Calon Malaikat Kecil

Calon Malaikat Kecil
17. Marah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Keesokan harinya...


Amber dan Adiva sudah melangkah masuk ke dalam kelas, kedua mata mereka menatap Taksa yang sedang bermesraan dengan salah satu siswi di sekolah ini. Dengan langkah cepat Amber menghampiri mereka dan melayangkan sebuah tamparan pada pipi kiri pemuda tersebut, sehingga sekarang mereka menjadi pusat perhatian di kelas.


Plak...


Suara tamparan itu sangat keras sehingga Taksa sang korban langsung meringis kesakitan pada pipi kirinya, lalu menatap gadis di depannya dengan tatapan tajam si sang pelaku.


"Kenapa kau menampar kekasih ku?!" tanya siswi yang merupakan kekasih Taksa itu.


"Kamu diam dulu! Karena aku tidak ada urusan dengan mu," bentak Amber padanya.


Gadis itu seketika diam melihat tatapan tajam untuknya dari Amber, lalu Amber melangkahkan kakinya mendekat Taksa dan memberikan senyuman iblis.


"Kamu sudah merasa hebat sudah memainkan dua perempuan sekaligus? Terus kamu dengan tenangnya meninggalkan perempuan yang sudah kamu kotori dengan kelakuan bejatmu," ujar Amber pada Taksa.


"Sudah ku duga kalau kau itu adalah pemuda yang tidak baik untuk Adiva," lanjut Amber sambil menoleh ke arah Adiva.


Adiva hanya mampu menundukkan kepalanya takut, melihat Amber secara terang-terangan memarahi Taksa. Dia emang marah dengan Taksa karena sudah beraninya melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, tapi karena melihat Amber memarahi pemuda itu membuatnya mengurungkan niatnya.


Dia takut Amber akan mendapatkan masalah jika berurusan dengan Taksa, apa lagi orang tua Amber yang sudah lama ini tak percaya dan tak menganggap Amber sebagai anak mereka.


"Adiva siapa?" tanya siswi yang merupakan kekasih Taksa.


"Pacar ku!" jawab Taksa singkat.


Detik itu juga siswi tersebut melayangkan sebuah tamparan keras pada pipi kiri Taksa, sehingga Amber yang awalnya kembali diam langsung mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk senyuman manis. Dia tidak menyangka kalau Taksa akan menjawab jujur tentang hubungannya dengan Adiva, lalu mendapatkan sebuah tamparan lagi di pipi kirinya dari sang kekasih.


"Sialan! Kenapa kau selingkuh di belakang ku?!" tanyanya menatap Taksa dengan tatapan tajam.


Taksa diam dengan mata yang terus-terusan menatap Adiva di kejauhan, Amber yang paham dengan tatapan itu langsung menghalangi Taksa untuk melihat Adiva.


"Aku harap setelah ini kau sadar dengan perbuatan mu!"


Amber melangkahkan kakinya meninggalkan Taksa dengan sang kekasih, perempuan itu tentu saja masih melayangkan beberapa pertanyaan untuk Taksa yang tidak ada satu pun jawaban yang keluar dari mulut pemuda tersebut.


"Ayo duduk? Jangan sampai kau memiliki hubungan dengannya lagi!"


Amber menarik tangan Adiva untuk duduk di bangkunya sendiri, sementara Amber meletakan tas sekolahnya ke bangku setelah itu melangkahkan kakinya ke arah pintu untuk meraih bak sampah. Hari ini Amber mendapatkan giliran untuk membersihkan kelas, Adiva duduk sambil membaca pelajaran yang harus di pelajari hari ini.


Ting...


Suara dering ponselnya berbunyi menandakan ada seseorang yang mengirimkan dirinya pesan, dengan cepat Adiva meraih ponselnya yang ada di saku seragam dan menatap layar ponsel dengan tatapan yang sulit di artikan.


Taksa


Keren!

__ADS_1


Kau memberitahu rahasia kita pada Amber, jadi jangan heran kalau kau akan mengalami masa-masa sulit setelah ini.


Pukul 06.45


Wajah Adiva langsung berubah panik setelah mendapatkan pesan dari Taksa, sebelum Taksa melakukan hal itu dia sempat mengancam Adiva jika dirinya memberitahu rahasia terbesar mereka pada Amber maka hidup Adiva tidak akan tenang karena Taksa tak ingin bertanggung jawab jika Adiva tiba-tiba mengandung.


...°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•...


Jarum jam sudah menunjuk ke angka dua belas siang, itu tandanya seluruh anggota sekolah di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sekarang Amber sudah duduk dengan tenang di bangku halte, rencananya hari ini dia akan pulang menaiki bus sekolah bersama dengan siswa-siswi lain.


Seketika kening amber berkerut menatap pemuda yang sedang kesusahan membawa barang-barangnya, karena kasian akhirnya Amber melangkahkan kakinya ke arah pemuda tersebut sembari menolongnya.


"Permisi! Boleh, 'kah saya membantu anda?" tanya Amber sambil menepuk pundak kanan pemuda tersebut.


Pemuda tersebut langsung menoleh ke kanan dan menemukan wajah Amber yang menatap dirinya dengan tatapan terkejut, gadis itu yang selalu menghantuinya berapa bulan ini. Karena dia sudah berkali-kali datang ke sekolah lamanya untuk mencari tau siapa gadis itu sebenarnya, tapi dari sebulan yang lalu dia tidak dapat bertemu dengan gadis ini kembali.


"Kamu?"


"Kakak waktu di depan minimarket itu, ya?" tanya Amber memastikan kalau pemuda di depannya ini adalah pemuda yang pernah bertabrakan dengannya seberapa bulan yang lalu.


"Iya!"


"Oh iya! Saya boleh minta tolong sama kamu gak? Tolong telpon nomor saya karena saya lupa naruh ponselnya di mana," ujar pemuda tersebut memohon pada Amber.


Karena Amber kasian dengan pemuda tersebut akhirnya mengeluarkan ponselnya dari saku seragam lalu menatap pemuda tersebut sambil menunggu, sehingga pemuda tersebut mendikte nomornya pada Amber.


Amber meletakan ponselnya pada telinga kanan lalu berapa detik kemudian terdengar suara dering ponsel dari dalam mobil, Amber mengintip dari balik jendela barulah ketemu ponsel pemuda tersebut ternyata berada di dalam sana.


Setelah itu dia memasukan kembali ponselnya lalu menatap pemuda yang malah tersenyum manis ke arahnya, dia tidak tau kalau pemuda tersebut hanya modus meminta bantuan padanya.


Hehe... Akhirnya dapat juga nomor ponsel dia, batinnya.


"Kamu mau ke mana?" tanyanya sambil memasukan barang-barangnya ke dalam.


"Mau pulang ke rumah, Kak! Makanya aku nunggu di halte bus," jawab Amber ikut membantu pemuda tersebut.


"Kalau boleh tau... Kok kamu sekolah di sini? Bukannya kamu sekolah di sana, ya?" tanyanya lalu menutup pintu mobilnya kembali.


"Aku di keluarkan dari sekolahan lama, Kak! Jadi aku pindah sekolah ke sini," jawab Amber canggung.


"Pantasan! Waktu itu aku gak ketemu sama kamu lagi di sekolahan lama," ujarnya sambil menarik kedua sudut bibirnya. "Kamu mau pulang, 'kan? Kenapa gak bareng sama Kakak aja?" tawarnya.


"Enggak, Kak! Kita belum saling kenal," tolak Amber langsung.


"Tapikan... Busnya sudah pergi dari tadi," sahutnya lalu menunjuk ke arah halte bus.


Di mana di halte tersebut sudah kosong, membuat Amber langsung terdiam dengan tatapan sendu. Kenapa dia selalu saja tertinggal bus sekolah?


"Terus gimana, Kak?" Tanya Amber menatap pemuda tersebut dengan tatapan sedih.

__ADS_1


"Kamu ikut sama aku aja!"


"Gak ngerepotin, 'kan?" Tanya Amber memastikan kalau dia tidak merepotkan pemuda tersebut.


"Enggak kok!" jawabnya cepat.


Lalu pemuda tersebut akhirnya mengantar Amber untuk pulang ke rumah, sepanjang perjalanan keduanya hanya diam karena Amber sibuk dengan pikirannya.


"Ekhm! Kita belum kenalan, 'kan?"


"Iya, Kak!"


"Perkenalkan nama Kakak Deon Nandrio Putra Ridwan," ujar pemuda tersebut menoleh ke arah Amber.


"Kalau aku Amber Dirgantara, Kak!"


Amber mengerutkan keningnya bingung, barusan saja pemuda itu memperkenalkan dirinya dengan nama Deon lalu di belakang namanya ada nama Ridwan.


"Ridwan? Kok kayak nama Ayah Ridwan, ya?" gumam Amber melirik Deon sekilas.


"Kamu ngomong apa?" tanya Deon menoleh sekilas.


"Gak!" Jawab Amber singkat.


Lalu suasana di dalam mobil itu berubah hening karena Deon yang ingin mengajak Amber berbicara tapi sayangnya gadis itu malah tertidur sambil bersender pada pintu mobil, lalu Deon tersenyum tipis melihat Amber yang sedang tertidur itu.


"Akhirnya kita berdua ketemu lagi! Aku sudah lama nyari kamu tapi kamu nya malah pindah ke sekolahan lain," ujar Deon berbicara sendirian sambil menatap Amber sekilas. "Aku gak tau kenapa saat kita pertama ketemu aku langsung menaruh perasaan pada mu. Tapi aku sadar diri karena usia mu masih muda," gumamnya dengan nada sedih.


"Semoga setelah ini kita akan bertemu lagi!"


...°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•...


Deon menghentikan mobilnya tepat di lampu merah, setelah itu berusaha membangunkan Amber yang masih terlelap tidur karena mengantuk.


"Amber? Bangun!"


Tangan kanan Deon menepuk pipi kanan Amber agar bangun, detik itu juga Amber membuka matanya pelan lalu menatap Deon dengan pandangan terkejut.


"Maaf, Kak!"


Amber langsung berubah posisinya menjadi duduk dengan benar, lalu mengusap wajahnya dengan kasar karena baru bangun tidur.


"Kenapa, Kak?" tanya Amber menoleh ke arah Deon.


"Kakak gak tau rumah kamu di mana," jawab Deon membuat Amber menepuk keningnya.


Sebenarnya aku tau di mana rumahnya cuman... Ketahuan dong kalau selama ini aku sering ngikutin dia, batin Deon tersenyum tipis ke arah Amber.


"Yaudah, Kak! Nanti aku kasih tau rumahnya di mana,"

__ADS_1


Jawaban Amber membuat Deon menoleh ke arah depan, dan melajukan mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi warna hijau.


Bersambung...


__ADS_2