Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 12


__ADS_3

Aku sampai di rumah Hans. Aku naik keatas untuk mencari Hans. Ternyata dia tidak ada di kamar. Aku mencari kemana mana hingga ke langit langit rumah. Tiba tiba ada yang membuka pintu.


"Aku pulang" Hans berkata dengan wajah lesu


"He...kau habis dari mana? Aku mencari mu kemana mana tapi tidak menemukan mu." Aku berjalan mendekati Hans.


"Oh" Tiba tiba Hans jatuh di pelukanku. Tubuhnya sangat panas. Aku memegang dahinya dan seperti dugaanku dia sakit.


"Ayo aku hantar ke rumah sakit" aku meraih tas ku yang ada di gantungan jaket.


"Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit" Hans menolak sambil memeluk erat tubuh ku.


" He menurut oke,kau sangat panas" aku meyakinkan Hans.


"Tidak mau,aku ingin kau yang merawatku" Hans menunjukkan ekspresi memelas.


Eh bau mulutnya seperti... Astaga tingkah nya yang bergumam di pelukanku benar benar imut. Mau bagaimana lagi. Dia benar benar meluluhkan hatiku.


"Baiklah ayo ke kamar" Aku membawa Hans ke atas.


Aku pergi mengambilkan kompres dan mengompres kepala Hans. Hans terlihat sangat lemah.


"Kau habis darimana? Kenapa bisa begini?" Aku bertanya karenanya khawatir.


"Aku mengikuti mu,karena takut terjadi sesuatu kepadamu. Jadi aku bersembunyi dibawah pohon" Hans berkata sambil memegang tanganku.


"Hey aku tidak bodoh,katakan yang sebenarnya. Tidak mungkin kalau hanya berdiri di bawah pohon bisa demam?" Oke mari kita logika kan masalah ini.

__ADS_1


"Baiklah aku jujur, sebenarnya aku minum" Hans berkata sambil menarik selimut.


"Ngek....artinya kau tidak sadar ya sekarang" em seperti biasa aku membaca komik aneh pagi ini.


"Apakah kau membenciku?" Hans bertanya dengan wajah sedih.


"Tidak" seperti biasa datar.


"Lalu kenapa kau pergi meninggalkan ku untuk menemui seorang pria....aku tidak suka itu" Hans benar benar mabuk. Berhubung dia tidur dalam hitungan detik lebih baik aku pergi dan tidur dibawah.


"Tunggu jangan pergi,jangan tinggalkan aku." Hans berkata sambil memegang tanganku dengan erat.


"Oke oke aku tidak akan pergi kemana mana" astaga apa yang dia alami sebenarnya hingga seperti ini.


Sepanjang malam aku mengusap kepala Hans dan mengompres nya dengan air panas. Dia sangat kasihan jika di lihat dari sudut pandang ini.



"Ku kira kau pergi entah kemana karena mabuk...Hiks...hiks...hiks..." aku memeluk Hans dengan erat.


"Hei aku tidak akan pergi kemana mana,aku hanya memasak. Sudah cukup pelukannya,sana mandi dan pakai baju sekolah setelah itu turun untuk sarapan oke" Hans berkata sambil membelai ku.


"Oke" aku mengusap air mataku dan pergi untuk bersiap ke sekolah.


[WRITER ROOM]


Monyet datang ke ruangan writer. Wah pemandangan yang epic.

__ADS_1


Monyet: hei kau writer Caroline's story Kan?


Writer: yup kau monyet ya?


Monyet: kan sudah jelas


Writer: oh pantas saja mukamu kaya monyet... awokawokawokawok


Writer: nah ada perlu apa kau kemari?


Monyet: hei kalau kau kaget jangan menyebut nama spesies ku


Writer: oh kapan aku menyebut nama spesies mu?


Monyet: sebentar (membuka buku catatannya)


Writer: wih di catat dong... benar benar monyet.


Monyet: 3 kali


Writer: oh ayolah itu belum banyak.... kembali lah lagi nanti jika sudah lebih dari 1.000


Monyet: benar juga ya... yasudah aku pergi dulu


Writer: wuu dasar monyet..


Writer: astaga monyet dimana pisang ku? Ah pasti diambil si monyet.

__ADS_1


Writer: dasar monyet sialan....baru aja aku beli tuh pisang tadi pagi....


Writer: dasar monyet ×2.000


__ADS_2