Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 13


__ADS_3

Aku dan Hans sampai di sekolah, lalu senior Jonas dan Olif memanggil kami.


"Hans... caroline.... kemari cepat" Olif melambaikan tangannya.


Aku dan Hans mendekat ke arah Olif dan senior Jonas.


"Wih ada apa ini?" Hans bertanya.


"Ah senior Jonas,kau menjadi dirimu sendiri. Senior benar benar hebat eh bukan kau adalah Rivanno" lelucon receh ku lah.


"Hei panggil apa saja boleh" senior Jonas tersenyum.


"Sudah diam,lihat itu senior Kevin ada disana bagaimana cara mendekati dia?" Olif bertanya sambil melihat senior Kevin.


"Em kau tabrak dia lalu kau jatuh diatasnya, setelah itu kau cium dia.... katakan kalau kau tidak sengaja" Hans memberikan ide yang benar benar aneh.


"Ah tidak mau,itu terlalu canggung" Olif menolak sambil menggelengkan kepalanya.


"Aha aku tau,kau tinju dia setelah itu kau obati dia" aku pemilik ide cemerlang itu.


"Apakah dia gila?" Gumam Hans. Mereka bertiga melihatku dengan tatapan kalau aku mengatakan hal yang aneh.


"Apa?" Aku bingung,apa apaan tatapan mereka itu.


"Em bagaimana kalau kau mengajaknya makan siang bersama...itu lebih baik kan daripada meninju orang tanpa alasan" senior Jonas tersenyum sambil melihat ku.


"Oww...jadi itu yang membuat mereka menatapku dengan tatapan aneh. Ideku ternyata tidak bagus. Apa boleh buat,aku mana tau tentang percintaan" gumam ku.


"Ah benar juga....oke aku akan mengajaknya makan siang bersama,tolong doakan aku" Olif berkata sambil memegang tanganku meminta doa.


"Okeh" kami bertiga menjawab .

__ADS_1


Kami bersembunyi di balik pintu kelas kami dan mengintip Olif yang sedang berbicara kepada senior Kevin.


"Menurutmu apakah ini akan berhasil?" Hans bertanya kepada aku dan senior Jonas.


"Harusnya berhasil" Senior Jonas menjawab sambil mengintip Olif.


"Ah seharusnya dia tadi meninju senior Kevin,itu lebih efisien" ide dariku ku keluarkan lagi.


"Emm" mereka berdua menatapku dengan tatapan aneh lagi.


Setelah beberapa saat,Olif dan senior Kevin selesai berbicara. Senior Kevin meninggalkan Olif dan Olif masuk kelas untuk memberitahu kami jawabannya.


"Aaaaaaa...." Olif girang yo.


"Bagaimana hasilnya?" Aku bertanya. Kami menantikan jawaban dari senior Kevin.


"Dia...dia....dia" Olif berkata sambil gugup.


"Dia setuju" Olif menjawab.


"Yeaaaaaaahhhhh" kami bertiga sangat gembira karena senior Kevin menerima ajakan Olif dan misi kita berhasil.


"Baiklah aku akan mempersiapkan diri untuk kencan nanti siang" Olif terlalu girang,dia kembali ke tempat duduknya.


"Wih aku akan kembali ke kelas... sampai jumpa" senior Jonas pergi meninggalkan kelas kami.


~kring kring kring~


Bel sekolah berbunyi. Aku dan Hans kembali ke tempat duduk. Kami menerima pelajaran sambil menunggu jam istirahat.


[WRITER ROOM]

__ADS_1


Senior Kevin datang ke ruangan writer.


Kevin: hai writer


Writer: apa?


Kevin: aku gugup


Writer: gugup kenapa?


Kevin: aku diajak makan siang oleh seseorang yang sangat spesial


Writer: lalu apa masalahnya?


Kevin: ambigu tau.


Writer: ih mana ku tau....makan tinggal makan apa susahnya?


Kevin: ya susah lah


Writer: astaga monyet...makan itu tinggal memasukkan makanan kedalam mulut,gigit,kunyah,lalu....


Kevin: lalu telan?


Writer: ngga...lalu di buang,ya di telan lah masa di lempar


Writer: dah dah...sana pergi...


Kevin: hihh(geram)


Writer: kenapa lagi tu anak, orang makan tinggal makan kok susah

__ADS_1


__ADS_2