Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 21


__ADS_3

Liburan musim panas sudah berakhir. Sekarang aku sudah menjadi kelas 2. Artinya aku jadi senior wahh bayangkan apa yang akan ku lakukan kepada para junior ku.



Saat aku berjalan menuju kelas. Aku melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang di tindas. Kelihatan bukunya di buang buang.


"Heii apa yang kalian lakukan?" Aku datang mendekati mereka.


"Eh siapa kau, sok jagoan...pergi sana kalau kau tidak mau bernasib sama dengan dia" Wah anak ini benar benar menantang ku rupanya.


"Aku senior disini, kakak kelas kalian. Jika kalian bertingkah seperti ini bahkan saat kalian pertama kali kemari aku tidak segan segan untuk membuat kalian dikeluarkan dari sekolah ini dan akan ku pastikan kalau setelah kalian keluar dari sekolah ini maka tidak ada sekolah yang mau menerima kalian"


"Jadi sekarang kalian....PERGI JANGAN GANGGU DIA LAGI"


Pergi juga akhirnya,anak anak nakal seperti itu bagaimana nasib mereka di masa depan. Mau jadi preman? Huh aneh.


"Hei kau tidak apa apa kan?" Aku menjulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


"Iya terima kasih kakak senior"


Aku mengambil buku buku yang berserakan di tanah. Bukunya sudah kotor, bukunya tidak bisa dipakai lagi jika sudah seperti ini.


"Em bukumu...."


"Oh sudah tidak apa apa kak, bukunya masih bisa digunakan"


" Heh tidak bisa, bukunya sudah sangat kotor. Ayo ikut aku"


Aku menarik junior itu dan membawanya ke ruang guru. Aku mengatakan kepada guru kalau murid baru ini jatuh karena aku yang menabraknya jadi aku akan membelikan buku baru untuknya. Tapi kata ibu guru, dia akan memberikan dengan percuma. Katanya aku sangat baik mau bertanggung jawab. Padahal, aku tidak salah:).


[KELAS 1]


"Terima kasih kak atas bantuan yang tadi"


"Eh tidak udah berterima kasih" aku melambaikan tanganku.


"Tidak,aku memang harus berterima kasih. Jika bukan karena kakak Mungkin aku akan dibully hingga aku akan pulang dan tidak mau bersekolah lagi, dan juga jika tidak ada kakak maka aku tidak akan dapat buku baru"


"Ah tidak perlu seperti itu, karena mungkin kau adalah orang yang baik, jadi kau mendapatkan pertolongan atas kebaikan mu"


"Kakak, mulai sekarang aku akan melindungi kakak" dia berkata sambil melihat kebawah.


"Are?" Aku bingung apa yang dia maksud.


"Aku....akan melindungi kakak dari orang jahat. Sama seperti kakak melindungi ku" lantang kali kau bicara,kau saja aku tolong bagaimana mungkin kau menolongku.


"Baiklah baiklah,namaku Caroline...salam kenal" aku menjulurkan tangan untuk berjabat tangan.

__ADS_1


"Oh iya lupa, namaku Anthony"


"Ah baiklah kau masuk ke kelas, aku akan kembali ke kelas ku juga"


"Baiklah kak Lin"


"Ah oke... terserah" aku pergi meninggalkan kelas itu.


Astaga aku hampir lupa,aku harusnya melihat apakah Hans kembali. Aku berlari menuju kelas dan melihat bangku sebelahku. Ternyata bangkunya masih kosong. Sebenarnya dimana Hans. Kenapa tidak ada kabar tentang dia.


"Woi kenapa sedih begitu?" Olif mengangetkan ku.


"Ah tidak, hanya saja Hans tidak masuk sekolah"


"Apa? Bukannya dia sering berangkat bersamamu? Apakah kalian sedang marah"


"Tidak, hanya saja dia tidak ada di rumahnya selama liburan musim panas ini"


"Ow...memangnya tidak ada kabar?"


"Tidak, bahkan lihat...teleponnya saja ada padaku" aku memperlihatkan hp milik Hans.


" Loh kenapa ada padamu?"


"Ya karena saat aku pergi mencari Hans di rumahnya, Hans tidak ada dan telepon ini tergeletak di atas meja. Daripada di curi, yasudah aku bawa saja"


"Oww....sabar, mungkin dia pergi untuk pertunangan keluarga"


"Astaga kau ini benar benar tidak tau?"


"Tidak"


"Hih tidak mungkin kau tidak tau, orang anak TK saja tau"


"Coba jelaskan kepadaku"


"Emm darimana aku mau mulai ya"


"Jadi...."


Tiba tiba banyak wanita lewat dan membicarakan tentang film baru.


"Emm mereka bilang apa?" Olif bertanya kepadaku.


"Oh itu film yang baru rilis"


"Bagaimana ceritanya"

__ADS_1


"Alah hanya menceritakan anak SMK laki laki yang menghemat tenaga tapi malah terjebak kedalam banyak masalah yang mengharuskan dia mengeluarkan banyak tenaga"


"Lalu lalu bagaimana"


"Ya dia mendapatkan banyak masalah bersama teman temannya"


"Ada berapa temannya?"


"3"


"Lalu ada pacarnya tidak?"


"Emm tidak tapi dia menyukai seorang temannya,dia lah wanita yang selalu penasaran dengan banyak hal,lama lama pria itu mulai terbiasa dengan tingkah wanita itu dan menyukainya"


"Lalu apakah mereka berpacaran?"


"Tidak tau kau lihat saja nanti di tv"


"Saluran?"


"Saluran XYZ"


"Oke"


~Ting Ting Ting~ suara bel tanda pelajaran segera dimulai.


"Dahlah besok lagi" Olif pergi ke mejanya.


Haih aku mau tanya tentang pertunangan keluarga itu, tapi yasudah lah.


[WRITER ROOM]


Orang film tadi : permisi


Writer: ya


Orang film tadi: anda sedang mempromosikan film kami ya?


Writer: film?


Orang film tadi: iya, film di saluran XYZ


Writer: owalah iya


orang film tadi: terima kasih atas promosi anda


Writer: tak masalah...em ngomong ngomong ada hadiah hasil promosi tidak?

__ADS_1


Orang film tadi: tidak, sudah sampai jumpa


Woalah jangkrik jangkrik. Sudahlah tidak apa apa orang novel saya saja sepi gimana mau promosi °\_^.


__ADS_2