
Sinar matahari menerobos jendela di kamar Als, membuat wanita cantik yang sedang tidur di sana menggeliat dan terbangun dari tidurnya.
tiba tiba dia teringat akan pekerjaannya di kantor, dan berlari ke kamar mandi.
Dalam waktu 15 menit, Ara telah keluar dari kamar mandi dan segera berganti baju.
Ara atau yang kerap di sapa sebagai Kyle dengan cepat menuruni tangga, dan tidak menghiraukan teriakan suami yang sedang duduk di meja makan untuk menunggunya.
"Mau kemana dia pagi pagi sudah berlari keluar? dan apa yang di pakainya tadi?! apa dia sudah gila? pendek sekali!!!. "
saat Ara mulai menancap gass, Als mengikuti Ara daru belakang dengan kemarahan memenuhi hatinya.
"Apa apaan ini, apa dia tidak menganggapku, dan tidak melihatku?! "
pria tampan suami Ara memukul kemudi untuk meluapkan emosinya.
Ara berjalan memasuki lobi dan mendapat salam hormat dari para karyawannya, tetapi sepertu biasa, tetap tidak di balas.
"Mrs. Stewart mengapa anda sudah masuk kantor? "
mendengar dia disebut dengan nama bwlakang Alston, kemarahan Ara menuncak.
"Apa katamu?"
"TUTUP MULUTMU DAN MULAILAH BEKERJA!!! "
Manager pemasaran yang datang, ingin meminta di promosikan, langsung tutup mulut, dan kembali bekerja.
Ara merasa sangat panas kala mendengar nama itu di sebut, dia sangat membenci Alston benar benar membencinya.
Sebagian Perusahaan Willian sudah Ara hancurkan dan di akuisisi, kini Ara mengerti rencana busuknya berkat bantuan Alston, tetapi IBLIS busuk itu membuat Ara berhutang sangat besar padanya, sehingga Ara harus menuruti semua kemauan pria gila itu.
__ADS_1
Rahma yang melihat raut sahabatnya tidak baik, berusaha menenangkannya, pasalnya citra Ara akan di pertanyakan jika dia ketahuan publik, kala sehari setelah dia menikahi trillioner mukanya di penuhi dengan amarah dan kebencian.
Rahma selalu bisa menenangkannya dengan menceritakan hal hal yang menyenangkan, dan membuat Ara kembali tersenyum. Itu sebabnya Ara sangat menyayangi Rahma sahabatnya.
tuba tiba pintu ruang kebesaran Ara di buka tanpa permisi, dan memunculkan sosok yang dia benci.
"APA MAKSUDMU MEMASUKI RUANGANKU TANPA PERMISI?! INGAT!!! INI PERUSAHAANKU!! "
"berani sekali kamu membentakku hmm? "
Alston melangkahkan kakinya masuk dan mulai mendekati Ara.
tatapan matanya sangat tajam, suaranya datar, namun semakin membuat Ara ketakutan.
"Lebih baik kamu keluar sekarang. "
"A-aku tidak mengusirmu, tapi aku akan menghadiri meeting. "
Ara mulai gemetar ketakutan, siapapun yang ada di posisinya pasti akan merasa seperti itu juga.
Mati mengenaskan dengan cara terjatuh dari gedung kantornya di lantai 30? memikirkannya saja sudah ngeri dan merinding.
Ara segera mendorong dada Alston dengan sekuat tenaga, meskipun hasilnya sia sia
" jangan mendekat"
"KATAKAN SIAPA AKU?! "
"k-kamu tuan A-alston Stewart. "
"SIAPA. AKU?! "
__ADS_1
"black king. "
Alston terus menekan Ara pada dinding itu, membuat Ara semakin pucat.
"Apakah kamu tidak menganggapku suamimu istriku? "
Alston membelai rambut Ara dan memainkan rambutnya, dengan seringaian iblis khas Alston Stewart.
"KATAKAN SEKARANG NONA STEWART!! "
"kk-aa-ka-mu suamiku. "
Alston menarik Ara dan mendorongnya pada sofa, lalu melemparkan sebuah kantong berisi pakaian bermerk ternama
"Pakai itu! aku tidak mau melihatmu memakai pakaian menjijikkan seperti ini."
Ara mematuhi perintah itu, dan segera mengganti pakaiannya di private room yang ada di dalam ruangannya.
"Ini yang kamu mau?! "
"ini bukan gayaku!! "
"aku tidak suka!! "
Saat Ara akan kembali memasuki private roomnya, Alston segera membuka suara
"Selangkah lagi kamu melangkah ke sana, aku akan membakar ruangan ini. "
setelah memastikan Ara duduk kembali di kursi kebesarannya, Alston menghampiri dan memberi roti sandwich di mejanya, lalu segera pergi tanpa mengucap sepatah katapun.
"Apa maksud pria itu? dasar aneh. "
__ADS_1