
gadis itu masih terduduk di lantai setelah mendengar ucapan dari Arimbi. Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi lemas, ia bahkan tak mampu mencerna apa yang telah terjadi.
Mendengar pengakuan Arimbi membuat Valentin sakit, apalagi mengingat jika Arimbi mendengar suara-suara rancu yang ia dan Bryan ucapkan ketika mereka bercinta tadi.
"Aku mencintai orang lain Arimbi, aku sangat mencintai dia". Ujar Valentin sambil terus menatap indah nya bulan malam itu. Bryan yang tiba-tiba saja terbangun mencari mainan nya itu, bagi Bryan Valentin adalah mainan s*x nya.
Bryan melihat Valentin tengah duduk di balkon kamar itu, Valentin membungkus tubuhnya dengan selimut. Visual nya sangat indah, bahunya terlihat bercahaya. Perlahan pria tua itu mendekati Valentin dan mengangkat tubuh gadis itu.
"Ayo kita lanjutkan sayang". Seperti tak ada puasnya Bryan kembali memangsa Valentin, hingga gadis itu kelelahan dan tidur. Bryan bangkit , berpakaian dan langsung meninggalkan kamar hotel yang telah dia tempati bersama Valentin selama 2 hari.
Arimbi mabuk, ia menghabiskan 2 botol minuman beralkohol itu. Ia merebahkan tubuhnya di lantai kemudian tertidur. Di tempat lain Alex tengah menghirup wangi tubuh lavender. Ia mendengus leher calon istrinya itu. Tak dapat di pungkiri , setelah mendengar suara ambigu Valentin dan Bryan , ada rasa aneh yang menyelimuti Alex. Ia ingin menuntaskan hasrat nya sekarang, libido nya naik begitu saja saat ia tak sengaja memegang dada lavender.
"Aku bisa, aku tak kan menyentuhnya". Ujar Alex sambil memejamkan matanya. Namun kali ini gerakan lavender membuat adik kecil Alex berdiri sempurna. Alex merutuki kebodohan lavender.
"Anak ini". Alex memaki lavender sambil mengangkat kaki gadis itu. Alex merasa tak berdaya saat itu, tanpa pikir panjang pemuda itu ******* bibir lavender, mendapatkan serangan mendadak membuat gadis itu membuka matanya.
Alex memaksakan lidah nya untuk masuk ke dalam rongga mulut lavender, sedangkan lavender yang baru saja bagun langsung melepaskan ciuman Alex dan menatap pria yang sudah berada di atas nya. Posisi Alex sudah siap untuk menyerang.
"Kau kenapa?" Ujar lavender sambil mengerjapkan matanya.
"Aku tak tahan". Alex kembali menenggelamkan wajah nya di leher lavender.
"Kau mau apa?". Lavender menahan tangan Alex ketika jemari pria itu mulai meraba perut nya.
__ADS_1
"Aku menginginkan mu sekarang.. apa aku mendapatkan penolakan?". Alex masih tak mengangkat wajah nya dari leher lavender.
"Setidak nya tatap aku". Mendapat perintah seperti itu Alex langsung mengangkat kepalanya. Wajah Alex sangat sexy ketika ia tak sanggup lagi menahan hasrat nya itu. Lavender jadi teringat bagaimana hebatnya Alex di atas ranjang ketika pemuda itu bercinta dengan gadis lain di pantai beberpa waktu lalu.
"Maafkan aku, aku tak bisa menahan nya". Setelah mengatakan itu Alex langsung mencium lavender. Gerakan gerakan sensual gadis itu semakin membuat Alex tak berdaya. Malam itu untuk pertama kalinya lavender melayani keinginan Alex.
"Apa tidurmua nyenyak". Lavender bertanya ketika melihat Alex berjalan keluar dari kamar hanya dengan mengenakan celana boxer saja. Dadanya yang bidang serta perutnya yang kotak kotak seperti roti sobek itu menambah keindahan pagi lavender.
"Sangat". Ujar Alex, ia memeluk lavender dari belakang.
"Ayo sarapan". Kata lavender sambil mencium pipi Alex. Wajah Alex terlihat sangat cerah pagi itu, pun lavender. Mereka sesekali saling menggoda ketika sedang menikmati sarapan pagi itu.
"Kau sangat cantik pagi ini". Alex menatap wajah lavender, gadis itu terlihat lebih menawan ketika bangun tidur dan juga belum mandi.
"Kau bahkan terlihat menggoda ". Balas lavender kemudian mereka tertawa kembali. Alex kemudian beranjak dan mencium bibir lavender. Bukan ciuman biasa, namun ciuman penuh dengan sebuah permintaan. Alex menarik tubuh lavender hingga gadis itu bangun dari duduknya.
"Memandikan mu". Alex langsung mengangkat tubuh lavender dan membawanya ke kamar mandi sambil meneruskan ciuman mereka.
Mereka sudah berada di dalam bathtub, Alex membuka seluruh tirai yang menutupi kamar mandi, pemandangan pagi itu sangat indah, namun tak seindah ******* lavender ketika Alex mulai melakukan aksinya. Alex sangat menyesal, seandainya ia tak melakukan itu tadi malam, ia tak kan tergila-gila pada tubuh lavender .
Rupanya itulah yang membuat yoga juga tak bisa begitu saja melepaskan lavender. Tubuh gadis itu seperti candu, siapapun yang pernah merasakan nya akan selalu ketagihan dan ingin kembali menyentuh nya lagi. Kini Alex merutuki kebodohan nya semalam.
Air di dalam bathub membuat tubuh lavender semakin bercahaya, di tambah lagi oleh sinar matahari yang masuk ke dalam. Lavender terlihat seperti bidadari bagi Alex. Dan akhirnya Alex menyadari, ia sangat mencintai lavender, ia tak kan melepaskan gadis itu apapun alasannya.
__ADS_1
Alex kemudian menarik tengkuk gadis yang tengah bergerak di atas nya itu kemudian mencium nya. Bagi Alex selama 25 tahun hidup nya, ini lah pagi terindah yang pernah ada.
"Aku mencintai mu lavender, jangan pergi dari ku, dan jangan mencoba meninggalkan ku". Ujar Alex dia antara ******* yang keluar dari mulutnya.
"Aku tak kan meninggalkan mu sayang, jika aku melakukannya berarti itu bukan lah diriku, aku mempersilahkan mu membunuhku jika aku melakukan semua itu" mereka melanjutkan ciuman dan acara bercinta mereka pagi itu.
Valentin sudah kembali ke rumah, ia membersihkan diri kemudian segera berpakaian , ia harus menemui Arimbi dan menjelaskan segalanya. dan Arimbi harys mau menerima keputusan Valentin. bagi Valentin Bryan adalah segalanya, apalagi sang ibu sudah memberikan izin untuk Valentin.
Bryan memenuhi segala kebutuhan Valentin dan keluarganya, sebenarnya ayah Valentin tak merestui hubungan putrinya dengan bryan. namun apalah daya, dirinya tak bisa melawan keinginan Bryan. pria tua itu terlalu berkuasa.
di rumah itu bahkan tak ada yang berani memarahi Valentin, itulah mengapa Valentin mempertahan kan Bryan, meskipun ia harus memberikan tubuhnya pada pria tua itu kapan pun ia menginginkan nya.
setelah berpakaian Valentin segera berjalan menuruni tangga, namun ketika ia ingin keluar sang ibu menghalangi langkahnya.
"mau kemana kau?". tanya ibunya
"aku mau ke rumah Arimbi". Jawa Valentin tegas.
"kau tak boleh lagi berurusan dengan Arimbi dan lavender, tuan Bryan melarangnya". Valentin langsung tertawa.
"Bu, tenanglah kau cuma harus menjaga mata mu serta menutup mulutmu". Valentin langsung membuka pintu dan berjalan pergi. ia memasuki mobil nya lalu meninggalkan rumah itu.
ia memikirkan keadaan Arimbi, ia sangat cemas. ia tau Arimbi tak bisa minum banyak, maka tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk mendatangi pemuda itu.
__ADS_1
Valentin menatap rumah Arimbi, ia berdiri lama sekali di depan rumah itu. ia takut jika Arimbi menolaknya, namun rasa khawatir mengalahkan segalanya.
ia melangkah kemudian mulai mengetuk pintu rumah pemuda itu