
"Alex.. Alex aku mohon tenanglah." Cegah Bianca pada Alex yang sudah memporak porandakan ruangan itu.
"Apa yang kamu lakukan pada Ara *****?! "
Alex mencengkeran dagu Bianca dengan sangat keras.
"Apakah kamu yang membantu Ara bangkit? "
Bianca menjawab pertanyaan Alex dengan pertanyaan lain.
"Aku tidak membantu sepeserpun, dan aku baru tau berita ini. Jadi benar kalian yang melakukannya pada Ara?! "
Will sudah tidak terima, dan akan menghajar Alex karena telah menyakiti adiknya, tetapi hal itu di cegah oleh ayahnya.
"Lihat saja, aku tidak akan membiarkan manusia busuk seperti kalian berhasil menyakiti Ara!!!!"
Setelah mengatakan hal itu, Alex langsung pergi meninggalkan berbagai kekacauan yang telah di buatnya.
"Alex, dia hanya semut kecil tak berguna, sebaiknya jangan hiraukan dia. "
"Baiklah kakak, daddy, aku akan pergi untuk bersenang senang, jaga diri kalian. " Wanita itu berjalan menjauhi mereka setelah mengecup pipi ayahnya, dan mengecup bibir kakak tercintanya.
...000...
"Apa yang kou lakukan?! "
__ADS_1
"Memilih gaun untukmu? "
"dasar gila, untuk apa gaun? aku sudah punya banyak. "
"Dasar bodoh, untuk apalagi jika bukan untuk pertunangan kita. "
Alston mencium bibir Ara di depan pemilik butik ternama yang di datanginya.
perdebatan itu pun berakhir, karena Ara tidak ingin membuat si iblis bertindak lebih jauh lagi. Sebenarnya dia kebingungan, tunangan? bahkan mereka baru mengenal selama satu bulan, dan itupun karena paksaan Lucifer kejam.
Ara di bawa oleh pemilik butik ke tempat untuk fitting, dan mencoba berbagai macam model gaun yang indah, hingga akhirnya Ara menjatuhkan pilihannya pada salah satu gaun yang tercantik.
Ara memilih untuk merahasiakan penampilannya, daripada menunjukkan pada pria yang ia benci.
"Kenapa kamu keluar dengan penampilan yang sama? "
Sifat ketus Ara mulai muncul, dan menjawab pertanyan Alston dengan pertanyaan, hal itu membuat trillioner tersebut terkejut dan naik pitam.
"Apa yang kou katakan?!"
"Mengatakan yang sebenarnya. "
mendengar jawaban ketus Ara, Alston langsung mencengkeram dagu wanita itu dengan sangat keras, sehingga sang empu kesakitan.
"Jangan berani beraninya berkata seperti itu padaku. " Nada yang di katakan manusia setengah iblis itu penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak berani? Aku bukan Ara yang bisa di tindas, sekarang perusahaanku mampu bersaing denganmu. " Dengan kesombongannya Ara berkata sambil menatap mata Alston yang memancarkan kemarahan.
Mendengar hal itu Alston langsung melepaskan cengkraman, dan memasukkan tangan ke saku jasnya, tak lupa dengan seringaiannya yang serasa mencekik.
Ara memalingkan pandangan dari Alston, karena sejujurnya Ara sangat takut.
"Apa katamu? mampu bersaing denganku? bahkan hanya kamu CEO bodoh yang tidak memiliki genk. Mau jadi apa kamu? sudah punya 1000 nyawa huh? " dengan ringannya Alston melangkah keluar butik setelah mengatakan fakta yang tak bisa Ara pungkiri.
memang benar, dia pengusaha besar yang bodoh. Karena hanya mengandalkan body guard yang hanya seberapa, dan mengandalkan kecerdasannya.
dengan langkah gontai Ara mengikuti Alston yang sudah menunggu di dalam mobilnya.
"Aku akan menurutimu, dan menikahimu dengan suka rela, tetapi aku mohon, aku ingin kamu meminta restu pada ibuku, sekaligus berjanji akan menjaga keluargaku. "
Dengan tertunduk, tanpa menoleh apalagi menatap manik pria itu, Ara berbicara dengan sangat pasrah mengingat perjuangannya akan sia sia.
"Baiklah aku akan menurutimu, Tolong putar balik, kita akan pergi ke bandara. "
Ara sudah sangat pasrah dengan kehidupannya, apalagi yang menyangkut soal cinta.
Ara sudah melepaskan semua hal itu mengingat perjuangannya pada cinta selalu gagal, dan kini dengan adanya Alston, Ara tidak peduli lagi meskipun dia sering di perlakukan kasar oleh iblis itu, yang terpenting baginya adalah keluarga.
"Als.. aku ingin kamu bersikap lembut pada keluargaku. "
"hmm"
__ADS_1
di dalam hati Ara mulai mengeluarkan sumpah serapahnya pada es batu di sampingnya.