Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 2


__ADS_3

Aku berjalan menuju kelas sambil memikirkan apa yang akan pria itu lakukan dengan bunga matahari itu. Tanpa sengaja aku menabrak seseorang di depanku.


~Bruk~


"Ya ampun maafkan aku,aku tidak sengaja" aku langsung menundukkan kepala ku untuk meminta maaf.


"Hei tidak apa apa, bangunlah dan tegakkan kepalamu" heh suara pria,astaga aku menabrak seseorang pria... tamatlah riwayat ku.


Aku menegakkan kepala dan mencoba melihat siapa yang aku tabrak. Ternyata seorang pria tampan, berambut coklat,tinggi,dengan poni ke samping. Dia benar-benar tampan.


"Apa kau terluka?" Eh pria itu bertanya kepadaku? Wah dia perhatian.


"Oh aku tidak apa apa,maafkan aku yang menabrakmu....aku tidak sengaja,aku sedang melamun dan tidak memperhatikan jalan" aku menjelaskan kenapa aku bisa menabrak dia.


"Iya,aku tidak mempermasalahkannya. Oh iya namaku Jonas dari kelas 2 sastra bahasa. Kau pasti kelas 1" wah ternyata dia kakak kelas. Apa aku akan dapat masalah karena menabrak kakak kelas.


"Em iya kak, aku Caroline dari kelas 1 ilmu komputer dan teknologi multimedia. Maaf karena menabrak tadi" semoga dia tidak marah.


"Wah keren,kau bisa mengajariku menggunakan komputer lain kali" dia memujiku? Artinya dia tidak marah. (Menghela nafas) untunglah.


"Iya kak aku akan mengajarimu menggunakan komputer" aku mengatakan dengan nada lega karena dia tidak marah.


"Oh ayolah jangan panggil kakak, panggil saja Jonas" dia menyuruhku memanggil namanya? Itu terlalu akrab.


"Emm bagaimana kalau aku panggil senior Jonas?" Nah itu lebih baik dan sopan ya kan.


"Emm(berpikir) baiklah...kalau begitu aku pergi ke kelas dulu, sampai nanti" dia mengatakan sambil pergi dan melambaikan tangan.


"Baiklah senior, sampai nanti" aku membalas lambaian tangannya.


Astaga aku hampir lupa kalau aku harus bergegas ke kelas. Aku berlari hingga ke kelas. Untungnya bel belum berbunyi. Aku duduk di bangku tengah. Aku tidak tau siapa yang duduk di sebelahku karena bangku sebelahku kosong. Tidak peduli aku akan duduk satu meja dengan siapa.


"Permisi bangku ini kosong kan?" Ada yang bertanya kepadaku.

__ADS_1


"Ah iya kosong" aku berkata tanpa melihat wajahnya karena sibuk membaca buku.


"Oh baiklah aku duduk disampingmu ya" dia meminta ijin, sepertinya dia pria karena dari suaranya seperti pria. Tapi ntah kenapa perasaanku seperti sudah familiar dengan suara ini.


"Baiklah kau bo..." Ucapan ku berhenti karena aku melihat orang yang akan duduk di sampingku. Betapa terkejutnya aku ketika melihat bahwa pria yang akan menjadi teman satu meja ku adalah orang yang meminta bunga matahari di koridor tadi pagi.


"Kau..kenapa disini?" Aku bertanya dengan heran.


"Kelasku disini...oh sepertinya aku pernah melihat mu tapi dimana ya?(memegang kepala untuk mengingat)" dasar aneh aku kan orang yang kau mintai bunga matahari tadi.


"Oh aku ingat.." dia berteriak dan mengagetkan ku.


"Astaga monyet!!! Terkejut aku bah" aku terkejut dan tidak sengaja mengatakan itu.


"Maaf....kamu orang yang membantu ku dengan bunga matahari tadi kan" dia mengatakan dengan penuh keyakinan.


"Ya itu aku salam kenal....kenapa kau butuh bunga ku?" Aku bertanya dengannya agar rasa penasaran ku terjawab.


"Soal itu, lupakan" dia mengatakan dengan wajah dingin.


"Hai teman,aku Olif salam kenal...nanti kita ke kantin bersama yuk" tiba tiba dong dari depan dia menjulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Hai aku Caroline, baiklah nanti ke kantin bersama" aku menjawab uluran tangannya. Kami belajar sambil merasakan hawa dingin dari pria kulkas di sampingku.


[WRITER ROOM]


(Mengotak Atik bahan makanan)


Writer: emm dengan bahan ini aku akan masak apa ya?(berpikir)


Writer: oh iya, aku akan masam corndog


(Masak)

__ADS_1


Writer: dah matang,emm sepertinya ada yang kurang...oh iya minuman ( menaruh corndog di samping buku dan pergi membeli minuman)


Writer: em tidak usah di kunci, lagi pula tidak akan ada yang masuk


(Berjalan ke penjual minuman sambil bernyanyi)


[Tidak lama kemudian Caroline datang]


Caroline: writer....dimana kau,tumben kau update ceritaku...sudah lama kau tidak menulis


(Mencari writer dan berkeliling...tiba tiba dia melihat corndog di sebelah buku)


Caroline: wih enak ni...ku makan ah...sayang kalau tidak dimakan (memakan) wih panas tapi sedap


[Makanannya abis dan caroline segera pergi]


Caroline: mungkin writer tidak disini... baiklah aku pergi...akan ku cari nanti


(Writer bergegas ke ruangannya karena sudah membeli minuman yang ia inginkan)


Writer: mari kita makan....eh


Writer: dimana makananku?


Writer: kenapa tinggal piring dan tusukan nya saja? Makanan kemana?


(Writer mencari makanannya hingga ke got depan rumah)


Writer: makanan kuu...... dimana kau!!!


(Writer marah dan tidak sengaja melempar minuman nya ke sembarang tempat yang membuat minuman nya pecah dan tumpah)


Writer: eh... minumanku?

__ADS_1


Writer: dahlah tak jadi makan minum aku


__ADS_2