
[KEESOKAN HARINYA]
Aku dan Hans pergi ke sekolah dan tidak sengaja bertemu dengan senior Jonas. Dia menyapa ku tapi tidak menyapa Hans.
"Pagi caroline" senior Jonas menyapaku sambil membawa buku.
"Oh pagi senior" aku membalas sapaannya sambil tersenyum.
"Oh untung kau ada disini, bisakah kau membantuku untuk memasukan dokumen ke USB?" Senior Jonas meminta bantuan ku.
"Oh itu..." Perkataan ku terpotong.
"Aku bisa menggantikan Caroline untuk mengajarimu" Hans menghadang dan memotong pembicaraan ku.
"Em tapi aku meminta bantuan..." Perkataan senior Jonas terpotong.
"Sama saja... Aku juga belajar di kelas yang sama dengan Caroline" Hans memotong perkataan senior Jonas.
"Memangnya Caroline tidak keberatan jika digantikan?" Senior Jonas bertanya kepadaku.
"Oh aku tidak keberatan sama sekali" aku menjawab sambil tersenyum.
"Em..oh baiklah,lain kali saja... Sampai jumpa caroline" senior Jonas pergi sambil melambaikan tangan.
"Baiklah senior" aku membalas lambaian tangannya.
"Sudahlah jangan melambai terus...mari kembali" Hans menggenggam tanganku sambil menarikku pergi ke kelas. Sepertinya dia marah.
Kami masuk ke kelas dan melihat Olif sudah berada di kelas. Entah kenapa aku merasa bahwa dia sedang bahagia.
"Pagi Olif" aku menyapa Olif sambil meletakkan tasku di meja.
"Pagi kalian berdua" Olif menjawab dengan senyuman. Wah dia manis sekali. Tidak ku sangka temanku bisa semanis ini.
"Ada apa denganmu? Seperti nya kamu sedang bahagia?" Aku bertanya dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Oh itu...tidak ada apa apa,aku hanya sedang bahagia sekarang" dia mengatakan sambil memalingkan wajahnya. Kelihatannya wajahnya memerah seperti sedang tersipu.
Sebenarnya apa yang sedang dia sembunyikan dariku? Aku benar-benar penasaran.
"Sudahlah jangan penasaran lagi dengan sikap Olif, jika kau terus penasaran nantinya kau akan mencoba mengorek informasi tentang Olif dan itu tidak baik" Hans mengatakan itu sembari memegang kepalaku.
"Emm baiklah" aku menyerah dengan perkataan Hans yang begitu menempel di otakku. Dia benar juga,jika aku terlalu penasaran pasti akan buruk nantinya.
Kami belajar seperti biasa. Tapi melihat gerak gerik Olif. Aku jadi tambah penasaran. Sebenarnya apa yang dia sembunyikan. Ayolah aku benar benar ingin tau. Karena Olif aku jadi tidak fokus belajar.
"Sudahlah jangan lihat Olif, lihat kedepan" Hans mengatakan itu sambil menghadapkan wajahku ke papan tulis.
Aku mencoba tidak melihat Olif. Tapi mataku benar benar tidak bisa berpaling dari temanku yang bersikap aneh.
"Lihat aku" Hans menghadapkan wajahku ke wajahnya.
"Apa yang harus aku lihat?" Aku bertanya kepada Hans dengan wajah heran.
"Lihat saja....apakah kau menyadari sesuatu?" Dia bertanya kepadaku.
"Emm...tidak" aku menjawab dengan muka datar.
"Oh baiklah" aku kembali melihat papan tulis.
Pelajaran telah usai. Aku tidak sabar lagi bertanya kepada Olif.
"OL..ummm" Hans menutup mulutku. Sebenarnya apa yang ia inginkan, Hans selalu saja menghalangiku.
"Makan ini...." Dia memberikan ku roti lapis yang enak sekali. Rotinya lembut isinya banyak ...aku menyukainya.
"Terima kasih" aku mengatakan itu sambil makan.
"Iya...oh iya nanti kau datang ke rumahku" dia mengatakan sambil memakan roti lapisnya. He?? Kerumahnya?.
"Heee untuk apa?" Aku bertanya dengan nada kaget.
__ADS_1
"Kau tidak ingat? Di episode 3 kau menungguku di UKS dan tidak belajar di kelas...aku sudah meminjam catatan dari temanku,mari kita belajar bersama" oh benar juga, waktu itu aku tidak mencatat apapun.
"Baiklah,dimana alamatnya?" Aku bertanya agar tidak tersesat.
"Ini,jika sudah sampai telepon saja aku" dia memberikan kertas berisi alamat dan nomor telepon nya.
"Baiklah" aku mengambil kertasnya dan menyimpannya.
[WRITER ROOM]
JONAS MENGUNJUNGI RUANGAN WRITER
JONAS: hai writer
Writer: oh senior ada apa?
Jonas: itu...aku menyukai caroline, bisakah aku yang jadi tokoh utama nya?
Writer: lupakan itu...kau ditakdirkan menjadi sadboy
Jonas: kenapa begitu?
Writer: karena aku punya dendam abadi denganmu
Jonas: dendam apa?
Writer: dendam karena kau pasti tidak tau dimana corndog ku hilang
Jonas: kapan hilangnya?
Writer: di episode 2
Jonas: emm aku...
Writer: ku tebak kau akan berkata aku baru pertama kali kemari jadi aku tidak melihat makananmu. Benar kan!!!
__ADS_1
Jonas: hehe iya.. jadi apa aku bisa jadi tokoh utama pria?
Writer: tidak...pergi sana