
Ara membuka jendela,dan berhembus kasar.Dia akan pergi meninggalkan rumah itu untuk melanjutkan kariernya.
"Ara,sebelum berangkat makan siang dulu."Teriak mama dari kejauhan.
"Ya ma sebentar."
Keluarga itu nampak bahagia berkumpul bersama dalam satu meja makan.
"kayaknya bakal ada yang mau nemuin jodoh nih."Goda Nadya,adik Ara yang berusia 17 tahun sambil tertawa merdeka.
Wahyu yang tak mau ketinggalan juga menghujani Ara dengan kata kata yang berhasil membuatnya tersipu.
"kak kalo nemu jangan lupa kenalin ya,penasaran nih."Candanya.
"Apaan sih kalian,sukanya godain kakak terus deh."
Makan siang pun berjalan dengan penuh canda sebelum,putri pertama keluarga itu pergi.
Dari luar terdengar suara Rahma memanggil,Ara pun bergegas pamit dan keluar sembari mengangkat ranselnya.
"Udah siap semuanya?"Tanya Rahma.
"Udah kok,ayo brangkat.nanti ketinggalan bis."
Mereka memang sengaja akan pergi menggunakan transportasi umum.Jadi mereka pun bergegas menuju halte bus terdekat.
000
"Ara ini udah sore,hanya sisa satu bus terakhir yang akan lewat jarna kita telat datengnya."Ucap Rahma dengan muka masam yang di perlihatkan.
"ya udah,kita tinggal nunggu."Jawab Ara dengan tenangnya.
Sudah setengah jam lebih mereka menunggu tetapi tidak ada satu pun bus arah Surabaya yang lewat.
Dari jauh Ara melihat bayangan seseorang yang sepertinya dia kenal dan dia hafal.Bayangan itu semakin di perhatikan semakin dekat,semakin dekat hingga kini Rahma juga8 menyadarinya.
Tiba-tiba sesosok bayangan itu berhenti di depan mereka,ternyata bayangan itu adalah luka lama.
Seseorang tersebut adalah Alex.
Ara yang melihat kedatangan pria berwajah tampan dan bertubuh tegap itu langsung terkejut.Wajahnya berubah pucat dan sekelebat bayangan masalalu hadir di pikiran Ara.
"Kenapa dia tiba-tiba datang."
Semua bayangan dan lamunannya buyar seketika saat Rahma bertanya.
"Ra,kok kamu pucet banget sih?Kamu sakit?"Ujar Rahma.
__ADS_1
"Gak kok,aku gak sakit.Kamu tenang aja."
Alex yang sejak tadi hanya diam duduk d atas motor menyaksikan kedua sahabat tersebut berbincang bincang,mulai bertanya .
"Hai apa kabar kalian.Btw kalian mau ke mana?"
Tanya Alex dengan penuh pesona.
"hmmm...kami mau ke Surabaya,Ini lagi nunggu bus.Btw mas alex dari ngelatih ya?"
Ara menjawab pertanyaan Alex sekaligus bertanya ,dengan wajah memerah dan jantung yang berdetak cepat.
"Iya aku baru pulang dari ngelatih.kalo boleh tau aku boleh tanya gak?"
"Iya boleh mau tanya apa?"
"Kamu ngapain ke Surabaya?"
"Aku ke Surabaya itu pengen nyari referensi buat novel terbaruku."
Kecanggungan masih terjadi d antara mereka,keduanya di liputi kesunyian dan saling diam.
Beberapa saat kemudian pria memakai hoodie maroon datang,mencairkan suasana.
"hei,lagi ngapain kok diem-diem aja?Rahma,Kalian mau kemana bawa-bawa ransel besar kayak gitu?"
Rahma yang di tanya hanya diam membeku,Rahma terkejut atas kedatangan Rudi yang secara tiba-tiba.
Rudi yang kebingungan melihat sikap rahma berujar dengan senyumnya yang manis.
"Rahma,kalo di tanya orang itu jawab dong."
Dengan gugup Rahma cepat cepat menjawab
"Iya ini kita mau ke Surabaya."
Setelah lama menunggu,tetapi bus arah Surabaya tak kunjung menampakkan batang hidungnya.Ara pun menelfon kondektur bus yang tiketnya telah Ara beli.
"Bus memang sudah lewat tepat waktu,tetapi saat bus berada d halte nomer 15 semuanya diam seakan akan tidak ingin naik bus ini,jadi saya langsung tinggal saja"
"jika saya boleh tahu apakah ada bus arah surabaya yang akan lewat beberapa jam lagi ya pak?"
"Aduhh..bus arah Surabaya sudah tidak ada.ini sudah bus terakhir."
"ohh begitu,ya sudah terimakasih atas infonya."
Setelah selesai menelefon kondektur bus,wajah Ara berubah lesu.
"Rahma,kita udah ketinggalan bus.Apalagi itu bus terakhir,tiket kereta juga sudah habis.kita mau naik apa ke sana?"
Alex mendengar keributan mereka,pria berjaket biru itu pun mengajukan penawaran untuk keduanya.
"Ra kamu gak usah hawatir,aku akan ngantar kamu ke Surabaya.Kamu bonceng aku,dan Rahma sama Rudi.Udah tenang aja."
Rahma yang tidak di ajak bicara menyela.
"hmm mas Alex,apa kita gak ngerepotin?mungkin mas Rudi juga keberatan?"
Rudi yang sedari tadi hanya diam menyaksikan,mendengar namanya di sebut dia seolah olah tidak mau ketinggalan menjawab.
"gak kok aku gak keberatan.ayo berangkat aja sekarang!"
Dengan terpaksa,Ara menuruti kemauan Alex dengan berat hati.
__ADS_1
Di perjalanan wangi parfum Alex menyeruak seakan akan udara yang menyebar ke seluruh penjuru, membuat jantung Ara semakin berdebar.
Selama di perjalanan Ara merasa tidak bisa bernafas dengan baik,dadanya semakin sesak saat mereka berada dalam satu motor yang sama.
Kesunyian telah melanda hati Ara,hingga dia tak sadar jika alex telah memanggilnya.
"Ra,kamu udah pesen kamar kost atau kontrakan? atau kamu mau menginap di hotel?hmm....apa kamu punya saudara di Surabaya?"
"Ra?hei,Ara?are you oke?"
Ara terkejut dan tersadar dari lamunannya,gadis yang rambutnya terurai itu baru sadar jika dia belum memesan tempat tinggal untukknya di Surabaya.
"Astaga,aku melupakan hal itu."Terdengar suara Ara yang sedang terkejut menyadari kesalahannya.
"Hmm...Mas Alex,mungkin mas Alex bisa menurunkanku di halte bus saja,aku dan Rahma bisa mencari tempat tinggal sendiri."Pinta Ara yang memohon untuk di tinggal sendirian di kota ini.
"Tidak Ara,orang lain akan berpikir macam - macam dan mengatakan aku pria seperti apa, yang tega membiarkan seorang gadis berjalan sendirian malam malam begini."Sangkal Alex yang tidak setuju sama sekali dengan perkataan Ara.
Alex menepikan motor CBR nya ke sebuah taman di tengah kota.
Mereka terlibat perdebatan yang panjang . Rahma yang menyaksikannya hanya bisa berdiri diam,sedangkan Rudi ikut berdebat dengan Alex memohon untuk tetap di antar dan di temani mencari tempat tinggal di Surabaya.
Karena kesal dengan semua perdebatan itu,Ara menggenggam tangan Rahma dan menariknya menjauhi dua orang yang sedang menatapnya bingung,rupanya Ara kesal dengan mereka yang terus memaksakan kehendaknya.
Kedua pria itu saling bertatapan dan hanya bisa diam melihat kepergian Ara dengan kebingungan.
"Rud,Ara itu aneh banget gak sih.Kita kan cuma mau bantuin dia,tapi dia tetap menolak."Kesal Alex sambil menggerutu dang berdengus kasar,yang kemudian di balas oleh Rudi
"Aku juga bingung sama Rahma,padahal aku tau banget.Dulu dia itu suka sama aku,tapi kenapa dia tadi diam saja dan mengikuti Ara?"
000
"Ara...sudah tidak ada lagi kostan yang bisa menampung kita,jikapun ada itu sangat mahal uangku dan uangmu akan habis untuk menyewa tempat tinggal saja.Sedangkan kita di sini banyak sekali kebutuhan."Rengek rahma seperti anak kecil yang membuat hati Ara selalu luruh.
"Ya habis mau gimana lagi ma,harga standartnya memang segitu,aku juga ini lagi berusaha nyari yang lebih murah."Tegas Ara yang sudah mulai kelelahan karena berjalan jauh sedari tadi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
malam yang melelahkan bagi gadis berumur 24 tahun yang memakai sweeter pink bercelana warna pastel,dan memakai snackers warna senada,ditambah dengan rambut hitamnya bergelombang yang terurai bebas membuat kecantikan alami Ara bertambah walau tanpa make-up.
Hujan turun dengan derasnya,Ara merasa sangat kedinginan.Dia menginginkan tidur dengan di temani selimut yang hangat,Tapi itu hanya sebuah angan . Karena lelah Ara menurunkan ranselnya di pinggir jalan dengan Rahma yang sedang berteduh d bawah pohon.tetapi tetap saja terguyur hujan .
Tiba - tiba dari belakang , tangan kekar seseorang memeluk tubuh langsing Ara,yang menyebabkan keterkejutan baginya.
Ara segera meronta ingin di lepaskan tapi tangan kekar itu semakin mempererat pelukannya.
"Biarkan..biarkan seperti ini."
Kata kata itu begitu manis dan lembut hingga membuat siapapun yang nendengarnya akan merasa damai.
"Siapa kamu?"Tanya ara dengan penasaran,dan sedikit kesal.
"Alex,Alex edward domonic."
__ADS_1
Satu kata yang membuat Ara terkejut dan jantungnya akan lepas dari tempatnya, Alex yang dulu sangat diinginkannya,sekarang telah memeluknya dengan erat menghangatkan tubuhnya yang mulai menggigil.