
Di tengah malam yang sunyi, seorang pria berada di sebuah gudang kosong, duduk di dekat perapian sambil mengeratkan kepalannya, dia tidak menyangka semua rencananya bisa gagal total. Perusahaannya yang kini juga ikut hancur semakin membuatnya sakit kepala, dan meneguk botol bir yang sudah tersisa sedikit. Terlihat belasan botol kosong telah berserakan, kini pikirannya mulai kacau dan berantakan.
Telepon genggamnya berdering, tetapi pria itu tak bergeming, bahkan meliriknya saja dia sudah malas, hingga wanita paruh baya turun dari sebuah mobil mewah keluaran terbaru, menatap penuh amarah pada pria yang telah mabuk berat tersebut, dan berjalan mendekatinya dengan tergesa gesa, seraya berteriak memanggil namanya.
"ALEX!!! " Seru wanita itu dengan kilatan amarah
"Apa kamu sudah gila ha?!" wanita itu berteriak sembari menampar pipi kanan Alex.
"Huh benar, aku memang sudah gila." racau alex dengan gontai, dan tersenyum miris pada dirinya sendiri.
melihat kelakuan putranya yang semakin menggila, Ny. Calline segera merebut botol miras di tangan Alex dan melemparnya hingga terpecah berai, setelah itu menarik paksa putranya masuk ke dalam mobil, dengan di bantu body guardnya.
...
Di sisi lain, sepasang suami sedang menikmati indahnya malam dengan menatap lautan bintang dan satu bulan yang bulat penuh, terlihat sangat indah.
__ADS_1
"Aku sangat membencimu." Kyle tiba tiba bersuara sembari menatap suaminya lalu pergi begitu saja.
setelah berada di dalam kamar, kyle berfikir keras, bukannya Alston adalah pria yang paling dia benci? tetapi kenapa kini dia jatuh cinta padanya? apakah dia sudah gila?
"Tidak! aku tidak mencintainya, apa apaan ini." ujarnya sembari berjalan mondar mandir di balkon.
"Tapii kenapa aku nangis saat dia terluka? apakah dia juga mencintaiku? aahh tidak, diakan memiliki banyak perempuan."
"ck baiklah, aku akan benar benar membencimu!!" menegaskan kata katanya
Alston memasuki kamar, dan menyisir setiap sudutnya, berharap menemukan wanitanya, terdengar gemericik air di kamar mandi, rupanya Kyle sedang berada di dalam.
Tanpa pikir panjang, Alston segera memasuki kamar mandi yang tidak di kunci, terlihat bahwa sosok yang dia cari sedang b3rt3l4nj4ng di bawah kucuran shower untuk membasahi rambut dan badannya.
Tak tinggal diam, pria itu segera melepas seluruh pakaiannya sendiri dan memeluk istrinya.
__ADS_1
"D4MN 1T" umpat Kyle seraya mendorong tubuh suaminya.
"APA YANG MAU KAU LAKUKAN?!" Bentak Kyle pada Als.
"Tentu saja ingin menikmatimu." Alston menyeringai, dan segera mengikis jarak di antara mereka.
Kyle yang sudah terpojok pun tidak bisa lari kemana mana, tubuhnya telah terkunci, dan pria di depannya telah menyapu bersih bibirnya, serta tangannya yang menjalar ke mana mana hingga pusat tubuh Kyle.
"Ternyata kau hanya menjadikanku sebagai pemuas." ungkap Kyle dalam hati.
Air matanya menitik di bawah guyuran shower, sedangkan Alston benar benar sibuk memuaskan hasratnya pada Kyle yang akhirnya pasrah.
Di malam itu Alston benar benar memainkan permainan kasar, dan ronde yang terbilang banyak dengan waktu yang lama, hingga akhirnya Kyle melemas, barulah permainan itu terhenti.
Di pikiran Kyle saat ini adalah, entah sudah berapa banyak wanita yang telah di jadikan pemuas oleh suaminya.
__ADS_1
Pikiran pikiran buruk itu terus menghantui Kyle hingga akhirnya dia tertidur dalam pelukan suaminya