tengkuk lavender.
"Alexander.." .
"Hmm".
"Apa kau mencintaiku". Lavender ingin membuat pengakuan , ia merasa harus mengakui pada Alex yang yang telah menimpa dirinya.
"Sangat". Jawab Alex.
"Apa jika aku melakukan kesalahan, kau masih mau memaafkan aku?". Alex terdiam, kemudian menghembuskan nafasnya secara perlahan.
"Ya". Pemuda itu mengatakan yang sebenarnya, Alex merasa ia bukan orang suci, jadi ia tak kan mempermasalahkan masa lalu gadis itu.
"Aku sudah tidak perawan Alex, apa kau mau menerimaku". Nafas lavender naik turun, dadanya berdebar, ia sangat takut jika Alex akan marah dan murka setelah Alex tau siapa yang merenggut keperawanan nya itu.
"Aku juga sudah tidak perjaka." Alex kemudian tertawa.
"Tapi, apa kau tak masalah". Lavender urung mengakui siapa pria itu.
__ADS_1
"Aku tak masalah lavender, meskipun yoga telah memperkosa mu, itu tak masalah bagiku, aku anggap itu hukuman dari yoga untuk ku. Tujuan yoga hanya satu, merebutmu dariku, jadi jika aku menyerah dan melepaskan mu, berarti keinginan yoga menghancurkan ku tercapai.. namun bukan itu masalah nya, aku bisa saja meninggalkan mu tapi disini kau adalah korban, dan aku tak mau melakukan itu". Lavender terpaku, rupanya Alex tau kejadian malam itu. Lavender langsung berbalik dan menatap mata Alex.
"Kau tau". Ujar lavender.
"Ya aku tau, aku memeriksa paper bags yang yoga bawa, aku tau paperbags itu milik mu". Lavender menahan nafasnya , kemudian memeluk tubuh Alex.
"Maafkan aku Alex". Kini lavender jauh lebih lega ketika ia tak harus menutupi semuanya dari Alex.
"Lupakan lah, sekarang ayo tidur". Alex terseyum kemudian mencium puncuk kepala calon istrinya.
Lavender menatap marah sang ayah ketika ia melihat cek yang tergeletak di meja.
"Kau mencoba menjualku ke orang yang lebih kaya, bukan begitu ayah". Lavender terlihat sangat marah, kemudian ia tersenyum ke arah Rangga
"Aku tidak menjualmu, aku hanya berfikir kau lebih baik bersama yoga yang lebih santun dan baik daripada brandalan seperti Alex". Kini lavender tak bisa menahan tawanya.
"Apa?? Ayah kau terlalu munafik.. bukan itu alasannya bukan, alasan nya Karna uang, om Bryan lebih mahal membayar mu, benar begitu kan". Rangga terdiam , namun sebagai seoran ayah ia berhak melakukan apapun untuk kebaikan putrinya dan juga kebaikan nya.
"Aku akan meminta Alex memberikan uang lebih dari pada isi cek itu, Alex akan melakukan apapun untuk ku ayah, jika kau terus saja memaksa, aku akan meminta om Rafael memenjarakan mu".
Rangga sudah sangat keterlaluan, ia menjadikan lavender barang dagangan nya, ia akan memberikan lavender ke sjapapun yang memberikan uang lebih banyak padanya , namun ia tak menyadari hal itu.
"Rafael tak bisa memenjarakan ku, aku akan mengembalikan uang nya, dan kau akan menikahi yoga secepatnya, mulai sekarang kau tak boleh berhubungan atau bertemh dengan Alex". Tiba-tiba pintu ruang kerja Rangga terbuka, dan 2 pengawal masuk dan langsung memegang lengan lavender.
"Apa yang kau lakukan ayah". Lavender berteriak, ia meronta.
"Kunci dia di gudang bawah, beri ia makan namun jangan membiarkan nya keluar dari sana, jika ada yang menanyakan prihal keadaan nya, bilang saja bahwa nona kalian kabur karna tak ingin menikah dengan Alex". Rangga sangat kejam, lavender menatap kecewa sang ayah.
__ADS_1
"Kau sangat kejam". Lavender berteriak, namun Rangga langsung memberikan kode agar kedua orang itu membawa lavender keluar.
Sesampainya di gudang pengawal itu langsung mendorong lavender hingga terjatuh di lantai. Tubuh lavender penuh dengan debu, gudang itu sangat suram. Terdapat kasur dengan seprei penuh debu, serta meja yang tak kalah kotornya, tak ada ventilasi udara, hanya ada jendela kecil tanpa kaca di atas tembok.
Lavender sangat menyesali perbuatan ayahnya, Namun ia tak menangis sama sekali. Kini ia tengah berfikir bagaiaman caranya agar dia bisa terbebas dari tempat itu.
Di tempat lain, Rafael mendapatkan kabar bahwa rangga mengembalikan dana yang telah ia pinjam untuk menyelamatkan perusahaan nya, Rangga bahkan membatalkan pernikahan Alexander dengan lavender.
Rafael murka, ia kemudian memanggil Alex
"Itu tidak mungkin, lavender tidak mungkin melarikan diri hanya karna tidak mau menikah dengan ku ayah, lavender bahkan secara terang-terangan menerima kehadiran ku". Alex menyerahkan ponselnya, ia memperlihatkan percakapan nya dengan lavender. Ia bahkan memperlihatkan beberapa foto merasa mereka berdua selama berada di pantai.
"Lalu, mengapa jadi seperti itu Alex". Alex diam, tak mungkin lavender melalukan hal itu bukan, pasti ada yang terlewatkan.
"Yoga , ini ulah nya ". ujar Alex, kemudian ia menatap sang ayah. ia tau bahwa semua ini akan terjadi.
"yoga telah memperlihatkan taring nya ayah". namun Rafael menggelengkan kepalanya
"tidak, bukan yoga.. tapi Bryan". Rafael menghembuskan nafas nya dengan sangat berat. lawannya bukan lah orang yang bisa ia hadapi, Bryan sangat kejam ,meskipun mereka bersaudara cara berfikir mereka berdua berbeda. di tambah lagi Rangga yang sangat materialistis, sehingga sangat tidak mungkin bagi Rafael untuk melawan kekuasaan Bryan.
"lupakan lah lavender , kau harus menerima hal itu". Alex menggelengkan kepalanya. ia tak bisa menerima kekalahan nya begitu saja. ia sangat mencintai lavender, ia tak kan melepaskan dan tak kan mengalah begitu saja
"lavender calon istriku ayah, aku akan mempertahan kan dia bagaimana pun caranya". Alex berdiri kemudian menatap Rafael
"apa yang akan kau lakukan Alex, apa kau akan melawan paman mu yang terkenal kejam itu". Rafael mencoba untuk membuat anaknya mengerti jika pamannya bukan orang yang mudah untuk di hadapi.
"aku akan melakukan apapun ayah, bahkan jika harus melawan om bryan, maka aku akan melakukan nya".
__ADS_1
"apa kau sudah gila, dia bisa mengambil perusahaan yang tengah kau pimpin ". Rafael menarik lengan Alex kemudian mencengkram bahu pemuda itu.
"tak masalah, sudah cukup ayah.. sejak kecil aku sudah terlalu sering mengalah pada yoga, kali ini tidak lagi ayah.. dengan atau tanpa bantuan muy aku akan tetap menikahi lavender".