
Senior Jonas datang ke rumah Hans. Aku membuka pintu dan menyuruhnya masuk.
"Baiklah kita mulai belajarnya, karena ujiannya besok kan?" Senior Jonas berkata sambil membuka buku.
"Eh senior, bagaimana kalau kita ajak Olif?" Aku memberikan saran.
"Ah benar juga" Hans juga setuju.
"Baiklah panggil saja...oh kalau perlu seniornya juga bisa kemari, jadi kalian dapat bimbingan dari 2 senior" senior Jonas...idemu benar benar bagus.
"Baiklah aku akan hubungi Olif" aku menghubungi Olif. Dan terhubung, aku membesarkan volume nya.
~Klek~
"Halo caroline" Olif menjawab teleponku.
"Ah halo Olif, apakah kau mau belajar bersama kami?"aku bertanya.
"Ah bagus juga tapi senior..." Olif berkata tapi aku tidak mendengarkan sebagian perkataannya karena Hans bertanya kepadaku.
"Tanyakan siapa seniornya?" Hans berbisik.
"Oh...Ano Olif,siapa seniormu?" Aku bertanya seperti yang dikatakan Hans.
"Senior Kevin" Olif ternyata bersama senior Kevin.
"Wah itu bagus kamu bisa..ehhhhhhhh" teleponku diambil oleh Hans.
"Ah halo Olif,kamu sedang bersama senior Kevin ya?" Hans bertanya kepada Olif.
"Heyy berikan" aku meminta handphoneku kembali tapi tangan Hans menghalangi wajahku.
"Ah kalau begitu, belajar yang giat ya sampai jumpa" Hans berkata di telepon sambil menghalangi wajahku.
Setelah itu teleponnya dimatikan dan dilemparkan kepada ku.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan,kita bisa..." Oke perkataan ku dipotong.
"Dasar payah, ini kesempatan yang bagus" Hans berkata sambil memukul kepalaku dengan bolpoin.
"Ha?" Aku tak paham.
"Em caroline, kita sedang dalam misi mendekatkan Olif dengan Kevin. Jadi mohon kerjasamanya" senior Jonas tersenyum sambil membelaiku.
"Ah iya, baiklah" tapi kenapa aku merasa ada tatapan mematikan ntah darimana asalnya.
"Baiklah, mari kita mulai belajarnya. Aku juga harus belajar untuk ujianku juga" kata senior Jonas sambil membuka buku.
"Aduhh" kenapa aku ini
"Kenapa?" Kenapa kalian berkata bersamaan
"Itu aku,lapar"
"Haih...emm aku akan keluar untuk membeli makanan" wah Hans kau baik sekali
"Tidak perlu Hans,kita akan memesan makanan dari online. Kita lanjutkan belajarnya,kau bisa tahan kan?"
Setelah makanannya datang,aku dan yang lainnya makan.
"Uhuk uhuk" astaga aku tersedak,mana minumanku habis lagi
"Eh...ini minum ini" Hans memberikan minumannya kepadaku.
"Huh lega,terima kasih"
"Iya....eh tunggu"
"Kenapa?" Kenapa dia melihat sedotannya itu?
"Em kau tau tidak minuman ini sudah ku minum sedikit tadi"
__ADS_1
"Ya sudah jelas karena itu minuman mu"
"Sudah sudah ayo cepat habiskan makanannya,lalu lanjut belajar nya" oh ayolah senior Jonas,kau terlalu tegas.
Kami belajar sambil dibimbing oleh senior Jonas. Banyak sekali kejadian seru saat belajar. Ntah itu dari senior Jonas yang bertengkar dengan Hans atau dari Hans yang bertengkar dengan senior Jonas. Kami menghabiskan waktu dengan belajar dan tertawa. Benar benar menyenangkan.
[WRITER ROOM]
Caroline: hei writer apa bedanya Hans bertengkar dengan senior Jonas atau senior Jonas bertengkar dengan Hans?
Writer: pikir sendiri (abai)
Caroline: hei kenapa kau begitu dingin kepadaku?
Writer: pikir sendiri (abai)
Caroline: oh ayolah apa salahku?
Writer: pikir sendiri (abai)
Caroline: ah sudahlah (pergi)
Monyet: kau punya dendam kah dengan dia?
Writer: pikir sendiri
Monyet: astaga monyet...kau dendam ke aku juga rupanya
Writer: ngaca..disana ada kaca
Monyet: ngapain ngaca?
Writer: aku orang,kau yang monyet
Monyet: what??? Sudahlah pergi saja... dinistakan aku disini
__ADS_1
Monyet pergi meninggalkan writer