Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 14


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi. Aku, Hans,dan senior Jonas mengikuti Olif dan juga senior Kevin.


"Em apakah ini akan berhasil? Kelihatan nya Olif sangat canggung" senior Jonas bertanya.


"Eh bahkan senior Kevin juga canggung" Hans berkata sambil diam diam mengambil kentang goreng ku.


"Hei..nyam.... kenapa....nyam... kalian...nyam... bersembunyi di bawah meja makan?.. nyam..nyam. Tidak perlu seperti itu....nyam, lagipula senior Kevin tidak akan mengetahui kalau kita melihat mereka...nyam nyam" aku berbicara sambil makan.


Mereka duduk tenang dan makan sambil melihat Olif. Tiba tiba senior Kevin mengusap bibir Olif. Bahh....kami langsung membeku.


"Jomblo Yo..." Aku berkata aneh dengan wajah datar.


"Yo..." Hans dan senior Jonas juga berkata dengan wajah datar.


"Enak Yo...." Datar lagi aku.


"Yo..." Hans dan senior Jonas menjawab bersamaan dengan wajah datar.


Kami melihat senior Kevin dan Olif bertatap tatapan sampai 2 jam (em kan istirahat nya 3 jam). Kami terus melihat mereka. Mereka hanya bertatap tatapan dan tidak melakukan apapun.


"Astaga berapa lama mereka akan bertatapan seperti itu? Lihatlah uangku habis untuk membeli makanan" aku gumam dan hanya Hans serta senior Jonas lah yang mendengar.


Disampingku ada wajah wajah dua orang yang tidak merasa bersalah setelah menghabiskan uangnku untuk cemilan mereka.


"Ehhhhhhhh lihat itu, senior Kevin pergi" Hans menunjuk ke arah senior Kevin.


"Eh iya benar" senior Jonas berkata sambil tercengang.

__ADS_1


"Lalu? Apa hasilnya?" Aku sangat penasaran.


~kring kring kring~ bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Olif langsung lari ke kelas tanpa menghampiri kami dulu.


"Aha kalau begitu aku kembali ke kelas duluan. Sampai jumpa" senior Jonas meninggalkan kami.


"Yo? Masuk Yo?" Aku bertanya kepada Hans


"Hah(menghela nafas) mau bagaimana lagi" Hans berjalan pergi dari kantin dan aku mengikutinya.


[DI KELAS]


"anak anak, kalian tau kan kalau kalian akan ujian Minggu depan. Jadi tolong persiapkan ujian dengan baik" kata pak guru di depan kelas.


"Pak bisa tidak belajar kelompok?" Ada murid yang bertanya.


"He belajar kelompok ya? Emm.... bapak akan katakan besok.... pelajaran nya sampai disini dulu... hati hati pulang ke rumah...kita akhiri pelajaran bapak kali ini... sampai jumpa besok" pak guru meninggalkan kelas.


"Ada apa dengan wajah itu?" Hans bertanya


"Begini,aku tadi benar benar bahagia karena senior Kevin menceritakan banyak hal tentang masa kami di SMP. Ternyata dia masih mengingat kisah itu" Olif berkata sambil tersenyum.


Aku dan Hans saling menatap karena heran. Serius dia bercerita panjang lebar?.


"Kalau begitu sampai jumpa besok" Olif bergegas pulang.


Dijalan,aku dan Hans memikirkan apa yang mereka bicarakan saat di kantin. Kenapa kami tidak melihat.

__ADS_1


"Hans, apa aku melawatkan sesuatu tadi" aku benar benar heran.


"Aku juga tidak tau,kurasa kita sudah memata matai mereka tanpa berkedip" Hans kau berpikir terlalu keras.


"Tidak sampai tanpa berkedip, tapi aku sangat yakin kalau aku tidak melewatkan satu detik pun melihat mereka" oh ayolah kapan mereka bernostalgia? Kami hanya melihat mereka bertatapan selama 2 jam.


Kami sampai di rumah. Aku bergegas pergi ke kamar dan langsung tidur tanpa makan.


"Apa kau tidak makan dulu?" Hans bertanya.


"Tidak aku sudah kenyang melihat mereka bertatapan selama 2 jam" aku langsung tidur dalam hitungan detik. Kurasa aku tidak bangun hingga pagi.


[WRITER ROOM]


Hans datang ke ruangan writer.


Hans: writer apakah kau melupakan satu episode?


Writer: tidak. Kenapa?


Hans: coba dilogika, kami melihat mereka bertatapan selama 2 jam. Mereka tidak melakukan apapun. Lalu Olif berkata kalau mereka bernostalgia. Kapan mereka berbicara?....mari berpikir dengan otak


Hans: oh iya aku lupa kau kan tidak punya otak.


Writer: Astaga monyet....kau menyulut emosi ku nak


Writer: aku diam bukan berarti lemah nak...aku diam karena males aja mengeluarkan suara

__ADS_1


Hans: kau diam sebab kau tidak punya jawaban atas pertanyaan ku, ya kan?


Writer: nah itu tau.... makanya otak dipake sebelum nanya ke saya... Sudah tau ku gamau berlogika ...Sono pergi syuh syuh....hus hus... ganggu ketenangan aja.


__ADS_2