
"mama aku mau duduk di dekat kak rafi. "
gadis kecil itu berlari mendekati anak kecil yang berumur 5 tahun lebih tua darinya, dan menggandengnya.
"kenapa kamu selalu mengganggu rafi, jangan mengganggu dia lagi, kakakmu itu sedang bermain bersama temannya. "
kata ibu dari gadis kecil tersebut memperingatkan putri kecilnya tersebut.
"tapi aku maunya sama kak rafi. " gadis keci itu mulai berteriak menangis.
anak kecil yang sedang menggandeng tangannya itu pun memeluk gadis itu dan menenangkannya, akhirnya anak itu mengajaknya bermain bersama.
...000...
helicopter mendarat di halaman villa besar keluarga stewart, Ara mengeratkan jubah yang di kenakannya untuk menghangatkan tubuh.
para bodyguard Alston mulai mengarahkan Ara untuk memasuki villa, dan mengangkat rahma untuk di istirahatkan di kamar.
saat Ara berada di depan pintu, Ara berbalik badan dan menghentikan langkah bodyguard yang mengantarnya tadi.
"Apakah kamu akan ke rumah sakit? "
__ADS_1
tanya Ara dengan perasaan ragu
"ya nona, saya akan menjaga tuan di rumah sakit." jawab pria itu dengan menyunggingkan senyumnya
di dalam hati, pria itu bahagia karena istri tuannya diam diam telah khawatir akan keselamatan suaminya.
"hmm baiklah jika begitu, aku mohon jaga suamiku dengan baik, dan jika ada sesuatu cepat hubungi aku. "
"baik nona, apa ada hal lain lagi? "
"katakan pada asisten Alston, dia hatus mengabariku keadaan alston sesering mungkin. hanya itu, terimakasih. "
"oh yaampun putriku, apakah keadaanmu baik baik saja? kenapa lama sekali? temanmu sudah di dalam, tetapi darimana saja kamu sayang? kita semua menghawatirkanmu" ucap Katherine panjang lebar mencerca Ara dengan banyak pertanyaan.
"Aku baik baik saja mom, aku hanya menanyakan keadaan als pada bodyguard tadi."
Ara menyunggingkan senyum tipisnya pada ibu mertua yang sangat menyayanginya.
"kyle aku sudah benar benar menyayangimu, mommy sudah merasa kamu sangat cocok dengan putraku. aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada menantu kesayanganku ini. " Katherine mengusap pipi Ara sambil berlinang air mata, dan memeluk Ara untuk memecahkan tangisnya.
"sayang hentikan tangismu, putrimu sudah kembali, dan keadaan alston akan baik baik saja, relax baby. " Jhonathan datang dan langsung memeluk istrinya
__ADS_1
"Ara, aku tau kamu sangat lapar, ayo kita makan bersama. "
mereka berjalan ke ruang makan, da menikmati waktu makan mereka tanpa kehadiran Alston.
di pertengahan kegiatan mereka, Ryan datang dan langsung menarik kursi di sebelah Ara.
"Ryan untung saja kamu segera datang, jika tidak, adikmu ini akan menghabiskan seluruh makanan di sini. "
Ryan tersenyum manis dan mengelus puncak rambut Ara, dua orang tersebut terlihat sangat imut dan sangat menggemaskan
"Dasar rakus. "
"siapa yang rakus? aku? tidak! aku hanya lapar" setelah mengatakan hal itu, Ara kembali melahap ice cream jumbo yang di pegangnya
"kalian terlalu memanjakan kelinci kecil ini, sekarang dia jadi semakin rakus."
Ara tidak memperdulikan ejekan Ryan dan terus menghabiskan makanannya hingga mulutnya belepotan.
ketiga ornag yang berada di sana tertawa melihat tingkah Ara yang seperti bayi, padahal sudah bisa melahirkan bayi.
jika di rumah, Ara terlihat sangat manja, tetapi saat dia sudah beradadi lingkungan luar, dia akan menunjukkan taring tajamnya, itu sebabnya dia di anggap sebagai seseorang yang sangat misterius hingga banyak orang di buat penasaran dan mencoba melakukan hal hal yang tidal tidak pada dirinya.
__ADS_1