Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 8


__ADS_3

Sekolah telah usai. Aku dan Hans pulang kerumah Hans. Dan ternyata benar, tas berisi pakaian ada di luar rumah Hans.


"Hehehe benar pakaian ku disini" aku berkata dengan tertawa sinis.


"His ayo masuk, lalu kita bereskan pakaianmu" Hans berkata sambil membuka pintu.


"Duduklah dulu, aku akan berganti pakaian di atas...kau ingin ganti dimana?" Hans bertanya sambil tersenyum. Apa apaan senyum itu.


"Oh aku di kamar mandi saja" aku menunjuk kamar mandi.


"Tidak berganti pakaian di atas bersamaku?" Hans bertanya sambil menunjukkan senyum jahat.


"Dasar cabul!!!" Aku berlari ke kamar mandi sambil berteriak.


Aku sudah selesai berganti pakaian. Aku keluar dari kamar mandi dan segera pergi ke dapur. Aku melihat isi kulkas Hans. Dan ternyata lengkap sekali isinya.


Aku mulai memasak cemilan yang diajarkan oleh ibuku dulu.


"Wangi...kau masak apa?" Hans bertanya sambil mendekat ke cemilan yang aku masak.


"Hanya cemilan...aku suka makan cemilan setelah pulang sekolah" aku berkata sambil sibuk memasukkan bumbu bumbu.


"Ah akan ku siapkan minumannya" Hans berkata sambil membuka kulkas.


Cemilannya sudah siap. Aku membawa cemilan ke ruang keluarga. Disana aku melihat Hans sedang membaca buku.


"Cemilannya sudah jadi, makanlah" aku menaruh cemilan di meja. Dan aku duduk di samping Hans.


"Apa yang kau baca?" Aku penasaran karena sampul bukunya sangat aneh dibandingkan dengan buku pelajaran lainnya.


"Novel" Hans berkata sambil menaruh kepalanya di pahaku.


"Hei kau harusnya menggunakan bantal bukan pahaku" aku mencubit pipi Hans agar dia tidak menggunakan pahaku sebagai bantal.


"Diamlah pahamu lebih empuk daripada bantal" Hans tidak mempedulikan diriku yang sedang mencubit pipinya. Aku menyerah, biarkan sajalah.


Aku makan sambil menonton TV. Saat aku melirik Hans yang berbaring di pahaku aku menyadari kalau dilihat dari sudut pandang ini...dia tampan dengan rambut coklat yang halus,matanya yang bersinar, bibirnya yang menawan,dan wajahnya yang putih bersih. Tiba tiba Hans duduk dan menatapku.


"A...apa?" Aku bertanya


"Aku melupakan sesuatu" Hans berkata sambil menatap mataku.


"Apa yang kau lupakan?" Aku bertanya dengan keringat dingin. Ayolah ini terlalu dekat.


"Aku tidak menyiapkan kamar untukmu" Hans berkata sambil berdiri.

__ADS_1


"Oh tidak apa apa aku bisa....heii apa yang kau lakukan?" Aku terkejut karena tiba tiba Hans menggendong ku sambil berjalan ke ruangan atas.


"Kakimu pasti kram karena ku jadikan bantal,jadi akan ku tebus" Hans berkata sambil menaiki tangga.


"Tunggu... bukan kah aku tidur di sofa?" Aku mencoba menurunkan diri dari gendongan nya.


"Kau akan sakit, jika kau sakit apa yang akan ku katakan kepada paman dan bibi" Hans berkata sambil membuka kamarnya.


"Nah tidurlah dulu, aku akan ke kamar mandi sebentar" Hans menurunkan ku dan beranjak untuk pergi ke kamar mandi.


"Tunggu,lalu kau tidur dimana?" Aku bertanya karena hanya ada satu ranjang disini dan tidak ada sofa.


"Apa maksudmu? Aku jelas tidur di ranjang" Hans berkata dengan wajah mengantuk.


"Hey lalu aku?" Aku bertanya aku mau tidur dimana?.


"Berdua denganku...oke jangan tanya lagi,aku ke kamar mandi dulu" Hans pergi ke kamar mandi.


Astaga tidak mungkin malam ini aku satu kamar dengan Hans, bahkan tidur satu ranjang dengannya. Wahh ini tidak baik. Apa kata dunia jika seperti ini. Hans kembali dari kamar mandi dan membuka pintu kamar.


"Eh,kau belum tidur?" Hans bertanya sambil duduk di sampingku.


"Kau yakin kita satu ranjang? Tidak baik untuk pria dan wanita yang tidak memiliki status apapun untuk tidur di satu ranjang" aku menjelaskan panjang lebar sambil tersipu.


"Heyyyy, sudahlah aku juga sudah mengantuk...anggap saja seperti tidak ada Hans disini" aku berbaring dan bersiap tidur.


Sudah larut malam tapi aku tidak bisa tidur. Apa yang aku pikirkan sebenarnya. Aku hanya tinggal menutup mataku dan tidur. Tiba tiba Hans terbangun dan memanggil namaku.


"Caroline.." Hans berkata sambil membalikkan badannya.


"Hm?" Aku bertanya ada apa.


"Kenapa tidak tidur? Sudah larut... besok kita akan ke perpustakaan untuk mempersiapkan ujian" Hans berkata dengan wajah sayu.


"Hans....jika bukan aku yang menginap disini tapi wanita lain, apakah kau akan memperlakukan orang itu seperti kau memperlakukan diriku?" Aku bertanya sesuai dengan isi kepalaku. Tunggu kenapa aku mengatakan itu? Ha ini canggung.


Hans tersenyum dan tiba tiba memelukku dengan erat.


"Tidak, jika itu bukan kau...aku tidak mengijinkan seorang pun masuk ke rumahku,masuk saja tidak boleh apalagi menginap disini" Hans berkata sambil memelukku.


"Lalu kenapa aku boleh masuk bahkan boleh menginap?" Aku bertanya di dalam pelukannya.


"Karena kau berbeda, sudahlah ayo tidur" Hans berkata sambil memejamkan mata. Tapi kenapa aku masih dipeluk.


"Umm...." Aku merasakan kehangatan dari pelukannya lagi. Rasa ini membuatku tidak ingin melepaskan pelukannya. Aku tertidur di pelukannya.

__ADS_1


[WRITER ROOM]


HANS PERGI MENGUNJUNGI WRITER


HANS: writer....


Writer: hm?( Wajah writer terlihat mengantuk)


Hans: ini aku membawakan kue coklat kesukaanmu


Writer: Hmm terima kasih ( writer menerima dengan tangan lemas)


Hans: kau kenapa?


Writer: sedang menyelidiki siapa yang mengambil corndog ku


Hans: dari kapan?


Writer: semalam


Hans: jangan pikirkan itu...lebih baik pikirkan scane romantisku bersama linlin


Writer: linlin? Maksudmu caroline?


Hans: ya


Writer: hei writer mu ini jomblo, jadi aku tidak tahu scane romantis.... lupakan saja jangan berharap kepada writer jomblo ini


Hans: astaga..ambil ini


Writer: apa ini?


Hans: novel romantis,kau bisa mengambil adegan romantis dari novel itu


Writer: coba kita lihat....


Writer: astaga monyet....inikah yang kau sebut scane romantis? "Dia menggendong MC wanita dan melemparnya keranjang"(membaca dialog di novel)


Hans: emm beri bumbu rahasia mu agar terlihat sopan karena aku masih seorang mahasiswa


Writer: ini scane romantis atau scane penyiksaan? Ya kali MC wanita di lempar keranjang....masih mending keranjang belanjaan kalau keranjang sampah kan bau (berbicara sendiri)


Hans: eh(heran)


Hans: keranjang? Keranjang apaan astaga? Bukan keranjang tapi ke ranjang, writer salah baca atau pura pura bodoh.... sudahlah terserah (bergumam)

__ADS_1


__ADS_2