CEO CANTIKKU

CEO CANTIKKU
Episode 7


__ADS_3

Tok tok tok


 


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Ara, dan tak lama kemudian seorang wanita yang terlihat sangat berkelas memasuki ruangannya.


Wanita itu melirik sinis pada papan nama yang bertuliskan Arafa kylie bryan.


Ara tidak mengenal sama sekali wanita itu, dia cukup cantik, sangat berkelas, tetapi wajahnya sedikit kecut, menurut Ara.


"selamat pagi nona...bryan..... or... kyle?"


Wanita itu semakin melangkahkan kakinya mendekati Ara, sedangkan Ara hanya terdiam dan sangat bingung.


"maaf, anda siapa?"


"senang bertemu denganmu"dengan senyum devilnya yang membuat Ara seketika merinding.


"puas kamu membuat calon suamiku menjadi jatuh cinta padamu huh?!"


Sorot matanya menjadi berapi api dan emosional.


"apa maksudmu?" hanya itu kalimat yang terlontar dari mulut Ara, karena seingatnya dia tidak dekat dengan pria manapun.


"ingat!! aku akan membuatmu hancur. Not so bad and it so easy."


Setelah mengucapkan itu wanita tadi melenggangkan kakinya keluar.


Rahma yang mendengar beberapa percakapan mereka, lalu memasuki ruangan Ara untuk memastikan keadaan sahabatnya baik baik saja.


"Ara apa terjadi sesuatu?"


"entahlah, gua juga ga ngerti."


"emang kenapa? Dia bicara apa sama lo?"


"ma? Emang sekarang gua deket sama siapa sih? Gua gak ngerti, apa yang dia omongin."


" dia bilang apa sama lo?"


"dia bilang... G..gua ngerebut pa..pacarnya."


"APA?! lo ngerebut siapa Ra? Astaga Ara kok lo gak cerita sama gua?"


"Gua gak deket sama pria manapun, dan gua gak ngerti dia tuh pacar siapa? Gua gak pernah ngerebut pacar orang Rahma!!"


"oke oke gua ngerti... Mending lo cari tau dulu deh informasi tentang cewek itu, dan tenangkan dulu pikiran lo. Mungkin kita bisa shoping sepulang sekolah."


"not so bad... Ayo segera selesaikan pekerjaan kita dan pulang lebih cepat! Jangan lupa nanti membeli ice cream yang banyak."


"of course mss."


  Setelah percakapan tegang yang berubah manis di akhirnya, mereka segera berkutat dengan pekerjaan masing masing, dan Ara menghubungi anak buahnya untuk mencari informasi tentang wanita tadi yang datang dengan ancaman.


Ara dan Rahma menyelesaikan pekerjaan mereka tepat pukul 6 sore.


Mereka berangkat menggunakan mobil limusin Ara yang jarang sekali ia pakai, karena setiap hari gadis cantik bermanik coklat itu selalu berganti mobil.


Sopir pribadi Ara segera menancapkan gas menuju pusat perbelanjaan.


Untuk sementara tawa telah terukir di bibir manisnya, tetapi mereka tidak sadar jika bahaya mengancamnya.

__ADS_1


Saat Ara memasuki stand dompet dan tas, dia menubruk badan pria yang sangat keras.


"auhh you don't have ayes."


Sambil memegang pelipisnya yang sakit, Ara mengatakan hal itu tanpa melihat siapa orang yang ia tabrak. Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi, pria itu memegang tangan Ara dan menarik Ara lebih dekat dengan tubuhnya, hingga jarak mereka sekaeggang hanyalah 10cm.


"astaga!! Kou lagi?! Dasar pria brengsek! Kenapa kou ada di sini bastard?! Kou hampir membuatku terjatuh barusan."


"siapa yang kou panggil brengsek? Kamu hanyalah hampir bukan jatuh sungguhan."


"arghhh dasar pria brengsek menyebalkan!!"


"kou menyebutku brengsek? Akan aku buktikan sebrengsek apa aku."


Pria itu mengatakannya dengan senyum iblis yang membuat Ara merinding dan memundurkan kaki indahnya 2 langkah.


Tiba tiba pria itu maju mendekati Ara, dan sedangkan gadis itu hanya celingukan ke sana kemari untuk mencari Rahma sahabatnya, karena tadi Rahma izin untuk membeli thai tea.


Semakin dekat dan Ara tidak bisa mundur lagi, karena dia menabrak dinding, akhirnya pria tadi menarik Ara keluar mall.


"hei brengsek apa yang kamu lakukan, hei lepaskan dengarkan aku lepaskan."


Dengan susahpayah Ara mengikuti langkah besar pria tadi dengan memakai heels tingginya.


"berhenti mengataiku brengsek!! Aku mempunyai nama."


"apa peduliku soal nama, yang jelas kamu adalah pria brengsek."


"sudah kubilang jangan mengataiku!! Namaku Ryan!! Akan aku buktikan kebrengsekanku jika kou mengataiku lagi."


Seketika Ara terkejut kala pria tadi melempar Ara memasuki mobil miliknya.


Mereka duduk di bangku belakang, sedangkan terlihat pengemudi mobil itu berbadan kekar dan tadi Ryan juga di kawal oleh beberapa bodygardnya yang terlihat sangat menyeramkan.


Gadis yang masih memakai baju kerjanya itu sangatlah takut, dia hanya berdoa supaya Rahma menelepon polisi untuk menemukannya dan menangkap orang yang berani beraninya menyeret seorang Arafa Kylie Bryan.


Sedari tadi Ara hanya berkutat dengan pikirannya sendiri, sampai sampai ia tidak sadar  telah memasuki halaman sebuah mansion yang sangat luas.


Tangan kekar ryan menyeret Ara untuk keluar mobil.


Di depan sana telah berjejer banyak pria bertubuh kekar berwajah menyeramkan yang memakai baju serba hitam.


"Ryan pliss tolong lepaskan aku... Aku mohon. "


Ryan seolah telah menulikan pendengarannya untuk Ara,  dan dia hanya menyunggingkan smirknya yang mematikan.


Karena permohonannya tidak di reapon, Ara pun naik pitam.


"hei brengsek,  listening me! Kou benar benar pria brengsek kurang ajar ya?!  Huh aku bilang lepaskan, kenapa kou tidak mendengarkanku?  Mau di bawa kemana aku?  Kenapa kita memasuki banyak lorong huh?"


Karena kekesalannya telah memuncak, Ara menghentikan langkahnya berharap pria tadi ikut berhenti, sayang beribu sayang,  kekuatan Ara tidak sepadan dengan orang yang menyeretnya, alhasil Ara terjatuh dalam pelukan... Ryan.


"aaaaaaa dasar brengsek kenapa kou memelukku?! "


Tanpa berkata kata Ryan langsung ******* bibir Ara dengan sangat ganas, tanpa memberi jeda.


Ara berusaha untuk memukuli pria berotot besi yang telah lancang mengambil first kiss nya.


Hingga  akhirnga pria tadi melepaskan ciumannya.


Baru saja Ara akan membuka suara untuk protes, tetapi Ara segera di tarik memasuki sebuah kamar yang sangat luas dan mewah.

__ADS_1


Tubuh Ara di hempaskan pada ranjang king size yang terdapat di kamar itu.


Ara semakin ketakutan kala Ryan melepaskan jas yang melekat di tubuh atletisnya itu.


"a.. Apa yang akan kou lakukan?! Kenapa tadi kou mencuri ciuman pertamaku?! "


Air mata turun tanpa bisa di cegah lagi,  sangat deras hingga Ara terlihat sangat kacau.


"sudahku bilang jangan mengataiku, sekarang aku sudah buktikan ucapanku tidak pernah main main. "


  setelah mengatakan hal tersebut tanpa rasa bersalah melenggang keluar dari kamar itu dan menguncinya.


Ara sangatlah lemas, dia benar benar lelah, hanya sesal yang ia rasakan sekarang.


Ciuman yang akan ia serahkan pertama kali untuk suaminya kelak telah di renggut darinya.


Karena lelah terus menangis,  akhirnya Ara tertidur.


                                   000


"dasar Ara, pulang gak bilang bilang main tinggal aja. Untung sahabat. "


"awas aja besok."


Rahma tertidur dengan pikiran Ara yang pulang duluan meninggalkannya, padahal sebenarny Ara tidaklah berada di rumah, melainkan berada di dalam kurungan emas milik  seorang pria.


Pagi harinya Ara menggeliat saat matahari menembus jendela kamar.


Ara merasakan ada tangan kekar yang melilit tubuhnya. Ia mengira ini hanyalah mimpi,  tetapi saat ia berkali kali mencubit dirinya sendiri ia baru sadar jika ini bukan mimpi, melainkan NYATA.


"astaga..  Ini nyata?  Hah ini  nyata."


"aaaaaaaaaaaaaaaaa. "


Teriakan Ara berhasil mengusik tidur pria sebelahnya.


"apa yang kou lakukan? Kou membangunkanku."


"R.. Ryan?  Aa.. Apa yang kkoulakukan di sini? "


" pertanyaan macam apa itu?  Sudah jelas jelas aku tidur, untuk apa bertanya lagi? "


Dengan buru buru Ara menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, ternyata pakaiannya masih sama seperti  kemarin, dan tidak ada perubahan yang terjadi pada dirinya.


"baiklah..  Sekarang kamu mandi, aku  akan menyiapkan baju gantimu. Tapi aku akan memberikanmu bajuku saja,  karena kamu tidak bawa baju ganti. "


Tanpa menjawab ucapan Ryan, Ara langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sekaligus pikirannya.


"baby aku menunggumu di meja makan. " teriak Ryan agar Ara yang berada di kamar mandi mendengarnya.


Selang 30 menit kemudian, Ara keluar dari kamar dengan hanya memakai kemeja putih kebesaran milik Ryan, yang membuat dia semakin sexy.


"oh my god Ara." Ryan menelan ludanya karena melihat Ara yang sangat.... Sexy.


Lain halnya dengan Ryan yang begitu terpesona dengan Ara, gadis itu hanya melirik malas ke arah Ryan dan setelah makan,  dia tanpa izin langsung merampas kunci mobil Ryan dan mengemudi mobil itu sendiri untuk pulang ke rumahnya.


"dasar wanita batu... Tapi aku suka. "


Dengan cengengesan Ryan kembali melanjutkan sarapannya setelah tercengang dengan sikap Ara.


                              000

__ADS_1


"Alex... Kita bisa bekerja sama. Akan aku pastikan dia hancur dan menjadi milikmu. "


Seringaian iblis telah terukir di bibir sang penelepon.


__ADS_2