
Pagi hari di sekolah, aku masih memikirkan apa yang dikatakan oleh ibu kemarin. Hans datang dan tiba tiba memberikan tumpukan buku yang ku pinjamkan kemarin.
"Ini,terima kasih ya" Hans tersenyum sambil menatapku.
"Kau kenapa?"
"Tidak, hanya saja..."
"Baiklah anak anak kita mulai belajarnya" tiba tiba Bu guru datang dan perkataan Hans terhenti.
"Oh ya anak anak, setelah ujian kenaikan kelas bulan depan di saat liburan musim panas kita akan mengadakan camping satu sekolah"
"Bu" astaga aku lupa dengan anak ini si tukang bertanya
"Iya nak?"
"Kenapa Bu guru memberitahu kami sebelum ujian?"
"Kenapa? Emm kenapa ya? Oh karena Bu guru ingin kalian semangat ujian"
"Bukannya nanti kita malah jadi tidak fokus belajar Bu karena memikirkan camping"
"Nah pemikiran mu tepat jika hanya camping setelah ujian yang bu guru sampaikan, tapi Bu guru belum selesai menyampaikan....Nah,kalian harus mendapatkan nilai di atas rata-rata. Jika nilai kalian berada di bawah rata-rata maka kalian harus membuang pemikiran tentang camping sekolah. Karena sekolah hanya mengadakan camping untuk siswa yang memiliki nilai di atas rata-rata"
Nah kan, itulah kenapa kita harus mendengarkan perkataan sampai selesai bukan di tengah tengah nanya aja kerjaannya.
"Lah kok gitu bu..." Para murid tidak setuju.
"Iya lah, makanya kalian harus belajar dengan giat... baiklah sekarang kita mulai pelajarannya"
Wih aku salut dengan Bu guru satu ini, membuat muridnya belajar giat dengan terpaksa.
[Kantin sekolah]
"Nyam....hey apakah kelas mu juga di beri tahu tentang kemah musim panas senior Jonas?" Olif, makan dulu makananmu baru bertanya
"Iya,katanya nilai di atas rata-rata yang boleh mengikuti camping nya kan?"
"Wah jadi bukan hanya di kelas ku saja, wah ku tarik lagi pujian ku kepada Bu guru" woo ternyata mereka bersekongkol.
"Memangnya kau memuji Bu guru?" Olif kenapa kau sangat jahat.
"Memangnya kenapa? Apakah caroline tidak pernah memuji seseorang?" Astaga Hans perkataan mu menyakitkan.
"Ya, daripada memuji lebih baik memutilasi"
"Hai kakak kakak semua" huh siapa? Oww Anthony yang kemarin ku tolong.
"Wah siapa nama mu?" Olif kenapa muka mu berubah.
"Heh biasa saja kalau bertanya" nah bagus senior Kevin, marahi dia.
"Ah iya, namaku Anthony anak kelas satu"
__ADS_1
"Oh mari sini ikut bergabung,kau duduk di situ" senior Kevin menunjuk kursi sebelahku.
"Wah terima kasih" Anthony duduk di sebelahku
"Kakak kakak"
"Hey jangan panggil kakak, panggil aku Olif anak kelas 2"
"Wah salam kenal kak"
"Hih Olif, oh ya namaku Kevin anak kelas 3"
"Ya salam kenal senior, em apakah kak Olif dan senior Kevin berpacaran?"
"Emm...itu" Olif kenapa kau ini, tinggal jawab saja
"Ya kami berpacaran" wih hormat kepada senior Kevin yang berani mengakui si kutu sebagai pasangannya
"Oww"
"Oh aku Jonas anak kelas 3"
"Salam kenal senior"
"Aku Hans anak kelas 2 dan dia..."
"Ah tidak perlu, aku sudah tau namanya kak caroline"
"Iya karena waktu itu kak linlin menolongku"
"Linlin? Kau cukup panggil dia kak caroline jangan yang lain" haduh sudah ku duga ini akan terjadi.
"Em memangnya kenapa kak?"
"Dia adalah...."
"Aii sudah sudah oke, mari kita habiskan makanannya sebentar lagi waktu istirahat habis" ayo aku harus bisa melerai.
"Aku tidak pernah melihat Hans berwajah seperti itu" Olif berbisik kepada senior Kevin.
"Wah artinya...." Senior Jonas kenapa kau juga
"Mungkin atau malah sudah lebih jauh" senior Kevin kau kompor meledak.
Akhirnya aku bisa melerai mereka berdua. Jika tidak, pasti di kantin ada perang dunia.
"Kapan kau kenal dengannya" apa? Hans apa apaan kau ini.
"Saat pertama masuk ke sekolah"
"Dia kenapa?"
"Dia di tindas,lalu aku melindunginya. Hanya itu saja"
__ADS_1
"Kau menyukainya?" Astaga Hans wajahmu benar benar menyeramkan.
"Tidak"
"Serius?" Bagaimana ini...rasanya ingin sekali membunuh Hans.
"Yaa" senyum tertekan
"Lalu siapa yang kau sukai?" Pfttttt(semburan air Mbah dukun) apa?
"Itu tidak tau.... sudahlah aku mau masuk dulu ke kelas"
Ya ampun apa ini, hey writer apakah kau salah tulis atau gimana? Kenapa hidupku penuh dengan hal seperti ini.
[WRITER ROOM]
Caroline: writer....
Writer: ya saya?
Caroline: kenapa ini?
Writer: apanya?
Caroline: kenapa kau memberiku banyak masalah?
Writer: tidak banyak hanya satu
Caroline: tapi satu masalah itu seperti ribuan masalah
Writer: lebay
Caroline: lalu bagaimana aku harus menghadapinya?
Writer: aku tidak tau
Caroline: lah kau kan penulisnya
Writer: ya aku penulisnya tapi, tentang cinta jangan tanya aku
Caroline: kenapa tidak tanya kepadamu? Karena kau tidak mau memberikan spoiler?
Writer: bukan, karena aku JOMBLO. Jadi aku tidak tau masalah percintaan
Caroline: bukankah aku adalah dirimu? Jadi kau pernah mengalami masa ini kan?
Writer: ya secara logika kau adalah aku...tapi semua cerita disini full dari otak ku bukan dari kehidupan nyataku. Karena aku tidak suka berpacaran
Caroline: jika tidak pernah pacaran lalu kenapa kau buat novel ada romantisnya?
Writer: karena kalau tidak ada romantisnya tidak seru....dah pergi sana,ganggu orang hidup aja
Caroline: hihh rasanya mau ku huhhh
__ADS_1