
Dor!!!
Suara tembakan membuat pengunjung restaurant lari berhamburan, sedangkan Ara yang berada di dalam ruang VVIP bersama will juga terkejut, pasalnya suara itu keras sekali, dan suara pecahan gelas juga terdengar ramai.
Tiba tiba ada seseorang yang mendobrak pintu ruangan mereka, sambil menodongkan senjata pada Will.
Mereka bertopeng, sehingga tidak ada yang melihat muka orang tersebut, tetapi semua mengenal topeng yang mereka pakai, Topeng hitam itu, milik The Black king.
Mengetahui bahwa mereka anggota dari the black king, Ara menyerahkan diri, sedangkan sorot mata will, melemparkan tanda tanya pada wanita itu, yang di balas anggukan.
Sesampainya di Mansion the black king, Ara langsung di lempar ke tempat tidur, dan Pria itu segera menindihi tubuhnya yang kecil.
"Apa yang kou lakukan bastard?! "
"Mengambil milikku yang hilang. "
Dengan gampang dan ringan Alston mengatakan itu, dengan ciumannya di sekujur tubuh Ara.
"Apakah ciumanku kurang, sehingga kamu mencari kepuasan pada orang lain?! hum?! katakan sayang?! "
Senyum smirk iblisnya muncul, dan dengan tiba tiba dia menghunjam dengan kasarnya, sehingga Ara tidak bisa melawan, dan rasa sakit di sana sini.
"Katakan bahwa kau milikku!!"
"T-tidak!! Aku membencimu. "Alston yang mendengar hal itu semakin marah dan membuat wanita di bawahnya semakin kesakitan.
tak tahan dengan rasa sakitnya, Ara pun pingsan, tetapi hal itu tetap tak mendapat respon dari si iblis Alston.
selesai menuntaskan hasratnya, Alston menemui orang keeprcayaannya, dan akan membuat perhitungan dengan Will.
__ADS_1
"CARI INFORMASI TENTANG PRIA ITU!!!"
"SIAP TUAN. "
"Tidak akan ku biarkan seorangpun menyentuh wanitaku. "Smirkmya mengembang, lalu dia pergi dari tempat itu, dan menyusul Ara ke ranjangnya.
...000...
"SIAL!!! SIAPA SESEORANG YANG BERANI BERANINYA MENGAMBIL MANGSAKU?! " Pria yang sedang yermakan amarah itu, dengan keras meninju dinding di dekatnya, dan tak peduli degan tangannya yang berdarah.
"hmm maaf tuan, saya tidak bisa bertindak, k-karena yang menculik nona Ara adalah The Black King. k-kita bisa saja di ratakan, hanya dengan jentikan jari. "
Raut muka Will berubah menjadi sangat serius, dia memikirkan beberapa cara untuk membuat Ara berada di genggamannya, dan dengan bebas menyiksa wanita itu.
Lama Will berfikir, hingga konsentrasinya di buyarkan oleh suara deringan telefon, yang dengan segera di angkat oleh pria itu, karena menyangkut tentang keselamatan adiknya.
"Halo dad"
telefon di tutup dan William langsung tancap gass, untuk pergi ke rumah sakit.
"Bianca!!! k-kamu sudah sadar kan?! apakah ada yang sakit?! "
Dengan kepanikan yang tinggi will mengecek seliruh badan adik tercintanya, agar tidak ada satupun yang lecet.
Bianca memegang tangan Will seraya berkata
"Kak, Apakah kakak berjanji akan membalaskan dendamku? "
dengan mantap sekali Will menyetujui permintaan sadis dari adiknya.
__ADS_1
Mereka merencanakan sebuah kejahata. dengan sangat rapi, dan tidak akan ada yang menyangka akan hal itu, termasuk Ara sendiri.
Entahlah rupanya Will melupakan kekuatan The black king, yang berada di belakang Ara, hingga dia berani merencanakan hal gila dan tak berperikemanusiaan pada seorang wanita yang selalu menjadi korban, dan tak memiliki senyuman.
...000...
Pagi - pagi sekali Ara bangun, dan menyaksikan pemandangan indah di depannya.
Pria tampan, dengan otot yang terpahat sempurna, muka yang damai jika ia sedang tidur. Ara tersenyum simpul, dan dengan cepat memejamkan matanya pura pura tidur, ketika pria di depannya mulai mengerjap dan membuka mata.
"Morning baby. "
cup
satu kecupan mendarat di kening mulus Ara yang paripurna tiada tara.
Ara semakin memejamkan matanya kuat kuat, yang membuat Alston sadar, jika dia sedang pura pura tidur.
Tiba tiba Pria itu membawa Ara yang tetap saja memejamkan matanya ke kamar mandi, dan langsung menjatuhkannya ke dalam bak mandi yang berisikan Air sedingin es.
Arapun sangat terkejut dan lompat dari bak mandi itu seperti kucing yang terkena air.
Melihat wanitanya bertingkah seperti itu, Alston tertawa, dan di sambut dengan cubitan kecil di lengannya.
"Hahaha dasar kucing kecil. "
tak henti hentinya, pria yang berwatak es batu, tiba tiba tertawa karena hal sekecil itu.
"Aku akan segera memakanmu kucing kecil hahahaha. "
__ADS_1
Kegiatan merekapun selesai 3 jam kemudian, itupun karena Ara sudah lelah dengan pertengkaran kecil mereka, yang selalu di ketawakan oleh es batu.