CEO CANTIKKU

CEO CANTIKKU
Episode 19


__ADS_3

Hari di mana kedua insan tersebut akan bersatu dalam ikatan pernikahan pun tiba.


Ara menatap keluar jendela memikirkan hal yang akan terjadi selanjutnya, ingin dia menangis, tetapi dia harus tetap tegar dan melakukan yang terbaik.


Alston memberikan tiara berharga ratusan ribu dollars kepada Ara untuk dikenakan pada pernikahan mereka, hal itu semakin menambah nilai pluss pada Ara, dan semakin menambah kecantikannya.


saat Ara larut dalak lamunan, Rahma datang untuk menjemput pengantin wanita, karena acaranya akan segera di mulai.


Upacara pernikahan telah berjalan lancar, tanpa di hadiri kedua belah keluarga, dan menimbulkan bisikan di kalangan pengusaha.


pernikahan itu juga menggegerkan dunia karena biayanya yang di bilang fantastis, dan kemunculan The black king tanpa topeng.


Pernikahan maha besar tersebut di siarkan di stasiun televisi mancanegara, dan di tonton oleh milliyaran orang, sehingga menampakkan pasangan yang sangat serasi sedang mengucap janji suci.


Sejak saat itu, banyak para gadis yang mengidam idamkan suami seperti Alston, dan sangat iri dengan Ara, atau lebih di kenal dengan kylie, yang saat ini menyandang status ny. Stewart.


...000...


Saat memasuki pintu mansion Alston yang begitu megah, tuan kejam itu menarik tangan Ara dengan kencangnya menaiki tangga sehingga mau tidak mau, Ara harus berlari, dengan keadaan masih memakai heels setinggi 15 cm, dan Gaun pernikahan yang cukup rumit dan panjang.

__ADS_1


beberapa kali Ara keseleo, tetapi tangisnya tidak di hiraukan oleh pria bernama Alston yang kini menjadi suaminya.


"Als... Aku mohin lepaskan!!! "


"ALSTON STEWART!! AKU BILANG LEPASKAN AKU!! "


"BASTARD, DASAR IBLIS LEPASKAN TANGANKU!! "


sesampai di suatu ruang yang gelap, Alston melemparkan Ara ke dalam ruang itu, lalu mengunci dan meninggalkannya sendirian.


ruang yang terlihat seperti bar pribadi, karena banyak minuman beralkohol tinggi, dan lampu disko di tengah ruangan itu.


Ara berkeliling ruangan, dan memanggil nama Alston untuk mencari cara agar bisa keluar dari tempat itu, dia sangat takut saat sendirian, apalagi di tempat yang gelap seperti ini karena matahari mulai berganti dengan bulan dan langit bertaburkan bintang.


"Als aku mohon maafkan aku als. "


Ara meminta maaf atas sesuatu yang tidak dilakukannya, salahnya saja dia tidak mengerti.


Ara menangis sesenggukan dengan mahkota yang masih berada dengan anggunnya di atas kepala wanita cantik itu.

__ADS_1


Perutnya mulai berdemo untuk diisi, tetapi satupun makanan tidak tersedia di dalam ruangan itu, yang ada hanyalah alkohol yang berjajar rapi di mana mana.


Tiba tiba terdengar langkah kaki Als yang sepertinya akan datang, Ara kembali bersemangat dan segera menghapus airmatanya.


Pintu terbuka, dan menampilkan bayangan Als yang berdiri dengan tegapnya.


dalam posisi masih terduduk di lantai, Alston menghampirinya dan mencengkeram dagu pengantin tersebut. Dengan kejamnya Alston menarik rambut Ara hingga gelungan rambut indah itu berantakan dan terurai.


Ara meringis kesakitan, tetapi tatapan mata itu tidak menunjukkan tanda iba sama sekali.


"Cepat kembalilah ke kamarmu, dan ganti pakaianmu. Aku akan menunggumu 15 menit lagi. "


Sesegera mungkin Ara berlari dengan menghiraukan pergelangan kaki yang masih sakit, akibat Alston yang menariknya dengan kuat dan kencang.


...000...


"Makan makananmu, lalu tidurlah, besok pagi pagi sekali, kamu harus bersiap, dan berdandan cantik, kita akan ke rumah orang tuaku. " tutur Alston tanpa memandang Ara yang berharap kebaikan hati suaminya.


Tanpa meunggu jawaban Ara, Alston pergi entah kemana.

__ADS_1


Malam yang seharusnya di habiskan sepasang suami istri untuk beradu kasih, malah minjadi neraka bagi Ara, karena perlakuan suaminya yang tak berperasaan.


__ADS_2