Caroline'S Story

Caroline'S Story
Episode 4


__ADS_3

Setelah kejadian itu,aku dan Hans berteman. Ini hari ke 2 aku berada di sekolah ini. Aku bertemu Hans dan Olif di depan gerbang sekolah. Dan mereka berdua sedang melihat gerombolan orang orang aneh.


"Hans... Olif....kalian sedang melihat apa?" Aku mendekati mereka dan bertanya kepada mereka.


"Oh Caroline, sebenarnya aku ingin pergi ke kelas... Tapi dia menyuruhku untuk berada disini dan jangan masuk dulu" Hans berkata sambil menunjuk Olif yang mengintip dari balik gerbang sekolah.


"Memangnya apa yang ia intip?" Aku bertanya dan melihat apa yang Olif lihat. Ternyata banyak gerombolan wanita yang berteriak menyebutkan nama seseorang.


"Kevin..!!! Senior Kevin....!" Dari belakang ada yang berlari dan menabrakku.


"Ah..." Aku hampir terjatuh karena dorongan dari orang yang berteriak tadi. Tapi, Hans dengan cepat menangkap ku. Untunglah ada Hans, jika tidak aku pasti akan benar benar terjatuh.


"Kau tidak apa apa kan?" Hans bertanya dengan wajah khawatir.


"Tidak apa apa...terima kasih. Untungnya ada kau" aku mendorongnya agar menjauh dariku.


"Olif..!!!" Aku berteriak dan memukul pundak Olif.


"Hahhhh" di terkejut dan membalikkan badannya.


"Caroline sejak kapan kau ada di belakang ku?" Dia bertanya sejak kapan? Astaga dia tidak sadar kah?.


"Sejak jaman batu" aku mengatakan dengan wajah datar.


"Apa yang kau lihat sampai tidak menyadari aku ada di sini?" Aku bertanya dengan rasa penasaran.


"Oh itu...lihat pria yang di kerumuni oleh segerombolan wanita itu...dia tampan" dia mengatakan dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Kau kenal dia atau pengagum seperti mereka itu?" Aku bertanya dengan wajah acuh.


"Iya,dia seniorku waktu aku masih SMP. Waktu itu dia sangat baik kepadaku. Dia bilang dia akan masuk ke sekolah ini jadi dia menungguku untuk masuk ke sekolah ini" oh jadi dia masuk ke sekolah ini hanya untuk bertemu dengan dia.


"Apakah dia masih mengingatmu? Seingatku,semua orang akan lupa dengan janji yang aneh" Hans mengatakan dengan serius yang membuat Olif tersadar.


"Eh,benar juga. Dia pasti tidak mengingat janjinya untuk menungguku" Olif mengatakan dengan wajah sedih.


"Oh ayolah Olif,aku yakin dia akan mengingat mu. Kalau saja tidak mengingat nya, kau bisa mencoba untuk mengingatkannya" aku memberikan semangat kepada Olif agar dia tidak sedih.


"Hah iya kau benar, aku akan mengingatkannya tentang janji yang dia berikan kepadaku waktu itu" Olif kembali semangat, syukurlah.


"Baiklah mari pergi ke kelas" Aku menarik mereka berdua untuk pergi ke kelas.


Di kelas kami belajar sambil menunggu jam istirahat. Ketika bel istirahat berbunyi,aku langsung berdiri untuk pergi ke kantin. Tapi Hans tiba tiba menggenggam tanganku.


"Hei, ingin pergi ke kantin bersama tidak?" Oh jadi dia mengajakku ke kantin.


"Oh sudah ke kantin ya...kalau begitu mari Hans kita ke kantin" aku dan Hans pergi ke kantin.


Di kantin kami melihat Olif makan sendiri. Aku dan Hans pergi ke meja Olif untuk menemaninya. Wajahnya benar-benar bahagia. Aneh sekali apa yang terjadi dengan temanku ini?.


" Wah Olif, kelihatannya kau sedang bahagia...ada apa?" Aku bertanya karena aku benar benar penasaran.


"Ya, kau benar benar aneh" Hans mengatakan dengan wajah dingin. Sepertinya dia tidak penasaran.


"Em itu....aku sudah selesai makan,jadi aku akan pergi ke perpustakaan dulu" Olif berdiri dan meninggalkan kami. Dia benar benar aneh.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" Aku bertanya kepada Hans tentang kondisi Olif yang bertingkah aneh.


" Aku tidak tau" Hans menjawab dengan tenang.


Kami melanjutkan makan kami dan segera kembali ke kelas. Di kelas kami belajar sambil memperhatikan tingkah Olif yang aneh. Sebenarnya dia sedang menyembunyikan apa dari kami. Sepanjang pelajaran Olif selalu bertingkat aneh sampai waktu nya pulang sekolah.


"Aku pulang duluan,sampai ketemu besok" Olif berlari meninggalkan kelas. Astaga sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.


Karena Olif pulang duluan,aku jadi pulang bersama Hans. Di sepanjang jalan,aku memikirkan apa yang Olif sembunyikan dari ku. Sementara Hans sedang membaca buku.


[WRITER ROOM]


(OLIF MENGETUK PINTU RUANGAN WRITER)


WRITER: Masuk...


Olif: hei kau membuatku seperti orang yang misterius


Writer: diam lah... Nanti kau akan merasakan happy ending


Olif: huh baiklah


Writer: oh iya waktu episode 2 apakah kau masuk ke ruangan ku?


Olif: tidak,kenapa?


Writer: waktu itu aku memasak corndog...tapi ketika aku kembali, corndog nya sudah hilang. Apakah kau tau?

__ADS_1


Olif: aku baru pertama kali kemari jadi aku tidak melihat makananmu.


Writer: baiklah kau bisa pergi


__ADS_2