CALON ISTRIMU, MILIKKU!!

CALON ISTRIMU, MILIKKU!!
KEBAHAGIAAN YANG LAIN


__ADS_3

Yoga menggandeng jemari Luna, dan Luna terus berjalan di sisi yoga. Gadis dari kalangan keluarga sederhana itu merasa bangga karna bisa menjadikan yoga kekasihnya. Siapa pun tau siapa yoga, ya pemuda tampan kayak raya putra dari seorang pengusaha terkenal di seluruh Asia.


Luna terlihat mengàngkat dagunya , aura nya sangat sombong ia bahkan terlihat sangat arogan, namun itu tak jadi masalah untuk yoga, Karna yoga sangat mencintai wanita itu.


Meskipun begitu, Luna merasa bosan menjalankan hubungan dengan yoga. Pria itu sedingin es, bahkan setelah bertahun-tahun menjalin hubungan yoga sama sekali belum pernah menyentuh Luna. Berciuman pun belum pernah.


Sebagai wanita dewasa, terkadang Luna mendamba ciuman serta sentuhan dari seorang pria. Bahkan Luna sering kali menggoda yoga namun selalu gagal.


Hingga suatu hari, yoga mengajak Luna untuk menghadiri jamuan makan malam terbesar dan termewah di salah satu kota. Yang datang ke pesta itu adalah para CEO muda serta pengusaha-pengusaha sukses di bidangnya masing-masing, dan di sanalah ia bertemu dengan Alex. Pria muda yang rupawan, senyum dan gesture tubuhnya sangat sexy dan menggoda. Luna menatap pemuda itu dan tanpa sadar mengigit bibir bawahnya.


"Boleh aku berdansa dengan mu". Luna tersenyum kemudian memberikan jemari nya pada Alex. Mendapat lampu hijau, Alex langsung membawa Luna ke lantai dansa.


"Apa kau menikmati pestanya Nona". Alex memulai percakapan.


"Lumayan". Jawab Luna, namun entah mengapa Luna merasa Alex bukan hanya merangkul pinggulnya, bahkan ia juga sesekali membelai dan meremasnya.


"Apa kau kurang bahagia berada di sini". Pemuda tampan itu terseyum menatap Luna yang mulai salah tingkah itu


"Apa maksudmu?". Luna balik menatap wajah tampan Alex, jujur saja mendapatkan belaian Alex membuat hasrat Luna yang sejak lama ingin di luapkan kini semakin lama semakin naik apalagi Alex sepertinya sengaja menggoda Luna.


"Apa kau ingin kebahagiaan yang lain nona?". Alex tau Luna sudah terpancing dengan permainanya, jadi tak perlu berbasa basi lagi.


"Kebahagiaan sperti apa". Luna bertanya sambil menahan nafasnya ketika Alex menarik tubuh luna agar lebih dekat dengannya.

__ADS_1


"Naiklah ke atas ranjang ku malam ini nona". Alex kemudian memberikan sepotong kertas pada Luna lalu melepaskan tubuh gadis itu dan meninggalkan nya di lantai dansa ketika dari kejauhan ia melihat yoga berjalan ke arah nya. Setelah selesai berdansa , Luna langsung berjalan ke arah yoga yang ternyata sejak tadi mencarinya


"Apa kita akan menginap di sini?". Luna manatap yoga kemudian memeluk pria itu


"Ya, malam ini kita akan menginap ". Ujar yoga, Luna terseyum. Ia akan menggoda yoga malam ini, namun jika yoga masih saja dingin dengan nya maka ia akan menaiki ranjang Alex untuk mendapatkan apa yang ia ingin kan.


Pesta telah usai, yoga mengantar Luna ke kamarnya. Luna menatap kamar tidur itu, kamar yang sangat indah , namun bukan kamar itu yang ia ingin kan.


"Istirahat lah,aku akan kembali ke kamarku". Belum sempat yoga melangkah , Luna lebih dulu menarik lengan yoga dan mendorong nya hingga pemuda itu terjatuh tepat di atas ranjang.


Yoga terseyum menatap kekasihnya


"Apa yang kau lakukan sayang". Yoga bertanya sambil berusaha bangkit, namun Luna lebih dulu menaiki tubuh yoga serta mencium bibir yoga. Yoga terpaku kemudian memagang bahu Luna Agara menghentikan ciuman itu.


Yoga menatap tubub indah Luna , ia bahkan tanpa sadar membelai dada gadis itu yang sudah sangat polos tanpa sehelai benang pun. Luna terseyum, akhirnya yoga meleleh juga.


"Tubuhmu sangat indah sayang". Yoga menarik Luna hingga Luna menempelkan dadanya di wajah yoga. Pemuda itu mulai mencium serta mengulum Unjung dada Luna. Luna sangat bahagia , ini lah yang Luna ingin kan sejak dulu.


Yoga tiba-tiba saja menghentikan aktifitasnya, ia melepaskan dada Luna begitu saja kemudian menggeser tubuh luna dan Bagun dari ranjang itu. Ada raut kekecewaan di wajah Luna.


"Ini salah.. ". Yoga langsung berjalan meninggalkan Luna yang setengah telanjang itu di atas kasur. Air mata Luna menetes, ia merasa sangat malu dan juga marah.


Ia memutuskan untuk mendatangi kamar laex. Luna turun dari ranjang, kemudian memekai gaun nya lagi. Tak lupa ia mengunakan parfum di sekujur tubuhnya, ia bahkan menambahkan riasan wajah nya agar Alex benar-benar tertaik padanya.

__ADS_1


Hotel terlihat sangat kosong ketika Luna sudah sampai di depan pintu kamar Alex. Luna mengetuknya, tak lama kemudian Alex membuka pintu itu. Alex bisa mencium harum tubuh gadis itu, rasanya sangat manis ketika Luna melewati Alex. Luna mengedarkan pandangan nya, kamar Alex lebih indah dari kamarnya tadi.


"Kau mau minum apa". Alex memegang serta membelai bahu Luna dari belakang.


"Aku tidak haus". Jawab luna, ia merinding bahkan bulu kuduknya ikut bangung saag Alex membelai bahu nya.


"Relax saja, jangan terlalu tegang". Laex menggapai resleting gaun yang di kenakan oleh Luna, resleting yang berada di samping kiri itu di turunkan dengan perlahan oleh Alex hingga kebawah, dan sukses membuat gaun itu langsung jatuh di kaki indah Luna.


Alex masih berdiri di belakang gadis itu, sedangkan Luna hanya mampu tertunduk malu. Ia tak menyangka akan menghabiskan malam itu bersama adik sepupu yoga.namun lamunan Luna buyar ketika ia merasa punggungnya bersentuhan langsung dengan kulit Alex.


"Jika sudah masuk ke kamar ku, berarti kau sudah siap akan konsekuensinya nya". Alex langsung memutar tubuh luna, gadis itu menatap Alex yang sudah tak berpakaian dari ujung kaki sampai kepala. Luna terseyum kemudian mencium Alex.


Malam itu Luna memberikan keperawanan nya pada pemuda tampan itu, Luna bahkan mengesampingkan rasa perih dan sakitnya ketika Alex secara paksa memasuki tubuhnya. Karna rasa perih dan sakit itu akhirnya tergantikan dengan kenikmatan Yang sudah lama ia harapkan.


Alex terseyum ketika ia melihat tubuh luna tergeletak tak berdaya di samping nya dan tanpa busana. setelah sekian lama Alex merasakan ketidak Adilan sang kakek padanya , maka hari ini ia sudah merasa puas karna bisa membalas segala sakit hatinya pada yoga.


ia kemudian berjalan, berpakaian dan membangunkan Lusi


"kau harus kembali ke kamar mu sebelum pagi ". Lusi menggeliat kemudian dengan malas ia bangun dan berpakaian. sebelum pergi ia menatap kembali Alex dan menciumnya.


"semoga ini bukan hanya one night stand saja". Alex tersenyum.


"tentu tidak sayang, aku akan selalu menghubungi mu". ujar Alex sambil mengantar Luna ke ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2