
Bel tanda istirahat berbunyi. Aku dan Olif pergi ke kantin. Dan tiba-tiba kami melihat si pria kulkas teman sebangku ku sedang dibully. Apa? dia kan dingin kenapa tidak melawan?.
"Heii berhenti disana anak anak nakal" aku berteriak sambil berlari menuju anak anak nakal.
"Wih ada adik kelas yang cantik,hei mau menemani kakak nanti malam?" Sungguh otaknya bermasalah.
"Oh oke aku tidak keberatan,ayo kita lakukan sekarang saja...SEN...PAI...." Aku mencoba menggoda mereka dan mencari celah.
"Hei apa yang kau lakukan Caroline?" Olif cemas denganku.
"Wah mari kita...ukhh" wih senpai tidak bisa melanjutkan kata katanya karena ku tendang itunya. Dan itunya mulai menyanyi.
"Di malam hari... Bersama mu.... Di taman yang indah.... Gelapnya malam...dan dinginnya angin malam ... Menerpa wajah kita berdua... seketika ada sandal terbang....dan menghantam kita....dasar sandal Kurang ajar" Kurang lebih begitulah itunya bernyanyi.
Aku dan Olif membawa pria kulkas yang cedera berlari menuju UKS. Disana pria kulkas diobati oleh suster sekolah. Dia pingsan dan belum bangun. Aku harus menunggu nya bangun.
"Em Caroline...aku ke kelas dulu ya,nanti buku catatan ku akan ku pinjamkan ke kamu...kamu jaga saja dia" Olif benar benar membantuku.
"Wah terima kasih cantik" aku berterima kasih sambil melambaikan tangan.
Ayolah kapan dia bangun. Kalau di lihat lihat pria ini tampan juga ketika tidur. Tunggu apa yang aku pikirkan. Aku akan pergi ke toilet sebentar. Tiba tiba tangan pria kulkas itu memegang ku dengan erat dan tidak membiarkan aku pergi.
"Tunggu jangan pergi!!" Dia berteriak sepertinya dia gelisah dan mengigau.
Aku tidak jadi pergi ke toilet dan mengelus kepalanya agar dia tenang. Dan akhirnya dia tenang. Benar benar membuat ku terkejut. Apa yang dia impikan hingga mengigau? Aku benar-benar penasaran. Tak lama kemudian dia bangun dan masih memegang tanganku.
"Kau sudah bangun kan?" Aku mengatakan sambil tidak sabar untuk pergi.
"Iya, kau menyelamatkan aku tadi?" Dia bertanya dengan wajah linglung.
"Iya aku benar... bisakah kau melepaskan tanganku?" Aku tidak sabar ingin pergi.
"Eh ma..." Dia belum sempat mengatakan itu karena aku sudah berlari keluar.
"Toilet..!!!" Tanpa sadar aku berteriak. Aku kembali dan membawakan bubur serta obat pereda nyeri untuknya.
Aku masuk ke UKS dan melihat dia. Mataku silau melihat ada pangeran yang duduk sambil melihat jendela diterangi cahaya dari jendela dan hembusan angin. Aku datang dan memberikan makanan untuknya.
"Ini makan buburnya setelah itu minum obatnya" aku membukakan bubur itu dan memberikan nya kepada pria kulkas.
Dia hanya melihat buburnya dan tidak memakannya. Apakah dia khawatir kalau makanannya aku racuni? Oh tenanglah aku tidak akan meracuni orang yang sakit. Bukan tidak tapi belum.
"Kenapa tidak makan? Aku tidak meracuninya" aku menyodorkan makanannya agar dia makan.
"Aku tidak suka bubur" astaga anak ini seperti anak kecil.
"Oh ayolah kau juga harus minum obat,jangan seperti anak anak" aku mengangkat mangkuk bubur dan mencoba menyuapi dia.
__ADS_1
"Ini makan" aku menyodorkan sendok berisi bubur.
Dia membuka mulut dan makan. Aku menyuapinya hingga buburnya habis. Ayolah sepertinya aku sedang menyuapi anakku.
"Baiklah ini minumlah obat pereda nyeri,agar lukamu cepat sembuh" aku memberikan obat yang sudah ku buka beserta minumannya.
"Kenapa kau peduli padaku?" Dia bertanya dengan wajah sedih.
"Apa maksudmu? Kita ini teman harus saling membantu, apalagi kau teman sebangku ku...jadi aku ingin kau sembuh agar aku bisa merepotkan mu kedepannya" aku berkata jujur dengan wajah yakin.
~kring, kring,kring~
Writer: ada sepeda
Sepeda ku roda dua
(Plak!!)
Writer: astaga bau...siapa?
Pembaca: hei ini itu bel sekolah bukan lagu...bisa serius dikit tidak?
Writer: iya iya...
Mari kita lanjutkan. Ingat itu bel masuk bukan lagu.
"Belnya berbunyi...kau lebih baik kembali ke kelas" dia menyuruhku kembali agar aku tidak ketinggalan pelajaran.
"Aku sudah tidak apa apa,lebih baik kembali lah ke kelas" dia menyuruhku lagi dengan wajah mencoba tegar.
"Aku tidak akan kembali ke kelas,lagi pula aku...." Perkataan ku terhenti karena ada suara orang berteriak memanggil namaku.
"Caroline.....hah.. hah...hah" dia berlari, berteriak,dan membuka pintu UKS.
"Astaga kau ini kenapa,sedang dikejar polisi kah?" Aku mengejeknya hahaha.
"Ini makananmu,aku lupa kau belum makan" oh iya aku lupa aku belum makan waktu istirahat. Oh Olif kau baik sekali.
"Aaaaaaaaaaa......terima kasih cantik. Aku lapar" aku berdiri dan memeluk Olif.
"Pft..." Pria kulkas tertawa karena melihat ku.
"Kenapa kau tertawa ha?" Aku bertanya dengan muka marah.
"Apa aku tertawa?" Dia bertanya kepadaku. Hei serius? Apakah dia pikun.
"Ya.. sudahlah jangan dipikirkan,aku akan menemanimu sambil makan" aku duduk kembali dan membuka makananku.
__ADS_1
"Kalau kau lapar,kenapa membantuku dan menemani ku? Harusnya kau bisa berpura pura tidak melihat dan pergi" dia berkata dengan wajah heran. Apa yang mau kau herankan?
"Hei kau ini teman ku dan juga aku tidak pernah mencoba berpura pura tidak melihat atau tidak mendengar" aku mengatakan itu sambil makan.
"Terima kasih,kau sudah membantuku untuk yang ke tiga kalinya" dia berterima kasih sambil memegang tanganku.
"Ha tidak apa apa,jadi bisakah kita berteman?" Aku bertanya kepada nya agar aku bisa menyusahkan dia.
"Bisa saja,namaku Hans salam kenal Caroline" dia mengetahui namaku? Oh ya sudah jelas. Kemarin aku berkenalan dengan Olif.
"Ya,mohon bantuannya...Hans" aku mengatakan sambil tersenyum.
[WRITER ROOM]
WRITER: jadi Hans ini anak yang seperti apa ya? Kok aku bingung
(Hans datang dan menyapa writer)
Hans: hai writer,apa yang kau lakukan?
Writer: eh Hans kebetulan sekali, aku ingin bertanya
Hans: bertanya apa?
Writer: karena kau MC cowo jadi karakter mu bagaimana?
Hans: biasanya karakter pria di komik atau novel bersifat keren dan dingin
Writer: lupakan kau itu anak yang memiliki latar belakang keluarga yang terpandang. Tapi kau itu hidup dengan kegelisahan
Hans: ah kenapa kau ?
Writer: sudah diam. Akan ada orang yang menemani mu agar masa suram mu waktu kecil bisa digantikan oleh kegembiraan yang dia berikan kepadamu.
Hans: wah pasti MC cewe nya kan?
Writer: hm...oh iya aku mau bertanya
Hans: apa?
Writer: kemarin aku membuat corndog..tapi saat aku pergi membeli minuman, corndog nya hilang. Kau melihat ada orang yang masuk ke ruangan ku tidak
Hans: em kemarin aku tidak berkunjung ke sini. Jadi tidak tau
Writer: oh kalau begitu baiklah
(Di luar ruangan writer, Caroline sedang bersembunyi)
__ADS_1
Caroline: astaga,dia masi memikirkan makanannya. Gawat kalau sampai ketahuan aku yang makan. Kabur ah...
(Caroline berlari pergi meninggalkan rumah writer. INGAT ANAK ANAK, MENCURI ITU PERBUATAN TERCELA. MENCURI SAJA TIDAK BOLEH, APALAGI MAKAN MAKANAN ORANG. JANGAN CONTOH ANAK BERNAMA CAROLINE ITU. AJARANNYA SESAT