
"Baguslah jika begitu, kita akan segera memiliki seorang cucu. "
sahut tuan Stewart yang tiba tiba datang dari luar.
"iya itu benar sayang, aku akan mendapat seorang cucu perempuan untuk menemaniku belanja, benar kan 'kyle?"
"tidak tidak, kita akan mendapatkan cucu laki laki untuk meneruskan bisnisku, dia akan di kejar kejar oleh para wanita, ketampanannya akan mengalahkan dewa dewa yunani. "
pembicaraan kedua mertuanya sontak membuat Ara kesulitan menelan saliva, c-cucu? dia tidak pernah berfikir untuk melahirkan anak dari si bastard Alston.
"hmm baiklah mom and dad, aku akan pergi ke kantor."
saat Ara akan melangkahkan kakinya wanita paruh baya tersebut mengatakan suatu hal yang membuat pipi Ara memanas dan berubah warna kemerahan.
"Apakah kamu nyaman untuk berjalan? "
"bukankah semalam Alston menggempurmu habis habisan. " timpal tuan dan nyonya Stewart bersahut sahutan, mencerca ara dengan pertanyaan fulgar yang memang fakta, dan telah terjadi.
"hmm mom, dad, a-aku pergi dulu. "
pamit ara dengan menahan perih di pusat tubuhnya.
"sial... pertanyaan macam apa itu. " gumam ara saat sudah masuk dalam mobil mewahnya.
"nona? apakah kamu mengatakan sesuatu? " tanya sopir memastikan, karena dia mendengar ara berbicara sendirian.
"ahh tidak, tidak ada, aku sedang.... hmm aku sedang melihat media sosial. " elak ara yang menutupi rasa malu yang menjalar pada dirinya mengingat kejadian semalam.
selang 30 menit kemudian Ara telah berada di depan kantor, dan mulai memasuki perusahaannya.
tiba tiba saat dia berada di dalam lift khususnya, keluar asap yang berbau menyengat, sehingga membuat Ara melemas dan terjatuh di pelukan seseorang bermasker khusus.
Ara berusaha sekuat tenaga untuk bangkit, tetapi sayangnya gas itu semakin terhirup banyak dan membuatnya tak sadarkan diri.
...000...
Suara desahan memenuhi ruangan itu, membuat Ara membuka matanya, dan mengamati sekelilingnya.
__ADS_1
tak jauh tempat ia diikat, terdapat will dan alex yang sedang bergumul dengan kasarnya bersama seorang wanita yang sepertinya di kenal oleh Ara.
di samping Ara, ternyata rahma juga telah terikat, dan badannya penuh dengan luka.
ruangan ini sudah seperti tempat penyiksaan, minim pencahayaan, minim ventilasi, dan banyak tali tali yang menggantung, serta jeruji besi yang mengitari Ara dan Rahma.
menyadari Ara telah siuman, kedua pria tadi segera menghentikan kegiatannya, dan melemparkan bianca pada 8 orang dengan tubuh besar besar yang terlihat menyeramkan.
ke 8 orang tadi menyetubuhi bianca hingga dia berteriak kesakitan, dan mereka tetap saja tidak berhenti melakukannya.
alex dan will mendekat setelah dia menutup resletingnya, mereka menyeringai ke arah Ara dan Rahma yang masih terlihat lemas dan ketakutan.
"Apa yang mau kalian lakukan."
"Aku mohon jangan dekati kami. "
"will, aku tau kamu orang yang baik, alex, kamu adalah pria yang selalu menjagaku, a-aku mohon jangan lakukan itu. "
"a-aku sudah menikah. i-ingat itu, kalian jangan mendekat!! "
"ingat!! kalian akan aku hancurkan jika berani mendekat selangkah lagi!! "
Ara mengumpulkan keberaniannya untuk menggertak mereka
"dalam keadaan seperti ini saja kamu masih arogant." senyum iblisnya terukir sempurnah di wajah tampan will
"Aku tidak bercanda!! atau suamiku yang akan meringkus kalian. "
Alex dengan kasarnya mencengkeram dagu Ara, hingga wanita itu meringis menahan sakit
"suamimu? bisa apa dia? dia juga akan kita hancurkan, tidak ingatkah kamu jika sahamnya telah di bagi dua dengan milikmu, jika kamu mati, dan menandatangani perjanjian ini, maka dia juga akan hancur. " mereka berdua tertawa dengan keras.
"baby? kamu ingin mati dengan cara apa hm? "
wajah will yang berjarak sangat dekat, dengan wajah ala psychopath membuat Ara semakin merinding ketakutan.
"k-kalian kenapa melakukan ini padaku?! bukannya kalian mencintaiku?! "
__ADS_1
"Apa katamu? cinta?! cinta itu sudah menguap kala aku tau kamu sudah menikah dengan sialan itu. "
ucap will dengan tatapan penuh amarah.
"sttt... jangan menangis baby, kita bisa bercinta di sini sepuasnya. "
"Aku membenci kalian. " ucap Ara lirih, dengan menundukkan kepalanya, dan meneteskan bulir air mata.
Ara melirik sahabatnya yang terlihat sangat lemas dan kesakitan, semakin deras air mata yang mengucur. dia merasa, sangat bersalah.
"baiklah, apapun mau kalian, tapi lepaskan sahabatku dulu, aku mohon, dia tidak bersalah. " Ara memohon dengan ketulusan hati yang sangat dalam
"permohonanmu tidak akan pernah kou dapatkan lagi sayang. "
"selamanya kamu akan menjadi budak kita. "
Alex tiba tiba menyambar bibir manis Ara, yang langsung di balas dengan gigitan keras, sehingga bibir sexy pria itu berdarah.
"Jangan pernah sekali kali kou menyentuhku bastard!!"
"Dasar wanita sombong!! "
PLAK!!
Alex menampar pipi Ara dengan kerasnya, hingga bengkak dan memerah.
karena tersulut emosi, Alex dan wil dengan kasar melucuti Ara, dengan kasar, dan pukulan pukulan yang mendarat di kulit mulusnya.
tiba tiba ryan datang dan berteriak bahwa mereka sedang di serang
"R-ryan? apakah kamu terlibat? " ucap ara dalam hati, dia menatap ryan dengan tidak percaya.
apakah dia juga melakukan hal sekejam ini pada dirinya?
apakah dunia begitu kejam hingga tidak ada orang baik di sekitarnya
benarkah itu ryan?
__ADS_1