
Hujan malam ini terasa sangat menyakitkan bagi Ara.Dia merasa masalalunya kembali lagi,dan baginya itu sangat menyakitkan.
"Ra? Gimana ? Kamu sudah tahu mau tinggal dimana?"
Ara sontak sangat terkejut dengan pertanyaan yang di sertai dengan mengendornya pelukan di pinggangnya.
"Belum,uang kami tidak cukup untuk itu."
Jawaban itu menyebabkan Ara harus menuruti kata kata Alex yang mengharuskan Ara tinggal di rumah pria itu.
000
Perasaan Ara benar benar tidak karuan,apalagi sekarang harus tinggal dengan seseorang dari masalalunya.
"Mas Alex,apakah orang tua kamu memperbolehkan kami tinggal di rumahmu?"
Dengan tersenyum menenangkan seolah olah tahu kegelisahan Ara,Alex menjawab dengan jawaban yang tak kalah mendamaikan hati.
"Jangan khawatir orang tuaku tidak akan membiarkan kamu terlantar di Surabaya ,lagi pula rumahku juga di Surabaya."
Tak lama kemudian motor CBR Alex berhenti pada sebuah rumah yang bergaya ala eropa bercat serba putih.
"Apa kita akan tinggal di masion?"
"ya,aku dan orang tuaku tinggal di sini.aku masih belum di perbolehkan menempati apartemen atau masionku sendiri,karena aku belum menikah." Terang Alex panjang lebar.
000
Kamar Ara dan Rahma bersebelahan dengan kamar Alex.
Alex memang sengaja menempatkan mereka di sebelah kamarnya ,karena Alex bisa dengan mudah mengawasinya.
Dulu Alex memang suka dengan Ara tetapi dia tidak yakin dengan perasaannya,setelah lulus Alex sangat merasa kehilangan dan berusaha mencarinya, tetapi nihil. Baru sekarang dia bisa bertemu, ia tidak ingin kehilangan lagi.
Saat itu Rina teman Ara juga menyukainya,jadi Alex tidak ingin menyakiti perasaan Ara dengan menjadikan Rina sebagai pacarnya.
Di satu sisi Ara benar benar berharap pada Alex,tetapi Ara juga menyadari bahwa banyak yang menyukai Alex.
Bagaimana tidak,Alex adalah bintang sekolah , berwajah tampan,bertubuh tinggi , dan berprestasi.Semua sangat menginkannya tidak terkecuali Ara.
Tetapi setiap kali Ara bertanya pada diri sendiri kenapa ia menyukai senior,hatinya berkata Alex pilihannya.Ara tidak pernah menemukan alasannya.
Hingga suatu hari Ara dan Rahma mendengar jika Rina juga menyukai Alex.Bagaikan di sambar petir Ara terkejut setengah mati,dia harus berkorban untuk temannya.
Dengan berat hati Ara meninggalkan Alex.
Melanjutkan sekolah di Senior high school london adalah pilihannya untuk melupakan Alex.Setelah itu dia pergi melanjutkan studynya di Nasional seoul University,dengan jalur ekselerasi.
Walaupun begitu dia tetap tidak bisa melupakannya,Ara kembali melanjutkan study di Harvard University dengan jalur ekselerasi juga .karena ingin menambah kesibukan Ara mendirikan bisnisnya sendiri, kegigihannya Ara membuahkan hasil yang baik, bisnisnya maju dengan sangat pesat.
Tetapi Ara tidak pernah berkata pada orang lain termasuk ibunya sendiri jika Ara telah berhasil mendirikan perusahaan.
Ara tetap bersikap sederhana.Ara ingin menjadi penulis seperti mimpinya dulu.Ara ingin mengekspresikan seluruh pikirannya dengan tulisan.
Keputusan Ara selanjutnya adalah menulis di Surabaya,Ara tak tahu jika Alex mempunyai sebuah masion di Surabaya,setahunya masion Alex berada di Kota Malang.
000
"Ara kamu tidak boleh memiliki Alex,dia hanya milikku.Lihat akibatnya jika kamu merebut Alex dari ku ."
Mimpi itu kembali lagi, kata kata rina yang saat itu menyukai kakak senior yang sama.
Ara terbangun dari mimpi buruknya.Ingatan itu kembali,dengan tubuh lemas Ara menengok pada jam beker yang ada di atas meja tidurnya,
waktu telah menunjukkan pukul 05.00 WIB.
Ara teringat dia akan pergi menjelajah isi kota Surabaya bersama Rahma,segera ia masuk dan membersihkan diri di kamar mandi.
Rahma mengetuk pintu kamar Ara,dan terdengar jawabannya dari dalam.Rahma langsung masuk dan masih melihat sahabatnya sedang berada di depan cermin untuk merapikan pakaiannya.
__ADS_1
"Ra,ayo turun sarapan.kamu gak lapar? Cepetan dandannya,tumben lama biasanya gak pernah make make up?" Dengan terkekeh pelan Rahma mengatakannya pada Ara.
"Ini juga gak pakai make up kok cuma pakai sun block aja.ok ayo turun,aku juga lapar."
Sesampainya mereka di meja makan ,terlihat Alex sarapan sendiri tanpa kedua orang tuanya.
"hmm Mas,By the way ortunya gak di ajak sarapan?"
"Orang tuaku barusan pergi ke bandara,mereka ada pekerjaan di pranciss.gak lama cuma sebulan kok,tenang aja."
Sarapan di lakukan tanpa pembicaraan ,hanya gesekan piring dengan garpu yang terdengar.semua sepertinya telah kehilangan kata kata dan topik untuk di bahas.
Mereka menyelesaikan sarapan bersama,Ara langsung berjalan menuju pintu keluar bersama Rahma,meninggalkan Alex yang masih diam di meja makan.
Buru buru Ara berlari kecil ke arah pintu keluar,tetapi dari belakang tercium wangi yang sangat Ara hafal itu parfum siapa.ya.... itu memang parfum Alex,aroma yang telah membuat Ara tenang.kini aroma itu menyebar ke seluruh ruangan hanya dengan Alex berjalan di belakangnya.
"Ara secepat ini kah kamu pergi?"
Ucap alex yang seakan akan memiliki seribu arti.
Kata kata itu berhasil membuat tubuh Ara lemas dan berdiam diri di tempatnya tanpa bisa bergerak.
Alex aku tidak berniat meninggalkanmu,aku minta maaf.
Ucap Ara dalam hati .
Alex langsung pergi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Ara masih diam membeku di tempat, hingga Rahma menyadarkan lamunannya.
Mereka segera pergi menuju tugu pahlawan.
Sesampainya di sana Ara segera menulis berbagai hal. Sedangkan sahabatnya itu memotret seluruh keindahan tugu pahlawan.
Mereka begitu mengagumi monumen yang sangat bersejarah itu,
Hingga Tak terasa hari semakin siang. Kedua gadis itu berlari menuju sebuah cafe untuk mengisi perut mereka.
Pria itu terlihat seperti seorang dari kalangan atas.
Penampilannya saja sudah sangat mewah. Memakai kemeja biru yang d padukan dengan jas warna hitam.
Pria itu menatap Ara dengan wajah penasaran dan dingin.
Mungkin hanya sebuah hanphone saja bukan masalah yang besar baginya , tetapi Ara tetap berusaha meminta maaf dan bertanggung jawab atas semuanya.
"maaf ya mas,saya tadi tidak sengaja menabrak,saya terburu buru. Sekali lagi saya minta maaf."
Mohon Ara dengan wajah memelas dan rambut yang berkibar di terpa angin.
Wajah pria itu sangatlah dingin dan cuek ,bisa saja dia tidak mendengarkan berbagai celotehan Ara.
"Kamu ingin saya memaafkanmu?"
Tanya pria itu dengan sudut bibir yang di naikkan.
"ya ,saya mohon maafkan saya.saya akan mengganti apapun kerugian anda."Jawab Ara sesopan mungkin.
"oke karena saya tidak tega mendengar rengekan kamu yang seperti anak kecil,saya memaafkanmu . Tapi dengan satu syarat." Nada bicara pria itu sedikit santai tetapi terdapat penekanan di akhir katanya
Ara terdiam sesaat menimang nimang konsekuensinya,ingin rasanya Ara memutar waktu kembali.
Setelah mantap dengan jawabannya , Ara pun menyetujui syarat itu
"ya saya akan bertanggung jawab , dan apa syaratnya?"
__ADS_1
"syaratnya.... Kou harus menciumku dengan ******* yang ganas baibe."kata pria iti sambil menunjuk arah bibirnya dan mendekatkan wajahnya.
Sontak saja pria itu mendapatkan hadiah tamparan dari Ara.
Ara langsung pergi dari tempat itu menuju kafe lain yang sangat jauh dri tempat manusia menjijikkan itu berdiri.
beberapa waktu sebelum kejadian itu :
"Ok urus semuanya,saya mau malam ini sudah beres semua"
Aku menelfon rich sekretarisku.
Tetapi ada seorang wanita yang menabrakku hingga handphone ku terjatuh dan hancur.
Bagiku hanya sebuah handphone saja tidak masalah. Tetapi melihat pesona ,kecantikan dan kesexian gadis ini, membuatku ingin mencicipinya.
Walau dia memakai baju yang tidak begitu terbuka tetapi aku bisa dengan jelas menerawang keindahan tubuhnya.
Tetapi dia tidak seperti yang ku pikirkan . Dia tidak seperti wanita lain yang karena melihat ketampanan dan kekayaanku langsung tunduk begitu saja di depanku .
Dia menamparku , tetapi kenapa aku sangat bahagia.
Kenapa hatiku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan.
"lihat saja baby, aku akan mendapatkan mu."
000
Hari sudah semakin larut tetapi Alex belum juga pulang.
Ara yang menunggu sangat khawatir ,saat d telfon tidak di angkat,saat Ara mengirimi pesan tidak di balas , hanya di baca .
Pukul 00.00 bel rumah berbunyi. Ara segera berlari dan membukakan pintu,ternyata itu Alex.
Alex langsung ambruk dan dengan cepat Ara menangkap tubuh itu walaupun sangat berat.
Ara segera membopong tubuh Alex ke dalam kamarnya ,dan segera Ara jatuhkan di tempat tidur berukuran king zise milik Alex.
Tetapi saat Ara ingin bangkit , tangan kokoh milik Alex menarik pinggang ramping Ara ,hingga dia terjatuh dalam pelukannya.
Ara berusaha memberontak minta di lepaskan , tetapi Alex semakin merapatkan tubuh Ara sangat dalam pada pelukannya.
Hingga Ara kelelahan dan tertidur dalam pelukan Alex. Sejujurnya pelukan Alex benar benar sangat nyaman dan menenangkan.
Untuk kedua kalinya Alex memperlakukannya seperti ini, awalnya memang Ara menolak kenyamanan itu, tetapi lama kelamaan tubuhnya benar benar di mabuk pelukan Alex.
Alex yang sangat di cintainya,kini memeluknya. Entah apa yang ada di pikiran Alex hingga bisa seperti ini setelah bertahun tahun bersikap dingin.
Di pagi harinya Ara menggeliat , tubuhnya serasa di dekap dari depan , dan hembusan nafas yang hangat milik seseorang telah menyambut paginya.
Ara mengerjapkan mata berkali kali ,mencoba menyadarkan dirinya sendiri.
Untuk kesekian kalinya Ara menampar pipinya ,tetapi memang benar itu adalah Alex, Ara telah tidur dalam pelukannya.
Ara terkejut dan berteriak, Alex yang mendengar suara itu langsung terbangun.
Tidak terkecuali Rahma , yang sedang berada di kamarnya berlari menuju kamar Alex takut sesuatu terjadi padanya.
Pintu kamar Alex terbuka oleh Rahma ,rupanya semalam Ara lupa mengunci pintu itu,hingga siapa pun bisa masuk tanpa izin.
Rahma melihat mereka sedang berpelukan mesrah. Alhasil wajah Rahma memerah dan keluar dari kamar terkutuk itu.
Rahma berjalan sambil senyum senyum sendiri melihat adegan romantis yang hanya bisa di lihatnya di film romansa.
Entah apa yang ada di pikiran pria tampan itu, yang jelas Ara merasa sangat khawatir. Berbeda sekali dengan Alex yang tampak bahagia, senyum merekah di bibirnya tanda kemenangan.
__ADS_1
Ara segera beranjak dari ranjang dan berpindah ke kamarnya sendiri , sambil merutuki kejadian pagi ini dengan wajah seperti kepiting rebus