
3 hari lamanya Ara berada di dalam villa pelosok itu, meskipun semua kebutuhanya telah tercukupi, Ara tetap merasa ridak tenang.
Tanpa sadar Ara mulai memikirkan Alston, dan perlahan tapi pasti, suaminya itu telah merasuk ke dalam relung hatinya, meskipun berkali kali Ara menolak
Segala urusan pekerjaan telah di serahkan pada Alex, Ara tidak lagi mengurusi perusahaan karena takut akan keberadaannya di lacak oleh musuh.
Tinggallah Alston sendirian yang berjuang di luar sana, "Aku berjanji akan pulang untukmu kyle." ucap Alston mantap sembari mengencangkan genggaman pistolnya.
perlahan lahan Als dan timnya menyelinap dalam markas musuh besar utamanya, yang selama bertahun tahun ini telah di diamkan.
"Bunuh semuanya tanpa tersisa. " Perintah pria yang kerap di sebut sebagai black king tersebut dengan tatapan penuh darah.
satu persatu penjaga telah di lumpuhkan, darah tercecer di mana mana. hingga kini sampailah Alston di ruang utama tempat Will dan Alex berada.
plok plok plok
Suara tepuk tangan seseorang menggema dalam ruang yang penuh dengan layar cctv besar itu tanpa ada ornag yang muncul, di susul dengan tawa seseorang yang sepertinya di kenal oleh Alston.
"Aku memberimu waktu 3 menit untuk mengucapkan selamat tinggal pada istri cantik tercintamu, dan serahkan seluruh asetmu. "
__ADS_1
"kamu kira aku takut? hanya bocah ingusan yang akan melakukam hal bodoh seperti itu. " senyum miring mengembang sempurnah di wajah tampam alston
"Tunjukkan muka bodohmu itu jika berani"
Tantang Als sambil melihat ke sekeliling umtuk berjaga jaga.
Alston dan pasukannya telah di pisahkan oleh pintu yang sengaja di rencanakan oleh will agar tidak ada lagi yang melindunginya.
tiba tiba muncul senjata laser yang menembaki Alston, tetapi dengan gesit suami Ara tersebut berhasil menghindarinya.
"cih hanya itu kemampuanmu? menyerang dari belakang?"
Dari dalam layar keluarlah Will dan Alex dengan 10 pasukannya yang terlihat sangat terlatih.
"Lihat saja nanti. " Als sekali lagi menunjukkan smirknya dan langsung menghajar pengawal Will yang menyerang, dengan tangan kosong, sementara itu Will berusaha menembaki Alston, meskipun hasilnya nihil.
Di sisi lain, anak buah Alston berusaha membuka pintu dengan meretas keamanan markas. Alex yang pikirannya kalut, sedari tadi terus berfikir tanpa henti, cintanya pada Ara tidak benar benar musnah, dari hati terdalamnya ia masih sangat mencintai Ara, meski Ara telah menikah dengan pria lain.
Perlahan lahan kaki Alex menuntunnya untuk keluar dari markas itu, dan menjauhi perkelahian tersebut.
__ADS_1
Tanpa Als sadari dan ketahui Markas tersebut telah di pasang peledak yang mampu menghancurkan seluruh bangunan, dan meratakannya.
perkelahian antara 2 pria tersebut terjadi benar benar tak terhindarkan, keduanya telah babak belur dan sama sama berlumuran darah.
"Kita akan mati bersama Als, jika aku tidak bisa mendapatkan Ara, maka kau pun tidak akan pernah bisa. "
"Hanya aku yang akan mendapatkan istriku!!. " ungkap Alston dengan perasaan yang bergemuruh.
di saat pergulatan sengit sedang terjadi, terdengar suara bergemuruh dari kejauhan, dan bersamaan dengan itu pasukan Alston datang, dan langsung menembakkan peluru tepat di jantung dan kepala Will.
Alston dengan di papah anak buahnya, berusaha sekuat tenaga nencari jalan keluar.
"Tuan bangunan ini akan segera runtuh."
teriak salah satu pasukannya, Alston segera memerintahkan ahli IT nya yang saat itu mencari peta digital markas Will untuk mencari tangga menuju rooftop.
Setelah sampai di sepan tangga, ternyata tangga tersebut telah runtuh, dan tak ada pilihan, Alston segera menembaklan pistol kaitnya, dan benda tersebut segera membawa Alston dan pasukan meninggalkan lantai 3 yang telah hancur tersebut.
Ryan dan pasukan lain sudah siap menunggu di rooftop dengan helicopter yang siap terbang.
__ADS_1
Sati persatu pasukannya di perintah untuk naok terlebih dahulu, hingga mereka di pastikan aman, barulah alston akan naik.
saat Alston akan segera berhasil naik ke helicopternya bangunan sudah runtuh seluruhnya dan terkena sedikit ledakan bom, beruntung Ryan berhasil menangkap dan menyelamatkan Alston, lalu segera di larikan ke rumah sakit.