
Para karyawan menyapa Ara dan memberi hormat seperti biasa, dan menghadapi sikap Ara seperti biasa.
Saat Ara memasuki ruangannya
Bbooomm... Orang yang membuat dia mengakui segalanya telah duduk di kursi kebesarannya itu.
Tetapi sikapnya berubah, dia tidak seperti biasanya. Pagi ini dia sangat manis
"selamat pagi cinta... Saya ingin mengajak anda berjalan jalan mss. Kyle."
Tanpa meminta izin terlebih dahulu Alex langsung meraih tangan Ara dan menariknya keluar.
Ara hanya bisa berdiam diri mematung dan mengikuti langkah pria itu karena tidak percaya hal ini akan terjadi.
Sebenarnya Ara sudah merenungi semuanya tetapi tetap tidak menyangka akan kehadiran Alex di kantornya.
Dan pertanyaan yang membuat Ara Penasaran adalah bagaimana Alex menemukannya, padahal dulu dia menggunakan nama lain.
Ara Auliya Cyrila adalah namanya, ya itu adalah nama yang di ketahui Alex.
Tapi sekarang mengapa dia bisa menemukannya dengan nama berbeda.
Ara terlalu sibuk dengan pemikirannya hingga dia tidak sadar jika Alex membawanya ke suatu tempat yang membuat Ara bingung.
Bandara, untuk apa mereka ke Bandara.
__ADS_1
"kak, kenapa kita ke sini? Kita akan pergi kemana? " Ara langsung menghujani Alex dengan pertanyaan yang berturut turut.
Alex hanya menunjukkan smirknya, dan meneruskan langkahnya.
000
"kak... Kak alex kenapa setelah sampai, kita berada di sini? Di mana ini? " raut ketakutan telah terpancar di wajah cantik Ara.
Mendengar hal ini, Alex hanya diam, dan tersenyum lalu mendekat ke arah gadis yang telah ketakutan setengah mati tersebut.
Entah kemana hilangnya wibawa, dan keberanian yang selama ini melekat pada dirinya, karena setiap Ara berada di dekat Alex, runtuhlah semuanya.
Ara hanya bisa diam dan menunduk, lidahnya kelu dan tak mampu mengatakan sepatah kata pun.
"Kenapa kamu tidak pernah mengetahui perasaanku? KENAPA? " kalimat terakhir penuh dengan penekanan, dan dari matanya telah terpancar kemarahan yang di tahan.
Ara yang mendengar hal itu tetap saja bungkam dan membisu, ia sendiri terkejut dengan pernyataan Alex. Pasalnya, Ara pun memiliki perasaan yang sama.
"Ra.. Aku bawa kamu ke sini, ke apartemenku supaya aku bisa ngomong sama kamu, berdua tanpa ada satupun yang mengganggu. Kamu harus tau, aku sayang sama kamu. "
Deg
Pernyataan itu...
Telah terucap....
__ADS_1
Alex mengatakannya
Perlahan setetes demi tetes air mata mulai tumpah. Ara tidak pernah menyangka Alex akan mengatakannya, sudah lama Ara menunggu kata kata ini keluar dari mulut seorang pria yang telah berhasil merenggut hatinya, walaupun menyakitkan.
Karena tetap diam, Alex pun kehabisan kesabaran, dan pergi meninggalkan Ara.
Ara yang sendirian di kamar, tetap menangis, bahkan tangisnya semakin deras tak terbendung.
Satu kecupan dan pelukan hangat secara tiba tiba di dapatkan. Ara menengok siapa yang memperlakukannya dengan begitu hangat.
Dengan perlahan Ara menengok arah orang tersebut, perasaannya semakin tak karuan.
Nyaman dan hangat
Itulah satu kata yang ada di benaknya.
Meski telah mengetahui perasaan Alex, Ara tetap tidak mau menerimanya. Hatinya masih belum yakin akan hal ini, dan tidak ingin terburu buru.
Perasaannya pada seseorang yang berada di hadapannya kini memang sangatlah besar, tetapi Ara tidak memiliki keberanian.
Tatapannya sayu dan sendu, mengerti akan keadaan Ara, Alex membiarkannya untuk tidur dan beristirahat.
Alex segera mematikan lampu, menyelimuti tubuh ramping Ara, dan segera berlalu meninggalkan kamar itu, seraya berkata lirih.
" aku sayang kamu, I LOVE YOU RA. "
__ADS_1