
Setelah berfikir keras, untuk kebaikan jutaan karyawannya, keesokan harinya, pagi pagi sekali Ara berjalan sendirian memasuki mansion the black king 👑
Mansion itu luasnya 5 kali lipat luas mansion Ara. Untuk berjalan ke ruang yang di tentukan saja, butuh waktu 25 menit.
Saat gadis itu baru memasuki ruangan, seorang pria yang sangat tampan langsung menerjangnya hingga terjatuh padah sebuah ranjang besar, yang sangat mewah. ciuman yang bertubi tubi dan sangat ganas, telah menyerang Ara, yang kini sedang menangis, dan memberontak untuk di lepaskan, meskipun ia tau tidak akan berhasil.
satu persatu pakaiannya terlucuti, hingga semakin deras cristal bening yang mengalir di pipi indahnya. tiba-tiba telfon pria itu berbunyi, dan bertuliskan nama orang suruhannya.
Langsung saja dia menghempaskan santapannya begitu saja, dan pergi mengangkat telfonnya.
"Maaf tuan, jika saya mengganggu. "
kata suruhannya dengan nada memohon, dan bingung akan menyampaikan berita yang ia punya.
"Katakan ada apa?! awas saja jika tidak penting, aku akn membunuhmu!!! " nada dingin dan sangat menusuk membuat pria di seberang telfon bergidik ngeri.
"perusahaan yang akan kita hancurkan , bisa mengatasi serangan kita tuan, dan sekarang, mereka menyerang balik. " mendengar hal itu the black king langsung meninju dinding di sampingnya, dan berjalan ke arah Ara dengan emosi yang memuncak.
BRAK
pintu kamar dibanting dengan sangat keras, membuat ara terkejut, dan mundur secara perlahan dari tempatnya duduk.
__ADS_1
"APA YANG KOU LAKUKAN?!" Pria itu berjalan ke arah Ara dengan ekspresi yang menyeramkan, dan penuh dengan emosi.
Ara benar benar ketakutan, dia menyesal tidak membawa pengawal untuk menjaganya.
Ara terus menangis tanpa suara, dan menatap mata pria di hadapannya. Selimut yang telah menutupi tubuhnya, telah di lempar jauh darinya, dan kini Ara telah berada di bawah kungkungan pria itu.
"Aku akan membuatmu menyesal, telah melakukan serangan itu." bisik pria itu di telinga Ara dengan nafas hangatnya yang membuat gadis itu merinding.
Entah apa yang akan di lakukan oleh pria tak berperasaan itu, dia mengambil minuman di atas meja yang berada di kamar itu, dan saat itu, Ara langsung memukul punggungnya dan segera mengambil bajunya yang berserakan.
pria itu tersenyum miring melihat kucing liar yang berani padanya. Ara memakai pakaiannya dengan tergesa gesa dan berlari menuju pintu keluar, sedangkan pria tadi berjalan dengan langkahnya yang lebar, dengan senyum devil terpancar di wajah tampannya.
"berlarilah kucingku"
keringat dingin mulai menjalar di mukanya, segala doa telah di panjatkan, dan terus berusaha mengoyak gagang pintu, berharap tiba tiba pintu itu terbuka, tetapi hasilnya nihil, dan kini pria itu sudah semakin dekat di belakangnya.
"AKU MOHON LEPASKAN AKU, A-AKU AKAN MEMBERIKAN SETENGAH PERUSAHAANKU." dengan gemetar, dan air mata yang berlinang, Ara terus memohon untuk di lepaskan, dan tetap berusaha membuka pintu besar itu.
"Tuan lepaskan aku, dan biarkan aku pergi, jangan sentuh aku. " wajahnya memelas, tetapi tak mengurangi kecantikannya sedikitpun. Pria itu semakin dekat, dan kini jaraknya tinggal 3 meter dari tempat Ara berdiri.
"AAAKKHH"
__ADS_1
Ara berteriak terkejut kala ada seseorang yang menggendongnya seperti karung beras.
"TURUNKAN AKU BRENGSEK, DASAR BASTARD!!!!! "
"akan aku turunkan, saat kita sampai di ranjang. kenapa mulutmu pedas sekalu brengsek, jangan panggil aku itu, tapi panggil aku sayang, honey, beibe, atau panggil saja namaku, Alston. "
cup
satu kecupan di bibir ara membuat nya semakin meberontak atas kelancangan pria yang mengaku memiliki nama Alston tersebut.
"BASTARD, GET OFF ME, YOU DAMN MAN!!
Ara memukul dengan brutal berharap di lepaskan. tetapi dengan sangat cepar Alston mengunci pergerakannya, dan membungkam bibirnya dengan ciuman panas, dan tangan tangannya merobek baju baju Ara yang bernilai selangit hingga tak berbentuk, dan Juga melepakan pakaiannya sendiri.
"Akan ku buktikan ucapanku baby. "
dengan sekali hentakan, hilang sudah masa depan Ara, darah segar merembes keluar, membuat gadis yang kini menjadi seorang wanita itu tangisnya semakin menjadi, tetapi pria tak berperasaan itu memperlakukannya dengan kasar, membuat Ara lemas dan kesakitan di seluruh tubuhnya.
pagi berganti siang, dan kegiatan panas itu tetap berjalan, dan membuat Ara kelelahan hingga ia pingsan, tetapi pria kejam itu tak peduli dengan keadaan lawannya, ia malah melanjutkan hingga hasratnya terpuaskan.
Setelah selesai melakukan itu, Alston tersenyum menatap wanita di bawahnya dan tertidar dengan posisi memeluknya.
__ADS_1
"Aku akan menghancurkanmu baby"
senyum devil tetaplah melekat di wajah di nginnya.